INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) bersama entitas anak membukukan kinerja positif sepanjang semester I-2026.
Di tengah komitmen menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, perseroan untuk pertama kalinya berhasil mencatatkan portofolio kredit melampaui Rp1.000 triliun.
Hingga Juni 2026, total kredit BCA mencapai Rp1.036 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kondisi pendanaan yang tetap solid.
Dana giro dan tabungan (CASA) meningkat 10,2% YoY menjadi Rp1.082 triliun, sementara total Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,9% YoY menjadi Rp1.284 triliun.
Porsi CASA terhadap total DPK tercatat sekitar 84,3%, sehingga Cost of Fund (CoF) tetap terjaga pada level yang sehat.
“BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan nasabah setia selama ini, sehingga kami dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik. Kinerja BCA pada paruh pertama 2026 ditopang berbagai hal, seperti BCA Expoversary 2026 dan penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor. Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong.
Kontributor utama pertumbuhan kredit berasal dari pembiayaan produktif yang mencapai Rp802 triliun atau naik 11% YoY.
Di dalamnya, kredit korporasi tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp513,4 triliun, sedangkan kredit komersial dan UKM meningkat 6,6% YoY menjadi Rp288,5 triliun.
Di sisi kualitas aset, indikator risiko tetap terjaga. Rasio loan at risk (LAR) berada di level 4,9%, sedangkan non-performing loan (NPL) tercatat 1,9%.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, BCA bersama entitas anak membukukan laba sebesar Rp29,5 triliun.
Komitmen perseroan terhadap pembiayaan berkelanjutan juga terus diperkuat. Nilai green financing tumbuh 19% YoY menjadi Rp123 triliun.
Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh pembiayaan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melonjak 82% YoY menjadi Rp7,7 triliun. Sementara itu, kredit kendaraan bermotor listrik meningkat 25% YoY menjadi Rp4 triliun.
Pada aspek inovasi layanan, BCA terus memperluas kapabilitas platform digital myBCA. Nasabah kini dapat membuka rekening efek dan Rekening Dana Nasabah BCA Sekuritas secara langsung melalui aplikasi tersebut.
Selain itu, pengajuan kartu kredit baru maupun kartu tambahan juga telah tersedia secara digital.
BCA turut menghadirkan fitur pembelian tiket pesawat melalui tiket.com di myBCA, melengkapi layanan pembelian tiket kereta api dan kapal yang telah tersedia sebelumnya.
Berbagai inovasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas transaksi nasabah. Hingga Juni 2026, pendapatan non-bunga BCA mencapai Rp13,2 triliun atau tumbuh 11% YoY.
Dari sisi pengakuan industri, BCA kembali mempertahankan predikat sebagai bank terbaik di Indonesia versi Forbes. Perseroan juga meraih empat penghargaan dari Kementerian Keuangan RI sebagai Mitra Distribusi dan Dealer Utama Surat Utang Negara (SUN).
Dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia, BCA memperoleh HR Asia Award untuk kategori HR Asia Best Companies to Work for in Asia dan HR Asia Tech Empowerment Award 2026, serta penghargaan LinkedIn Talent Awards 2025 pada kategori Best Employer Branding untuk perusahaan berskala besar.
Melalui payung Bakti BCA, perseroan juga melanjutkan berbagai program corporate shared value (CSV). Program Genera-Z Berbakti kembali melibatkan mahasiswa dari empat perguruan tinggi untuk mengabdi di desa binaan Bakti BCA.
Di bidang pendidikan, Bakti BCA menggelar pelatihan matematika metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) bagi guru dan siswa di Aceh Tamiang yang terdampak bencana, serta melanjutkan program BCA Berbagi Ilmu di berbagai perguruan tinggi.
Pada sektor kesehatan, Bakti BCA berpartisipasi dalam sosialisasi, deteksi dini, serta penyaluran paket alat deteksi dini preeklamsia kepada Puskesmas Cisompet, Garut, Jawa Barat.
Sementara di bidang budaya, bersama Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI), BCA memperkenalkan produk tenun berbahan pewarna alami dalam ajang Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam, Belanda.
Adapun pada sektor pariwisata, BCA mengajak pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia mengunjungi Desa Bakti BCA Bukit Peramun di Belitung melalui kegiatan familiarization trip sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi destinasi wisata berbasis masyarakat.