Imbas Corona, KSPI: Perusahaan Konfirmasi Tidak Punya Uang, PHK Besar-Besaran Akan Terjadi Didepan Mata

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 28 Maret 2020 - 16:30 WIB

Said Iqbal (foto Tribunnews.com)
Said Iqbal (foto Tribunnews.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, saat ini sudah ada informasi perusahaan yang akan melakukan PHK kepada para pekerja sebagai imbas dari pandemi corona.

Hal ini menjadi fakta, apa yang dikhawatirkan KSPI akan terjadinya PHK besar-besaran sudah terlihat di depan mata.

Karena itu, KSPI mendesak agar pemerintah dengan segala upata melakukan langkah-langkah konkret dan terukur untuk memastikan agar tidak ada PHK.

Disebutkan oleh Said Iqbal, salah satu perusahaan yang akan melakukan PHK adalah PT Akomoto Indonesia.

Perusahaan yang  berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur itu pada tanggal 24 Maret 2020 sudah mengirimkan surat kepada serikat pekerja terkait dengan rencana perusahaan yang akan melakukan PHK terhadap 26 orang pekerja.

Di Sidoarjo, pekerja di PT Apie Indo Karunia juga terancam PHK lantaran pemilik perusahaan mengaku sudah tidak punya uang untuk memberikan upah.

Sementara itu, ribuan buruh di perusahaan tekstil di Bandung yang habis kontrak sudah tidak dipepanjang lagi.

"Hal yang sama juga terjadi di banyak perusahaan lain. Dengan kata lain, mereka di PHK,” tegasnya.

Informasi adanya PHK juga diterima KSPI terjadi di Bintan – Kepulauan Riau, Bitung – Sulawesi Utara, dan berbagai daerah lain.

Said Iqbal mengingatkan, terdapat 4 hal yang memicu gelombang PHK jika tidak segera diselesikan.

Pertama, ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai menipis.

Khususnya bahan baku yang berasal dari impor, seperti dari negara China, dan negara-negara lain yang juga terpapar Corona.

Selanjutnya mengenai melemahnya rupiah terhadap dollar, menurunnya kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata, dan anjloknya harga minyak dan indeks saham gabungan.

“Karena itu, inilah saatnya yang tepat bagi pengusaha untuk meliburkan karyawannya secara bergili,” kata Said Iqbal, seperti dsampaikan Kahar Cahyono Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Jumat (28/3/2020)

Selain menghindari penularan COVID-19, dengan diliburkan, pengusaha bisa mengurangi biaya produksi; seperti biaya listrik, gas, transportasi, dan maintenance/perawatan.

Sehingga perusahaan bisa mengkonversikan penghematan tadi untuk membayar upah buruh secara penuh dan THR 100% bagi buruh yang diliburkan.

KSPI memprediksi, dalam 2 bulan akan terhadi PHK puluhan ribu buruh.

Bahkan jika permasalahan di atas tidak segera diselesaikan, tidak menutup kemungkinan ratusan ribu buruh bakal kehilangan pekerjaan

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Vaksin Covid-19 (ist)

Senin, 25 Mei 2020 - 09:10 WIB

Gawat, Vaksin Darurat Covid-19 Baru Tersedia Awal Tahun 2021

Mantan Direktur Jenderal Dewan Penelitian Medis India (ICMR) NK Ganguly mengatakan bahwa vaksin darurat untuk Covid-19 akan tersedia paling lambat pada Januari atau Februari 2021.

Red Hat

Senin, 25 Mei 2020 - 09:00 WIB

Red Hat Tingkatkan Teknologi Cloud Hybrid Terbuka Penuhi Kebutuhan Pelanggan

Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, mengumumkan penawaran baru untuk membantu perusahaan dari semua skala dan industri dalam mengoptimalkan, meningkatkan atau melindungi…

Ilustrasi Pasien Sembuh Covid-19 (ist)

Senin, 25 Mei 2020 - 08:43 WIB

Kabar Gembira, Di Hari Raya Idul Fitri Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah Capai 5.402 Orang Tersebar di 34 Provinsi

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Minggu (24/5) bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, ada…

Masyarakat Aceh patuhi pemakaian Masker (foto dialeksis.com)

Senin, 25 Mei 2020 - 08:14 WIB

Kurva COVID-19 Landai, Jubir Pemerintah: Aceh Adalah Provinsi yang Luar Biasa, Masyarakatnya Patuh

“Kunci penyelesaian masalah (COVID-19) ini ada di masyarakat. Pemerintah hanya membuat pedoman, ketentuan, anjuran dan ini tidak akan ada hasilnya kalau masyarakat tidak patuh. Kalau masyarakatnya…

Perjalanan Bisnis Akim dari Penjual Nasi Liwet Ke Suplier Scrab

Senin, 25 Mei 2020 - 07:00 WIB

Perjalanan Bisnis Akim dari Penjual Nasi Liwet Ke Suplier Scrab

Semula Akim menekuni penjual nasi liwet, namun wanita asal Solo ingin meningkatkan penghasilan dengan mencoba peluang baru dibidang Suplier Scrab