Warga Keluhkan Bupati Lembata Masih di Bekasi

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 26 Maret 2020 - 09:25 WIB

Paulus Doni Ruing
Paulus Doni Ruing

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Sejumlah warga asal Lembata di Jakarta mengeluhkan sikap Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang hingga saat ini dikabarkan masih tertahan di Bekasi, Jawa Barat setelah melakukan perjalanan dinas di Jakarta. Bupati Sunur menurut sejumlah informasi yang diterima warga asal Lembata, telah meninggalkan Lembata sejak Rabu (18/3) lalu.

“Kami dengar Pak Bupati masih tertahan di kediaman pribadi di Bekasi, Jawa Barat. Mestinya, belaiu berada di daerah untuk memantau perkembangan penyebaran informasi virus korona di daerah. Bila informasi keberadaan beliau di Bekasi hingga saat ini, tentu membuat kami prihatin saja. Ini cerminan pemimpin yang tak peduli terhadap masyarakat dan daerah yang tengah dilanda informasi penyebaran virus korona,” ujar Paulus Doni Ruing, tokoh muda Lembata dalam keterangan yang diterima  media ini, Kamis (26/3).

Polce Ruing, demikian sapaannya, menambahkan saat ini Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Jos A Nae Soi sedang bekerja keras dan berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan di daerah untuk mengambil langkah strategis mengantisipasi merebaknya virus korona di daerah. Namun, pada saat bersamaan  masih saja ada kepala daerah yang melakukan tugas keluar daerah dan tidak berada di tempat.

“Kita sangat menyayangkan bila Pak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT masih  memberikan ijin kepala daerah melakukan perjalanan dinas keluar NTT. Padahal, bupati adalah pengambil kebijakan strategis dalam menangani isu korona yang sangat meresahkan warga masyarakat.

Memberikan ijin kepada bupati keluar daerah di tengah isu virus korona sama halnya membuat warga masyarakat di kampung halaman kian sedih. Kami mohon agar hal ini menjadi perhatian Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” lanjut Polce Ruing.

Warga asal Lembata lainnya, Ansel Deri, mengaku pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Wakil Gubernur Josef A Nae Soi agar memperhatikan juga persoalan penyebaran virus korona di Lembata tatkala Bupati Lembata dikabarkan tak berada di Lewoleba, kota Kabupaten Lembata.

“Terkait virus korona, melalui Pak Wakil Gubernur Jos Nae Soi, saya juga meminta agar Pemerintah Provinsi NTT juga memberi perhatian terkait pencegahan dan penanganan virus korona. Apalagi, sejak informasi terkait korona mencuat di TT dua warga Lembata disebut-sebut sebagai orang dalam pemantauan (ODP) yang diduga terpapar virus korona. Kalau benar Pak Bupati Lembata sudah menjalankan tugas keluar daerah sejak Rabu, 18 Maret, maka sebaiknya Pak Gubernur atau Wakil Gubernur meminta agar perjalanan dinas keluar daerah yang tidak urgen ditunda dulu,” ujar Ansel Deri, warga Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur asal kampung Kluang, Lembata.

Menurut Ansel, jika informasi Bupati Lembata masih di Jakarta atau Bekasi, Jawa Barat benar adanya, pihaknya meminta agar setelah tiba di NTT maka Pemerintah Provinsi melalui Satuas Tugas Penanggulangan Virus Korona NTT mengambil langkah-langkah strategis agar mereka yang baru dari daerah Jawa atau sekitarnya perlu dikarantina guna mengindari penyebaran virus korona kepada warga lain.

Hal ini, ujar Ansel, sangat penting mengingat Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang potensial terjadinya penyebaran virus korona. Apalagi, sejak Selasa (17/3) lalu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi sudah mewacanakan pembatasan aktivitas warganya yang bekerja DKI Jakarta. Pembatasan tersebut ditempuh guna mencegah penyebaran virus korona di wilayahnya.

"Warga Kota Bekasi yang bekerja di Jakarta sangat banyak sehingga beliau berencana menutup akses ke DKI Jakarta. Ini bentuk kepedulian Pak Walikota terhadap keamanan warganya,” kata Ansel.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Kamis, 09 April 2020 - 09:45 WIB

Sah, Pemerintah Bebaskan Bayar Bunga KUR untuk UMKM Selama 6 Bulan

Pemerintah memutuskan membebaskan pembayaran bunga dan penundaan pokok angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak Virus Korona (Covid-19),…

Produsen Batubara

Kamis, 09 April 2020 - 09:20 WIB

Industri Batubara Terpapar Covid-19

Berkurangnya konsumsi listrik di negara-negara terdampak Covid-19, mengakibatkan permintaan batubara di negara-negara tersebut turun sehingga berdampak pada terjadinya sedikit over supply batubara…

Gubernur Bank Indonesia (foto Bisnis.com)

Kamis, 09 April 2020 - 09:10 WIB

Cerita Dibalik Tangisan Gubernur BI dan Anggota DPR Melihat Ekonomi Indonesia Tertekan di Gulung Corona

Perry mengungkapkan saat ini terjadi pandemi covid-19 atau virus corona yang mengakibatkan ekonomi sangat tertekan, bahkan ia pun menangis.

Kampanye donasikan ongkosmu yang diinisasi oleh perusahaan iklan global, Dentsu Aegis network

Kamis, 09 April 2020 - 09:01 WIB

Dentsu Kontribusi kepada Pengemudi Online dengan Kampanye #DonasikanOngkosmu

Perusahaan Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia meluncurkan kampanye di media sosial #DonasikanOngkosmu sebagai kontribusi sosial terhadap dampak virus corona (Covid-19) kepada pekerja lapangan,…

Pekerja pabrik di masa covid-19

Kamis, 09 April 2020 - 08:48 WIB

Menperin Agus Harap Pelaku Industri dan Pengelola Kawasan Tetap Berproduksi di masa pandemi covid-19

Selain itu, perusahaan industri serta perusahaan kawasan industri tetap diberi izin untuk menjalankan kegiatan usaha dengan kewajiban memenuhi ketentuan di antaranya melakukan screening awal…