INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga jual timah rata-rata di pasar global diperkirakan dapat mencapai US$21.750 per ton pada 2017, atau lebih tinggi 18,16% dibandingkan harga rata-rata komoditas tersebut pada 2016 sebesar US$18.408 per ton. Demikian diungkapkan Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS).

Advertisement

Riza mengemukakan, terbatasnya pasokan timah ke pasar global akibat pengetatan aturan ekspor timah dari Indonesia dan tingginya permintaan timah di pasaran akan semakin mendorong kenaikan harga jual timah yang cukup tajam pada tahun ini.

Ia menjelaskan, tingginya permintaan timah saat ini seiring dengan maraknya perkembangan industri elektronika, manufaktur dan produk-produk kimia. Permintaan timah terbesar berasal dari Cina, Taiwan, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Advertisement

“Tren kenaikan harga timah pada 2017 ini akan mendorong TINS untuk terus memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan volume produksi timah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/03/2017).

Riza mengungkapkan, salah satu langkah untuk mendukung peningkatan produksi tersebut adalah menambah kapal-kapal penghisap pasir timah untuk dapat segera diolah sehingga kekurangan pasokan seperti yang terjadi pada 2015 tidak akan terjadi lagi.

Advertisement

Ia menuturkan, volume produksi TINS pada tahun ini ditargetkan mencapai 35.550 ton timah, atau lebih tinggi 49,45% dibandingkan dengan realisasi volume produksi sebanyak 23.756 ton.

“Dengan target volume produksi sebesar itu, laba bersih kami pada tahun ini ditargetkan sebesar Rp862 miliar, atau lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan pada 2016 sebesar Rp251,97 miliar,” pungkasnya.***

Advertisement