INDUSTRY.co.id - Jakarta-Perusahaan riset dan konsultasi global Oxford Business Group (OBG) bekerja sama dengan salah satu kontributornya PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia untuk menggelar acara diskusi panel yang membahas berbagai tantangan yang dihadapi pusat perkotaan di Indonesia serta solusi teknologi infrastruktur cerdas untuk menghadapi tantangan tersebut.
Acara yang bertajuk "Pengembangan Infrastruktur Cerdas di Indonesia" ini mempertemukan para stakeholder utama dari sektor konstruksi, infrastruktur, dan real estate dalam rangka membahas bagaimana digitalisasi dapat memajukan berbagai program infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah serta menghemat APBN.
Acara diskusi ini diselenggarakan di Kantor PwC Indonesia Februari 2020 lalu serta mengundang Ridwan Jamaluddin, Deputi III Kementerian Koordinator Kemaritiman Kemenko Maritim dan Investasi. yang juga menyampaikan sambutan pembuka dalam acara.
Sejumlah panelis yang hadir mengikuti acara: Agung Wiryawan, Capital Projects and Infrastructure Partner, PwC Indonesia; Handry Satriago, CEO GE Indonesia; Taufiq Hidayat, CEO PT Property Tbk; Allard M. Nooy, CEO InfraCo Asia; Allan Tandiono, Regional Manager Indonesia Surbana-Jurong-SMEC; dan Prakash Chandran, Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia. Acara diskusi ini dipandu oleh Patrick Cooke, Editor Regional Oxford Business Group sebagai moderator.
Acara diskusi ini membahas sejumlah topik dan analisis terkait dengan teknologi cerdas (smart technologies) yang menyebabkan disrupsi teknologi dan berdampak pada industri serta pembahasan mengenai Building Information Modeling (BIM), teknologi robot, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Peserta diskusi juga membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah dalam mendorong persiapan infrastruktur cerdas di Indonesia serta regulasinya. Selain itu, peserta juga membahas pemindahan ibukota baru ke Kalimantan Timur yang dinilai sebagai peluang yang tepat untuk menerapkan teknologi digital di dalam negeri.
Stephanie Harl, Country Director Oxford Business Group, mengatakan bahwa acara diskusi ini menunjukkan bahwa para pemimpin industri semakin menanti-nanti solusi cerdas yang dapat diterapkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di pusat perkotaan Indonesia dan mendorong pembangunan pusat-pusat perekonomian baru.
“Sama seperti negara-negara berkembang lainnya, pusat perkotaan di Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai macam tantangan, mulai dari masalah banyaknya jumlah penduduk di perkotaan, kemacetan, hingga polusi. Acara yang diselenggarakan oleh OBG ini menunjukkan bahwa para pemimpin industri sangat menantikan penerapan teknologi infrastruktur cerdas dalam skala yang luas dan membahas berbagai peluang bagi investor yang memiliki keahlian dalam menerapkan solusi cerdas ini."
Agung Wiryawan, Partner dari PwC Indonesia mengatakan bahwa kerangka regulasi yang jelas akan mendukung keputusan investasi yang dapat mendorong pembangunan infrastruktur serta pembangunan ibu kota baru. Regulasi ini harus memungkinkan lembaga pemerintah dan investor untuk berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur berskala besar untuk mendukung pengembangan, dari tahap perencanaan hingga tahap implementasi. Solusi digital dapat berperan besar dalam hal ini.
Topik-topik yang muncul dalam acara diskusi ini juga akan dibahas lebih lanjut dalam The Report: Indonesia 2020 yang akan dirilis oleh OBG dalam waktu dekat. Laporan ini akan mencakup analisis berbabagai sektor perekonomian Indonesia secara rinci, peluang investasi dalam negeri, serta menghadirkan wawancara dengan tokoh-tokoh terkemuka dari sektor swasta dan publik.