Parpol Harus Memiliki Ideologi Pancasila Yang Jelas Agar Tak Dikuasai Kepentingan Asing

Oleh : Bambang Soesatyo | Kamis, 20 Februari 2020 - 09:00 WIB

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)
Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Fenomena masuknya pemodal besar ke dalam partai politik bukanlah hal yang baru. Mereka kerap masuk dengan cara membantu kandidat calon ketua umum yang berlaga dalam Munas, Muktamar atau Kongres Parpol yang terbuka.

Ini hal yang biasa. Sah-sah saja. Namun, kita semua juga harus mewaspadai jika ternyata ada agenda tersembunyi di balik bantuan yang diberikan oleh para para pemodal yang kadang membawa kepentingan asing tersebut.

Untuk itu, setiap partai politik dan para elit nya harus memiliki pemahaman ideologi Pancasila yang jelas agar partai politik tidak terkontaminasi dengan kepentingan asing maupun kepentingan para pemilik modal.

Tanpa Terus Menerus Kita Tanamkan Kecintaan Kita Pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD NRI 1945 (PBNU) pada setiap elit parpol dan generasi penerusnya, maka dengan Sistem Demokrasi yang sangat liberal (terbuka) pada saat ini, Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga keutuhan bangsa.

Dikhawatirkan masuknya para pemodal atau kepentingan asing bisa saja berdampak pada penentuan kebijakan ekonomi dan politik Indonesia.

Ini sebenarnya warning dari saya dalam melihat sistem demokrasi kita yang sangat berbiaya tinggi. Dimana hanya orang-orang berkantung tebal yang memiliki peluang menjadi pejabat publik, sebagai ekses merebaknya politik uang mulai dari pemilihan kepala desa, bupati/walikota, gubernur, Pileg hingga Pilpres. Kalau hal ini terus dibiarkan terjadi, bukan tidak mungkin dalam kurun waktu 20 atau 30 tahun mendatang, para pemodal besar dan kepentingan asing melalui para tokoh dan elit parpol dapat sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang akan lahir, naik di legislatifvmaupun di eksekutif untuk kepentingannya.

Mungkin saat ini masih belum terlihat parpol yang terkontaminasi oleh kepentingan pemodal asing. Saya juga yakin para pemimpin parpol, para elit parpol dan politisi di Indonesia saat ini masih mampu berpikir jernih dengan landasan Pancasila dan UUD 1945 untuk tidak menggadaikan kedaulatan NKRI hanya demi syahwat politik sesaat.

Namun, kalau kita tidak secara Terus Menerus Menanamkan Kesadaran dan Kecintaan Kita Pada Pancasila dan NKRI, khususnya pada Generasi muda, maka Bangsa Kita Akan Menghadapi Tantangan Berat dalam menjaga Keutuhan NKRI dalam 20-30 tahun mendatang.

Bambang Soesatyo: Ketua MPR RI

Komentar Berita

Industri Hari Ini

On Robot

Selasa, 07 April 2020 - 22:25 WIB

OnRobot Soft Gripper Brings Highly Flexible, Food-Grade-Certified Handling to Challenging Pick-and-Place Applications

The new OnRobot food-grade Soft Gripper is able to pick a wide array of irregular shapes and delicate items in food and beverage, cosmetics and pharmaceuticals production, as well as manufacturing…

Atal Depari Ketum PWI

Selasa, 07 April 2020 - 22:15 WIB

Lindungi Wartawan, Ketum PWI Atal Depari: Panduan Peliputan Wabah Covid-19 Berlaku Mulai Rabu 8 April 2020

Wartawan yang akan meliput wabah Covid-19 harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai Covid-19. Selain itu wartawan yang sedang dalam status diduga atau dalam pengawasan penyakit Covid-19…

Prajogo Pangestu

Selasa, 07 April 2020 - 21:36 WIB

Tambah Rp10 miliar, Total Gelontoran Sumbangan Covid-19 Prajogo Pangestu Capai Rp40 miliar

Prajogo Pangestu, Founder dan Chairman Barito Pacific Group kembali menyalurkan bantuan untuk penanganan pandemi COVID-19 sebesar Rp 10 Miliar. Bantuan dikirimkan ke Yayasan BUMN Hadir Untuk…

Kuehne + Nagel

Selasa, 07 April 2020 - 21:05 WIB

Kuehne + Nagel launches eShipAsia to meet the logistics needs of Intra-Asia shippers

Kuehne + Nagel launches eShipAsia – an online logistics platform enabling Intra-Asia shippers to optimise every shipment based on the route, transit time and cost instantly.

Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi saat video confrence

Selasa, 07 April 2020 - 20:25 WIB

Pemerintah Antisipasi Harga Gabah Tidak Jatuh di Bawah HPP

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta hektar (ha). Karena itu pemerintah akan mengantisipasi jangan…