Kawasan Industri dan Pertumbuhan 7 Persen

Oleh : Dr. (H.C) Setyono Djuandi Darmono | Kamis, 23 Januari 2020 - 17:48 WIB

S.D. Darmono (dok Jababeka)
S.D. Darmono (dok Jababeka)

INDUSTRY.co.id - Lambatnya ekonomi global membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 diperkirakan hanya bisa mencapai di angka 5 persen. Hal itu karena melambatnya perdagangan dan investasi, ditambah industri manufaktur yang merupakan sektor paling berkontribusi dalam perekonomian domestik juga mengalami penurunan.
 
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menilai, tren perlambatan global untuk perdagangan dan pertumbuhan ekonomi akan berlanjut pada tahun 2020. Artinya, target pertumbuhan ekonomi yang diincar pemerintahan Jokowi sebesar 6-7 persen akan menghadapi jalan terjal.
 
Namun tidak usah cepat cemas. Dengan pasar yang besar, Indonesia masih akan menjadi daya tarik bagi investor asing untuk berinvestasi. Capaian 6-7 persen sebenarnya masih sangat mungkin. Hanya saja perlu adanya gebrakan.
 
Untuk itu, pemerintah harus mempercepat reformasi yang signifikan guna meningkatkan iklim investasi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan kawasan industri yang ada saat ini. Sektor industri manufaktur merupakan sektor yang paling berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. 
 
Wujud nyata langkah tersebut adalah dengan memberikan kepastian hukum, keamanan serta fasilitas yang lengkap. Contoh negara yang berhasil menerapkan ini adalah Singapura. Negara yang dijuluki Kota Singa ini bisa  berhasil karena mampu memberikan kepastian hukum, keamanan dan fasilitas yang lengkap.
 
Singapura membangun negaranya sedemikian megah dan nyaman bagi para wisatawan yang secara tak langsung memperlihatkan bahwa Singapura aman, tertib dan menjanjikan.
 
“Giant shopping mall”
 
Singapura bak giant shopping mall; megah, aman dan membuat pengunjung betah berlama-lama untuk berada di sana. Walaupun nyatanya serba mahal, namun pelayanannya membuat aman dan nyaman. Mulai dari toilet, restoran, pramugari, sistem pembayaran sampai parkir. Tenant atau penyewa toko, seperti restoran dan perkantoran, terjamin fasilitasnya. Mulai dari listrik, air bersih, perawatan dan keamanan dan jaminan jumlah pengunjung karena ada manajemen yang mengelola dan mempromosikan mal secara terus menerus.
 
Kawasan industri juga tak beda dengan giant shopping mall, karena kawasan industri juga butuh kepastian hukum dengan adanya regulasi, sehingga memberi kenyamanan pada tenant, penghuni perumahan dan daerah komersil. Untuk bisa menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para investor, sebaiknya pemerintah membantu penyediaan fasilitas tersebut, seperti air bersih, gas, sarana telekomunikasi meliputi fiber optic, dan layanan cepat selama 24 jam, atau dalam apa yang disebut one stop service.
 
Kawasan industri bisa dikatakan berhasil jika kawasan industri yang memiliki tujuh infrastruktur dasar, yaitu dekat dengan pelabuhan besar (seperti Tanjung Priok untuk mengangkat barang ke kawasan industri atau dari kawasan industri ke pelabuhan), bandara yang sibuk (seperti Soekarno Hatta untuk melengkapi pengangkutan barang maupun manusia dengan cepat), ketersediaan listrik, air yang melimpah, jaringan telekomunikasi, gas yang mencukupi kebutuhan industri, jalan tol yang menghubungkan dengan bandara.
 
Dialog yang menghadirkan akademisi atau konsultan bisa menghabiskan project yang visible sekaligus regulasi yang menguntungkan bagi pengusaha dan daerahnya.
 
Dialog ini bisa dilakukan di kantor bupati, walikota, atau gubernur yang diprakarsai Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia, Apindo, atau universitas. Tujuannya, untuk bersama sama bergotong royong menarik investor asing datang ke daerahnya. Tentu, hal ini membutuhkan peran pemerintah provinsi dan pusat untuk menyetujui adanya regulasi yang khusus, karena kemungkinan berlawanan dengan regulasi dari pemerintah pusat.
 
Jika kita bisa memberi kepastian hukum, keamanan, kenyamanan dan memenuhi infrastruktur dasar, hal itu akan menumbuhkan minat bagi pengelola kawasan industri atau pengusaha untuk membangun kawasan industri di daerahnya. 
 
Kita bisa mengambil contoh dari kawasan industri di Jawa Barat. Pembangunan kawasan industri di Jawa Barat yang dimulai Cikarang, Bekasi, Karawang, telah menghasilkan jutaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang perkirakan di atas 15 persen selama 30 tahun terakhir.  Dan sampai sekarang, Jawa Barat merupakan kontributor terbesar dalam pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia dari segi manufaktur.
 
Jika semua kawasan industri yang ada di Indonesia infrastruktur dasarnya lengkap dan peraturannya menguntungkan pengusaha, investor asing akan berdatangan. Karena “gula-gulanya” sudah banyak dan terpencar rata sampai keluar pulau Jawa. Saya yakin kalau cara ini dilakukan, saya optimis bahwa pertumbuhan ekonomi kita tak hanya bisa menyentuh angka 6 persen, melainkan 7 persen.

 

Penulis: Dr. (H.C) Setyono Djuandi Darmono
Founder President University, Kota Jababeka Cikarang

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani (Foto: Ist)

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:10 WIB

Masuri SH Ketua Kadin Bengkalis Resmi Diakui Pemerintah

Kadin hanya ada satu yaitu pimpinan Rosan Perkasa Roeslani, sesuai Keputusan Presiden nomor 17 tahun 2010 lalu. "Jadi diharapkan Pemkab Bengkalis dan juga Bupati Bengkalis bisa menyikapi ini.…

Menkop dan UKM Teten Masduki bersama Raffi Ahmad saat konferensi pers Rans Carnival

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:02 WIB

Dorong Produk UMKM Naik Kelas, Menkop dan UKM Gandeng Raffi Ahmad Gelar Rans Carnival di 14 Kota

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Raffi Ahmad bakal menggelar Rans Carnival di Indonesia. Hal ini guna mendorong pangsa pasar produk-produk UMKM dalam negeri.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:00 WIB

Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI akan Perkuat Subtansi PPHN

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan kehadiran Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI (K3 MPR RI) sebagai unsur pendukung MPR RI yang diatur dalam Pasal 58 Tata Tertib MPR RI, punya…

Kadin

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:00 WIB

Wagub Steven Kandouw: Kami Hanya Mengakui Kadin Sulut Hangky Arther Gerungan

Melalui pesan singkatnya, Steven Kandouw menegaskan hanya mengakui Kadin Sulut di bawah kepemimpinan Hangky Arther Gerungan. Yang kami akui itu Kadin di bawah kepemimpinan Pak Hengky Gerungan

First Media akan gelar First Festival 2020

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:49 WIB

First Media Hadirkan Berbagai Kegiatan Menarik Lewat Gelaran First Festival 2020, Apa Saja?

Gelaran First Festival ini rencananya akan menghadirkan sederetan musisi dan figur ternama Indonesia yang diselenggarakan pada 4 dan 5 April 2020 bertempat di Parkir Selatan Senayan, Jakarta.