Kawasan Industri Kendal Bakal Jadi Contoh Pengembangan Kawasan Industri di Brebes dan Batang

Oleh : Ridwan | Kamis, 23 Januari 2020 - 15:30 WIB

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menemui Ketua Umum HKI Sanny Iskandar beserta jajarannya (Foto: Dok.Industry.co.id)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menemui Ketua Umum HKI Sanny Iskandar beserta jajarannya (Foto: Dok.Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tahun ini akan melakukan percepatan pembangunan kawasan industri di beberapa daerah seperti Kawasan Industri Batang dan Brebes. Terlebih Jawa Tengah telah memiliki role model pengembangan seperti Kawasan Industri Kendal (KIK).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan, percepatan pembangunan kawasan industri di Jawa Tengah dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% pada tahun 2023.

Menurutnya, pembangunan tersebut akan dimulai tahun ini dan bakal terus berlanjut. Terlebih Jawa Tengah saat ini dijadikan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ini never ending. Tapi yang kecil-kecil sudah berjalan. Batang, begitu masuk satu dua tahun berjalan akan berlanjut terus, menggelinding terus. Kendal sudah berjalan. Brebes akan kita percepat. Mudah-mudahan tahun ini mulai, kalau sudah beres tahun depan masuk konstruksi dan selanjutnya menjual," kata Ganjar Rabu (22/1/2020).

Dijelaskan Ganjar, Kawasan Industri Kendal (KIK) sudah layak dijadikan percontohan. Selain management pengelola yang bagus, pemerintah juga aktif menjalin komunikasi, terutama ketika para pengusaha mengalami kendala.

"Industri Kendal ini bisa jadi contoh untuk kawasan industri lain. Bagaimana mengelola dengan baik, management. dewan, membangun komunitas sampai pada perizinan-perizinan," katanya.

Selain itu, dia juga menyampaikan telah menyiapkan sumberdaya manusia yang kompeten untuk mendukung dunia industri di Jawa Tengah lebih kompetitif. Bahkan Ganjar membuka pintu untuk perusahaan agar berkolaborasi dengan SMK yang berada di Jawa Tengah.

"Saya pesan kepada mereka. Tenaga kerjanya dari Jawa Tengah dong, kami punya SMK banyak. Kerjasama dengan kami lah, nanti kita desain," katanya.

Percepatan pembangunan kawasan industri tersebut tidak terlepas dari penyusunan konsep yang jelas dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam dunia industri. Bahkan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia Sanny Iskandar mengatakan karena kejelasan tersebut perusahaan di sekitar Bekasi dan Karawang sudah mulai bermigrasi ke Jawa Tengah, baik di dalam kawasan maupun di luar kawasan industri.

"Kalau investor datang ke Indonesia, pasti milihnya ke Jawa Tengah. Karena kondusifitas atas dunia industri. Kondusif itu melebihi apapun. Kepala daerah lain mesti seperti ini," jelas Sanny.

Meski demikian, bukan berarti tanpa hambatan. Sanny mengatakan melonjaknya harga tanah untuk dijadikan kawasan industri jadi perkara yang sering dikeluhkan para pengusaha. Namun untuk perizinan, kondusifitas serta dukungan pemerintah, Jawa Tengah juaranya.

"Inti masalahnya dengan spekulan," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sumbangan insan Brilian hadapi Corona

Senin, 06 April 2020 - 16:54 WIB

Kumpulkan Rp 1,5 Miliar, Insan BRILian Turun Tangan Perangi Covid-19

Bank BRI terus mengimbau seluruh kalangan, baik nasabah maupun pekerja BRI yang tergabung dalam insan BRILian, untuk terus menekan penyebaran pandemi Covid-19 sesuai dengan arahan pemerintah.…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Senin, 06 April 2020 - 16:45 WIB

Kalang Kabut Dihajar Corona, Pelaku Industri Minta Tunda Bayar Iuran BJPS Ketenagakerjaan Hingga Kelonggaran Pinjaman Bank

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, salah satu yang diminta oleh perusahaan industri adalah penundaan pembayaran iuran dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.…

Sri Mulyani

Senin, 06 April 2020 - 16:30 WIB

Sri Mulyani Sebut Dampak Covid-19 Lebih "Rumit" Dibandingkan Krisis 1998 dan 2008

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa dampak virus corona atau covid-19 ke sektor ekonomi lebih kompleks dibandingkan krisis keuangan 2008 dan jika dibandingkan juga dengan…

Achmad Yurianto Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI

Senin, 06 April 2020 - 16:30 WIB

Isolasi Mandiri Berbeda dengan Diasingkan

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Achmad Yurianto mengatakan orang yang melakukan isolasi mandiri bukan berarti untuk diasingkan oleh masyarakat.…

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan virus corona, Achmad Yurianto

Senin, 06 April 2020 - 16:10 WIB

Per Hari Ini, 2.491 Orang Indonesia Positif Corona, 209 Meninggal, 192 Sembuh

Kasus virus corona di Indonesia semakin hari kian bertambah. Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, memperbarui data kasus positif virus corona hingga Senin (6/4) pukul 12.00 WIB sudah…