G-LAND

Oleh : Dahlan Iskan | Rabu, 22 Januari 2020 - 08:20 WIB

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

INDUSTRY.co.id - Ya, saya ke Banyuwangi lagi.

Di Banyuwangi sudah banyak yang baru.

Bahkan sudah ada kafe yang terbesar di Indonesia --1,5 hektar. Saya diminta menghadiri peresmiannya: Sabtu sore lalu. Di tengah kota Banyuwangi. Namanya Hedon Cafe.

Juga sudah ada kuliner unik minggu pagi: di Desa Kemiren. Di pinggiran Kota Banyuwangi. Saya juga ke desa itu untuk makan pecel pitik --pecel ayam. Sedap sekali.

Soal Hedon saya heran. Kok ada orang membuka cafe seluas itu. Pohon yang ditanam pun mahal-mahal. Ada pohon yang dibeli dengan harga Rp 500 juta.

Mobil yang dipajang di halamannya juga mahal-mahal: Porche, McLaren, Ferrari, dan entah apa lagi.

Bagian bawahnya ada Excelso. "Betul. Ini Excelso kami yang terbesar," ujar Kevin Mergonoto, putra pemilik kopi Kapal Api itu.

Pemiliknya Hedon sendiri seorang dokter gigi. Yang pengusaha: David. Yang hobinya koleksi mobil murah --untuk ukuran kolektor pesawat.

Tempat prakter dokter giginya pun lux sekali --meja kursi lemarinya merek McLaren. Bahan-bahan untuk crown dan implant gigi ia ciptakan sendiri.

Dulunya David anak miskin --miskin sekali. Untuk sekolah harus sambil bekerja. Kuliah juga sambil cari uang. Akhirnya bisa merancang kursi pasien gigi. Lalu punya pabrik kursi pasien gigi.

Ia buka kafe bukan untuk bisnis. "Untuk mendukung kemajuan Banyuwangi," kata teman saya itu.

Tapi pecel ayam Kemiren tidak kalah keren.

Pecel ayam khas Banyuwangi ini pakai bahan baku kelapa. Ayamnya dibakar dulu. Setelah itu dibumbui santan kelapa.

Tidak hanya pecel ayam. Jalan sempit di Desa Kemiran itu padat makanan desa. Beda rumah beda yang dijual: ayam lodoh, sate jamur sampai sambal sego tempong. Dalam bahasa Osing tempong artinya tampar.

Malam itu saya juga diundang pagelaran batik tahunan. Kali ini temanya 'Batik Blarak Sempal'.

Perancang busana Samuel Wattimena tampil dengan karyanya. Hadir juga perancang busana Didit, anak tunggal Prabowo Subijanto itu.

Pagi-pagi, sebelum kuliner di Kemiren, saya mampir proyek baru. Luasnya hampir 90 hektar. Saya baru tahu: PT Inka membangun workshop begitu besar di Banyuwangi. Saya memang ikut merasakan: pabriknya yang di Madiun sudah sangat sesak.

Jangan-jangan Juni depan saya harus ke Banyuwangi lagi. Ke kawasan yang saya belum pernah ke sana: G-Land.

Bahkan saya belum tahu apa itu G-Land ???

Selama ini saya hanya tahu di mana itu Pantai Plengkung. Betapa hebat pantai itu. Begitu terkenalnya di dunia. Khususnya dunia surfing. Tapi Plengkung masih kalah dengan G-Land. Anda belum bisa dibilang surfer kelas dunia kalau belum surfing di G-Land. Begitulah kata orang asing di seluruh dunia. Mereka justru tidak tahu di mana Plengkung.

Oh ternyata....

G-Land itu ya Plengkung.

Juni tahun depan kejuaraan dunia surfing akan dilakukan di Plengkung.....Di G-Land.

Bahkan G-Land akan menjadi tuan rumah seri ke-3 World Surf League (WSL) Championship Tour 2020.

Olahraga surfing memang ngetop lima tahun terakhir. Sejak World Surf League (WSL) dipimpin wanita satu ini: Sophie Goldschmidt.

Ia orang California. Pemain tenis ternama.

Tiga tahun lalu Sophie dilamar menjadi CEO World Surf League. Dialah yang menggebrak marketing olahraga surf.

Sophie sukses besar. Di arena Facebook, kini surfing mendapat perhatian terbesar ketiga. Mengalahkan sepak bola. Mengalahkan golf. Hanya kalah dari basket dan American football.

Pak Anas, bupati Banyuwangi dapat berkah dari sukses leadership Sophie. Salah satu seri WSL Championship Tour 2020 bisa diputuskan di G-Land. Tanpa Banyuwangi harus mengeluarkan biaya.

Dua kejuaraan dunia dianggap berhasil dilakukan di Banyuwangi. Salah satunya kejuaraan Banyuwangi International BMX 2019 (baca juga: Rider Asing Berjaya di Banyuwangi International BMX 2019). Yang Banyuwangi sangat jeli untuk memiliki trek BMX terbaik.

Membangun trek BMX itu begitu murahnya --kalau bandingannya stadion sepak bola. Ceruk ini begitu sempit. Tapi Anas melihatnya sebagai senjata untuk bisa unggul di dunia di bidang itu.

G-Land.

Namamu kini abadi di hatiku --tanpa menghapus ingatan akan Plengkung.

Dahlan Iskan: Wartawan Senior

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jalan Sinar Mas Land Boulevard Alternatif Kurangi Kemacetan Kota Balikpapan

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:30 WIB

Jalan Sinar Mas Land Boulevard Alternatif Kurangi Kemacetan Kota Balikpapan

Walikota Balikpapan Rizal Effendi bersama jajaran direksi Sinar Mas Land (24/02/20) meresmikan Jl. Sinar Mas Land Boulevard yang merupakan pintu gerbang kedua kawasan Grand City Balikpapan.…

MAI Foundation Mulai Bertransformasi Lewat Layanan Zakat Berbasis Digital

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:27 WIB

MAI Foundation Mulai Bertransformasi Lewat Layanan Zakat Berbasis Digital

Dalam Public Expose 2020 yang mengusung tema “Sustainable Transformation for Philanthropy in Era 4.0” MAI Foundation melakukan strategi ‘Kemudahan Berzakat’.

Kawasan Industri Jababeka (Istimewa)

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:01 WIB

2020, Jababeka Optimis Permintaan Lahan Makin Tinggi

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. memandang permintaan lahan tahun ini akan setinggi tahun lalu.

Galaxy S20 Bawa Angin Segar Untuk Fotografi dengan Sensor Beresolusi Tinggi

Rabu, 26 Februari 2020 - 15:30 WIB

Galaxy S20 Bawa Angin Segar Untuk Fotografi dengan Sensor Beresolusi Tinggi

Apabila Anda berada dalam kondisi pencahayaan yang minim atau objek yang akan difoto terlalu jauh, terkadang mendapatkan sebuah foto yang menarik sangatlah tidak mungkin jika kita tidak menggunakan…

Moduit Dukung Industri Keuangan Digital

Rabu, 26 Februari 2020 - 15:00 WIB

Moduit Dukung Industri Keuangan Digital

Indonesia – Moduit, platform investasi reksa dana daring yang terintegrasi, hari ini kembali meluncurkan tambahan fitur aplikasi yang khusus dikembangkan untuk para penasihat keuangan, Moduit…