Kebijakan Kawasan Hutan Hambat Reforma Agraria

Oleh : Herry Barus | Kamis, 16 Januari 2020 - 09:00 WIB

Kebijakan Kawasan Hutan Hambat Reforma Agraria
Kebijakan Kawasan Hutan Hambat Reforma Agraria

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Reforma agraria yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, masih banyak menghadapi hambatan. Salah satunya adalah kebijakan kawasan hutan yang justru kontraproduktif dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas lahan.

 “Kebijakan kawasan  hutan masih bertahan dengan wajah lama dengan menguasai dua pertiga daratan sebagai kawasan hutan dan hanya mengalokasikan sepertinya sebagai areal penggunaan lain,” kata  Dr Sudarsono Soedomo, Guru Besar Kebijakan Kehutanan Fakultas Kehutanan IPB dalam media briefing terkait penyelenggaraan Simposium Nasional Reforma Agraria Implies Reforma Kehutanan di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

 Sudarsono Soedomo menilai klaim kawasan hutan merupakan problem utama dari persoalan tanah di Indonesia. Jika kebijakan itu terus dipertahankan, Indonesia tidak mandiri secara pangan.

“Dengan penduduk 260 juta dan hanya mengandalkan sepertiga kawasan untuk  memenuhi kebutuhan pangan sangat berbahaya. Indonesia tidak akan pernah mencapai swasembada pangan  terus tergantung pada impor pangan,” kata Sudarsono.

 Di sisi lain, kata Sudarsono, penguasaan lahan kehutanan secara berlebihan tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Terbukti, label hutan sejahterakan masyarakat, selama ini hanya menjadi jargon. Sebagian besar desa yang berada di kawasan hutan tetap miskin

Sebaliknya dari sisi kontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto), non kawasan hutan yang luasnya hanya 35% justru  berkontribusi 99% lebih, sedangkan kawan hutan hanya berkontribusi kurang dari 1%.

 Sudarsono  menyarankan agar kategori penggunaan tanah sebaiknya mengikuti ketentuan tata ruang yang terbagi dalam kawasan budidaya dan kawasan lindung. Ini untuk mengurangi praktik negara dalam negara dan memberi kepastian bagi masyarakat.

Seharusnya, hutan konservasi dan hutan lindung tetap dipertahankan sebagai kawasan lindung dan tidak diganggu.

 “Sebaliknya, istilah kawasan hutan produksi dihapuskan  dan masukkan tanahnya sebagai bagian dari kawasan budidaya agar dapat digunakan sesuai manfaat terbaiknya.”

 Sudarsono berpendapat klaim kawasan hutan yang dilakukan KLHK selama ini telah menciptakan piranti diskriminasi yang menghasilkan ketimpangan. “Akibatnya, masyarakat sulit  melakukan proses produksi yang effisien yang berkelanjutan karena khawatir dengan klaim kawasan  hutan tersebut.”

 Karena itu, kata Sudarsono, penataan regulasi terkait reforma agraria dengan  upaya  mengubah perombakan  dan  pembangunan  struktur  sosial masyarakat  melalui  penataan  kembali  struktur  agraria menjadi sangat penting untuk dikedepankan.

Pernyataan senada dikemukakan Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Prof Hariadi Kartodihardjo.  Hanya saja Hariadi mengingatkan pemerintah perlu berhati-hati agar jangan sampai penataan regulasi  menimbulkan masalah baru seperti korupsi institusional.

“Omnibus Law, ketimpangan penguasaan antara kawasan hutan dan bukan kawasan hutan, ketidakpastian kawasan hutan dan implikasinya terhadap aspek sosial, ekonomi dan ekologi harus benar-benar dikawal,” kata dia.

Ketua Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA)  yang juga dekan Fakultas Kehutanan IPB Rinekso Soekmadi mengatakan,  ketika agaria direformasi,  sektor kehutanan seharusnya ikut direformasi karena mendominasi agraria. 

Hal ini karena berbagai persoalan lahan, khususnya klaim kawasan hutan masih mendominasi konflik masyarakat di berbagai daerah.

“Berbagai perbaikan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan harus dilakukan agar reforma agraria kedepan mampu  mereduksi ketimpangan   struktur   agraria   yang   dipengaruhi   kehutanan. “ kata dia.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Proyek Lapangan Sidayu

Kamis, 24 September 2020 - 12:05 WIB

PGN SAKA Komitmen Tepat Waktu dan Efisiensi Proyek Lapangan Sidayu

Sesuai dengan persetujuan Plan of Development (POD), pengembangan Lapangan Sidayu terdiri dari pembangunan dua wellhead platforms, yaitu Well-Head Platform C (WHP C) dan Well-Head Platform…

Pementasan Ala Broadway dalam Kisah Huana di New York

Kamis, 24 September 2020 - 12:00 WIB

Pementasan Ala Broadway dalam Kisah Huana di New York

Pementasan #BroadwaynyaIndonesia yang bertajuk Kisah Huana di New York ini mengusung tema komedi musikal dan akan ditayangkan pada Sabtu, 26 September dan Minggu, 27 September 2020 pukul 15.00…

Pembangkit Listrik

Kamis, 24 September 2020 - 11:47 WIB

Hingga Juni 2020, Kapasitas Pembangkit Listrik Nasional Mencapai 71 Giga Watt

Angka ini naik 1,3 GW dibandingkan akhir tahun 2019 lalu sebesar 69,7 GW.

Mendikbud Nadiem

Kamis, 24 September 2020 - 11:36 WIB

Kabar Gembira! Mendikbud Tegaskan Tak Akan Ada Sekolah yang Dana BOS-nya Turun, Nadiem: Tahun Depan Naik

 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan tidak akan menurunkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tahun depan. Bahkan Menteri Nadiem memastikan sekolah-sekolah…

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Dipastikan Tingkatkan Perekonomian Tanah Melayu

Kamis, 24 September 2020 - 11:33 WIB

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Dipastikan Tingkatkan Perekonomian Tanah Melayu

Jum’at(25/9/2020), jalan tol pertama di Provinsi Riau ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara virtual.