Orientasi Ekspor Beras, Kementan Bangun Kostraling

Oleh : Wiyanto | Senin, 13 Januari 2020 - 22:07 WIB

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bicara poduksi padi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bicara poduksi padi

INDUSTRY.co.id - Depok - Pemasaran beras berorientasi ekspor menjadi prioritas program Kementerian Pertanian (Kementan). Tahun 2020 Kementan menargetkan ekspor beras sebanyak 500 ribu ton. Dalam rangka mendukung program tersebut, Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman menginisisi program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) yang melibatkan juga usaha-usaha penggilingan.

Dalam menjalankan perannya, Kementan tidak dapat bekerja sendiri, perlu keterlibatan semua pihak baik Kementerian/ Lembaga pemerintah maupun non pemerintah agar dapat bergerak pada aspek hulu hingga hilir termasuk dengan para pengusaha Pengglingan Padi dan Pengusaha Beras yang tentunya dapat berkontribusi positif dalam pembangunan pertanian nasional.

“Modernisasi pertanian dapat terbentuk jika ekosistem pertanianya tersambung dari awal hingga akhir, sehingga apabila pertanian maju maka aspek-aspek lain juga turut maju, “ ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Pencanangan Dan Sosalisasi Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) Tahun 2020 di Margo Hotel, Depok, Jawa Barat, Senin (13/1).

Untuk itu, melalui Kostraling ini Mentan mengajak para pelaku usaha penggilingan padi agar dapat bekerjasama dengan poktan/Gapoktan khususnya yang pernah menerima alat Rice Milling Unit (RMU)/dryer agar saling bantu guna dapat menjaga kualitas produknya, termasuk dalam hal pemasarannya.

“Saya berharap seluruh pelaku usaha penggilingan padi dapat bergabung dengan Kostraling, saya berikan kesempatan kepada yang memang siap dan punya integritas untuk membantu dan berfungsi menjadi muara akhir dari ekosistem pertanian, “ kata Syahrul.

Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pencapaian kualitas beras adalah kadar air, derajat sosoh, kepecahan, rasa dll yang lebih banyak dipengaruhi oleh penanganan Pasca Panen termasuk yang dilakukan dengan alat penggiling atau RMU maupun dengan alat pengering atau Dryer yang biasanya dikelola oleh pengusaha penggilingan yang juga merupakan atau bekerjasama dengan petani/poktan/gapoktan.

“RMU yang baik apabila prosesnya juga baik dan tidak menyisakan broken yang banyak, untuk itu pilihkan saya orang yang mau bertempur dengan saya mulai bulan Maret ini," terang Syahrul.

Lebih lanjut Syahrul menjelaskan bahwa Konstraling dalam hal ini adalah sebagai penanggung jawab dan penyangga di bidang pangan. Mengingat agenda tahun ini Mentan merencanakan akan mengekspor beras ke berbagai negara.

“Tujuan dari Kostraling tidak hanya menyediakan stok beras Nasional, tetapi juga yang sudah berorientasi pada ekspor, karena yang meminta beras dari kita juga sudah ada," jelasnya.

Sementara itu, Syahrul pun menuturkan bahwa bulan Januari mulai memasuki masa panen, sedangkan bulan Februari sudah masuk 30-40 persen dan pada bulan April diprediksi akan menjadi puncak panen di beberapa daerah.

“ Untuk itu perlu kita rumuskan nantinya siapa yang siap untuk menyerap dan menggiling hasil panen dari petani," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Syahrul juga mengungkapkan 3 agenda utama yang akan dijalankan Kostraling antara lain, agenda Quick Wins yaitu agenda untuk penyerapan padi dan gabah pada bulan Maret, lalu agenda Mempersiapkan Kostraling lebih kuat dengan kebenaran sistem dan yang terakhir adalah Permanen agenda yaitu mempersiapkan semua wilayah RMU secara jelas.

“ Intinya adalah penggilingan padi dibutuhkan oleh pertanian, karena tanpa penggilingan padi maka padi tidak akan menjadi beras," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan industri penggilingan harus siap dan sanggup menyerap gabah petani serta memperbanyak lagi gudang-gudang di penggilingan padi.

"Dalam hal ini, Kementan memiliki program Quick wins, dimana penggilingan bermitra dengan petani dan konsumen. Pasokan harus sustain menjadi hal yang paling utama," jelasnya.

Suwandi menyebutkan ada kerjasama dengan penggilingan padi untuk ekspor beras 300 ribu ton tahun ini. Selanjutnya pihaknya akan menindaklanjuti dengan membangun nota kesepahaman.

"Pangsa ekspor yang yang potensial di Timur Tengah, PNG dan negara lain," sebutnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Masyarakat Aparuka Papua Berobat di Pos Satgas 754 Kostrad

Kamis, 09 Juli 2020 - 05:30 WIB

Masyarakat Aparuka Papua Berobat di Pos Satgas 754 Kostrad

Kepercayaan masyarakat terhadap TNI mendorong mereka untuk berobat ke pos Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad yang terletak di Distrik Baobado Kabupaten Deiyai, Papua. Demikian disampaikan…

Mengatasi Aksi Teriorisme Tugas Pokok TNI Selain Perang

Kamis, 09 Juli 2020 - 05:00 WIB

Mengatasi Aksi Teriorisme Tugas Pokok TNI Selain Perang

Pada dasarnya, peran dan keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengatasi terorisme di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dimana salah satu…

Menko Polhukam Tegaskan Jangan Lakukan Demoralisasi Terhadap TNI

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:30 WIB

Menko Polhukam Tegaskan Jangan Lakukan Demoralisasi Terhadap TNI

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Moh. Mahfud MD meyakini jika masa depan Indonesia lebih bagus dan maju asalkan tetap menjaga persatuan. Menurutnya, jangan sekali-kali…

Ilustrasi Jiwasraya (Sindonews.com)

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:30 WIB

Utang Jiwasraya Ternyata Rp18 Triliun, Wamen BUMN Geleng-geleng: Antara Nilai Aset dan Liabilitas Hanya Sepertiga

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengungkapkan bahwa kondisi utang PT Asuransi Jiwasraya (persero) per 31 Mei 2020, berdasarkan utang klaim kepada nasabah mencapai Rp18 triliun atau…

Penanaman 2.000 Bibit Bakau Libatkan Danyonmarhanlan IX dan Danlantamal IX

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:00 WIB

Penanaman 2.000 Bibit Bakau Libatkan Danyonmarhanlan IX dan Danlantamal IX

Komandan Lantamal (Danlantamal) IX Laksamana Pertama TNI Budi Purwanto, S.T., M.M. membuka kegiatan Penanaman 2.000 bibit Bakau bersama Danyonmarhanlan IX Letkol Marinir Syahrial Isnadie dan…