Para Dubes RI Diminta Buka Akses Pasar Pertanian

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 11 Januari 2020 - 15:09 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo hadiri Rapat Koordinasi seluruh Perwakilan RI di luar negeri, pada Kementerian Luar Negeri RI. Secara khusus, Mentan meminta komitmen para Kepala Perwakilan RI ini untuk mendukung peningkatan ekspor pertanian.

"Kementan punya Program Gratieks. Gerakan Tiga Kali Ekspor. Kita mau ekspor kita meningkat tiga kali lipat. Dan ini butuh akses pasar. Saya minta dukungan kalian untuk membuka akses pasarnya," kata Syahrul yang menjadi pembicara bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Syahrul mengungkapkan Kementeriannya siap memfasilitasi kebutuhan bahan pangan, maupun bahan baku industri pangan seluruh negara di dunia. Sebagai contoh, sektor perkebunan Indonesia berkontribusi hingga US$ 14,61 milliar, dan perlu didorong sektor lainnya, mengingat potensinya sangat baik.

"Saya ingin ekspor kita bisa menembus 2000 Trilliun. Dan itu bisa bila kita semua bersama dan bersinergi," tegasnya. Menurutnya pertemuan ini strategis, karena kita punya sumberdaya yang besar, dan petani akan mendapat banyak nilai tambah dengan ekspor, dan tentu membantu devisa negara, ungkapnya.

Kepala Perwakilan RI di Brunei Darussalam, memberi tanggapan agar memaksimalkan pemanfaatan direct trade via natuna, selain melalui Singapura yang selama ini menjadi hub utama di ASEAN. Jalur ini dianggap efektif dapat memangkas waktu dan ongkos pengiriman barang. Selain itu potensi ekspor produk peternakan sangat terbuka di Brunei.

Untuk wilayah Eropa, Kepala Perwakilan RI di Bosnia dan Herzegovina, mengatakan adanya komoditas yang sangat potensial untuk menguasai pasar Bosnia meliputi kakao, kacang tanah, dan palm oil fat.

Pada sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat membuka rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, meminta 70-80 persen tugas para duta besar berfokus pada diplomasi ekonomi.

Menurut Jokowi, Duta besar harus paham terkait perubahan minyak kelapa kopra menjadi avtur. Dia pun meminta para mereka bisa mencari investor.

"Juga yang berkaitan B20, B30, B50 sampai nanti B100 dari CPO, dari kelapa sawit, meskipun para ahli kita ini yang menemukan mereka, tapi siapa yang berproduksi? cari investasi di bidang ini jadi ekspor kita tidak bahan atau raw material lagi," papar Jokowi.

Jokowi berharap para duta investasi bisa membantu melakukan ekspor secara besar-besaran, minimal setengah jadi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Dipastikan Tingkatkan Perekonomian Tanah Melayu

Kamis, 24 September 2020 - 11:33 WIB

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Dipastikan Tingkatkan Perekonomian Tanah Melayu

Jum’at(25/9/2020), jalan tol pertama di Provinsi Riau ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara virtual.

Borgol (Foto ist)

Kamis, 24 September 2020 - 11:23 WIB

Terpidana HS Berhasil Diamankan Tim Kejati Jateng dan Tabur Kejari Purwokerto

Terpidana P binti HS adalah Terdakwa dalam Perkara Tindak Pidana Penipu Sebagai Mata Pencaharian, dimana berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. No. 1644/K/Pid/2011 tanggal 19 April 2011, yang…

Menteri Perindustrian Dukung Penuh Proyek Revamping TPPI

Kamis, 24 September 2020 - 11:21 WIB

Menteri Perindustrian Beri Dukungan Penuh Proyek Revamping TPPI

Dengan selesainya proyek Revamping tersebut pada tahun 2022, TPPI akan dapat meningkatkan produksi Paraxylene menjadi 780,000 ton per tahun, sehingga tambahan produksi tersebut dapat memenuhi…

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

Kamis, 24 September 2020 - 11:15 WIB

Pertumbuhan Ekonomi yang Minus, DPR Dorong Pemerintah Buat Kebijakan Strategis

Pemerintah merevisi proyeksi pada kuartal III - 2020. Diproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV juga akan negatif.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 24 September 2020 - 11:02 WIB

Kang Emil Bawa Kabar Baik! Sejumlah Investor Bakal Bangun 10 Kota Baru di Kawasan Segitiga Emas Rebana

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengklaim, kawasan segitiga emas di Cirebon, Patimban, dan Kertajati (Rebana) dilirik banyak investor. Bahkan, pria yang sering disapa Emil ini menyebut…