INDUSTRY.co.id - Jakarta-Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pecinta alam yang dikenal sebagai Calandra dari UBSI kampus Jatiwaringin turut serta membantu evakuasi warga korban bencana banjir yang menimpa kelurahan Cipinang Melayu. Rabu (01/01/2020).

Advertisement

Hujan deras yang mengguyur sejumlah kawasan di Jakarta dan sekitarnya menyebabkan banjir. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat tujuh kelurahan dari empat kecamatan di Jakarta dilaporkan terendam banjir.

Ketujuh kelurahan itu antara lain Kelurahan Makasar, Kelurahan Pinang Ranti, Halim Perdana Kusuma, Kampung Melayu, Rorotan, Rawa Buaya, dan Manggarai Selatan. Selain di Jakarta, banjir juga melanda merendam sejumlah daerah di Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Lebak.

Advertisement

Sekitar 15 orang mahasiswa yang tergabung dalam UKM Calandra ini turut membantu evakuasi warga dan ikut membagikan bantuan berupa makanan serta air mineral. Ikrima Ramadhani, selaku ketua Calandra menyebutkan bahwa membantu sesama merupakan kewajiban.

“Terselenggara kegiatan membantu ini atas inisiatif saya sebagai ketua di UKM Calandra, dan juga dekat Sekretariat Calandra Adventures. Tentunya ini juga sudah menjadi kewajiban kami untuk menolong, sebagai sesama manusia,” ujar Ikrima.

Advertisement

Ikrima menyampaikan bahwa masyarakat sebaiknya lebih mengutamakan keselamatan jiwa dibanding harta benda, dan lebih peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar tempat tinggal masing-masing.

Dengan membuang sampah pada tempatnya, mengubur barang bekas tak terpakai, serta membuat selokan serapan air di depan pagar rumah atau biopori sigap terhadap segala sesuatu yang teradi di sekitar.

Advertisement

“Untuk korban banjir sebaiknya secepatnya memberikan informasi bahwa ada anggota keluarga lansia atau balita yang membutuhkan pertolongan segera, jika masih ada harta benda yang masih bisa diselamatkan bisa diamankan akan tetapi sebaiknya prioritaskan dulu untuk amankan jiwa anda sendiri dan kelarga dari pada harta benda berharga. Serta Untuk kedepannya, lebih bisa menjaga kebersihan lingkungan dan mencintai alam sehingga alampun mencintai kita,” ungkapya.

Ia pun mengungkapkan bahwa bencana alam memang tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan bagaimana itu terjadi dan bisa menimpa siapapun, tidak memandang ras, suku, agama, gelar, jabatan dan harta. Kita diciptakan sebagai mahluk sosial yang berkewajiban membantu sesama yang militan agar kuat menghadapi cobaan bencana alam yang menimpa.