INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), produsen kain garmen, terutama untuk seragam militer di Indonesia dan luar negeri, akan menerbitkan obligasi global bernilai US$150 juta. Penerbitan tersebut akan dilakukan melalui anak usahanya, Golden Legacy Pte. Ltd yang berkedudukan di Singapura.

Advertisement

Obligasi global tersebut akan dijamin oleh SRIL dan PT Sina Pantja Djaja, serta akan diperdagangkan dan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (Singapore Stock Exchange/SGX).

“Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan Golden Legacy untuk pelunasan surat utang berbunga 9% per tahun yang akan jatuh tempo pada 2019 bernilai US$89,3 juta,” ujar Welly Salam, Corporate Secretary SRIL, Selasa (21/03/2017).

Advertisement

Welly menjelaskan, pelunasan utang yang akan jatuh tempo tersebut akan membuat likuidtas perseroan menjadi lebih fleksibel. Setelah pelunasan itu, Golden Legacy akan menyalurkan sisa dana hasil obligasi tersebut ke Golden Mountain Textile and Trading Pte, Ltd yang juga masih terafiliasi. Setelah itu, Golden Mountain barulah akan meminjamkan dana itu ke SRIL.

Moody's Investor Service memberikan peringkat B1 untuk obligasi baru yang akan jatuh tempo pada tahun 2024 itu. Moody's menyebut, selain digunakan untuk pelunasan utang, SRIL juga akan membayar kembali medium term notes bernilai US$30 juta yang akan jatuh tempo pada Oktober 2017.

Advertisement

Brian Grieser, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody's, mengatakan, peringkat B1 mencerminkan marjin EBITDA yang solid, yaitu mencapai 20% dan pertumbuhan pendapatan serta laba bersih yang masih konsisten.

"Selain itu, pelanggan SRIL yang kuat dan diversifikasi penjualan yang luas juga menjadi pertimbangan untuk peringkat tersebut," ujar Brian. 

Advertisement

SRIL memiliki debt to EBITDA 4,3 kali di akhir Desember 2016 dan dianggap memiliki profil likuiditas yang baik. Outlook positif yang diberikan Moody's juga mencerminkan laba bersih SRIL masih akan tumbuh, didorong dari permintaan produk garmen dan tekstil di tahun 2017.***