Indonesia- Inggris Tingkatkan Kerja Sama Riset dan Inovasi

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 28 Desember 2019 - 11:00 WIB

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro, menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, pada Jumat (27/12/2019).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mendiskusikan program-program kerja sama bilateral bidang Iptek dan Inovasi yang sedang berjalan, maupun yang akan direncanakan kemudian antara Indonesia dan Inggris setelah restrukturisasi kementerian dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menjadi Kemenristek/BRIN.

Duta Besar Owen Jenkins menyampaikan sejumlah agenda berkenaan dengan program-program  Newton Fund seperti  Newton Prize yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 14 Januari 2020 dan di London pada 12 Februari 2020. “Saya mengundang Bapak Menristek/Ka.BRIN untuk dapat hadir pada kedua kegiatan tersebut dan memberikan informasi tentang perkembangan kebijakan Iptek dan Inovasi, serta program prioritas Kemenristek/BRIN 5 (lima) tahun ke depan”, ujar Duta Besar Owen Jenkins.

Selain itu, Duta Besar Owen Jenkins juga menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Inggris di Jakarta akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Attachè’s Networks. Kegiatan Attachè’s Networks_akan mempertemukan para  science attaché_dari negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Belanda, Australia dan New Zealand. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memahami struktur organisasi, prioritas dan arah kebijakan Kemenristek/BRIN, antara lain perijinan penelitian asing (foreign research permit - FRP), sehingga negara-negara yang tergabung dalam pertemuan tersebut dapat berkontribusi secara maksimal dalam bekerja sama dengan Kemenristek/BRIN.

“Sebagaimana yang telah saya sampaikan juga kepada Dubes Amerika Serikat, saya akan berusaha hadir atau mengutus Deputi Menteri Risbang untuk hadir dan menjelaskan secara detil tentang peraturan terkait perizinan peneliti asing, agar jelas dan tidak mempercayai rumor yang beredar terutama terkait dengan sanksi kepada peneliti asing. Indonesia akan mendukung kerjasama penelitian bersama-sama mitra asing berdasarkan *mutual benefit*, jadi tentu saja Kementerian kami tidak akan mempersulit perijinan penelitian asing, asal peneliti asing mengikuti prosedur yang berlaku. Saya akan menugaskan Deputi Menteri Risbang dan jajarannya untuk mensosialisasikan kembali peraturan tersebut secara berkesinambungan ”, jelas Menristek Bambang menanggapi.

Menristek Bambang juga mengungkapkan respon positifnya atas kegiatan-kegiatan kerjasama Iptek Indonesia Inggris yang telah berjalan dan berharap Kemenristek/BRIN dapat turut berkontribusi secara optimal pada kegiatan-kegiatan tersebut. Beliau juga turut menyampaikan bahwa Kemenristek/BRIN saat ini berusaha mewujudkan inovasi dengan cara menghilirisasikan ( _downstreaming_) aktivitas riset ke arah komersial melalui 3 (tiga) prioritas sebagai berikut:

(1) Memenuhi kebutuhan inovasi yang dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti dari kalangan nelayan dan petani (pertanian dan perikanan),

 

(2) Mempromosikan dan atau menciptakan inovasi yang dapat menghasilkan nilai tambah ('added value innovations'),

(3) Berupaya untuk lebih meningkatkan konten lokal dalam penciptaan teknologi dan inovasi di Indonesia.

Sehubungan dengan _Memorandum on Understanding_ (MoU) bidang Riset dan Inovasi yang telah habis masa berlakunya pada Juli 2019, Indonesia dan Inggris berencana untuk memperpanjang MoU tersebut dan merampungkannya pada Januari 2020 agar kerja sama Indonesia dan Inggris ke depan dapat bernaung dalam suatu payung hukum.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada Marsudi, serta Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ocky Karna Radjasa.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika menghadiri peresmian fasilitas produksi viscose rayon PT Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau

Jumat, 21 Februari 2020 - 20:30 WIB

Bahan Baku Terpenuhi, Menperin Genjot Industri TPT Nasional

Industri tekstil dan produk tesktil (TPT) diyakini akan semakin tumbuh berkembang dengan ketersediaan bahan baku dari dalam negeri.

Samsung Galaxy Z Flip

Jumat, 21 Februari 2020 - 19:29 WIB

Samsung Kenalkan Smartphone Layar Lipat Terbaru, Galaxy Z Flip

Saat dilipat, Galaxy Z Flip tampil nyaman dalam genggaman, serta mudah disimpan. Ketika dibuka, layar berukuran hampir dua kali lipat – menampilkan layar 6.7 inci.

Kerjasama Penyediaan Produk Beton dan Jasa Konstruksi untuk Pembangunan dan Pemeliharaan Bangunan serta Fasilitas Pendukung di Area Bandara

Jumat, 21 Februari 2020 - 19:22 WIB

Angkasa Pura Properti dan Waskita Beton PrecastTandatangani Kerjasama Pembangunan dan Pemeliharaan Area Bandara

Jakarta-Sinergi anak usaha BUMN dalam pembangunan dan pemeliharaan area bandar udara dilakukan oleh PT Angkasa Pura Properti, anak usaha dari pengelola bandara PT Angkasa Pura I (Persero), dan…

realme C3

Jumat, 21 Februari 2020 - 19:07 WIB

realme Resmi Meluncurkan realme C3 Triple Camera Game Monster di Indonesia

realme C3 menghadirkan pengaturan kamera belakang 12MP + 2MP + 2MP. Kamera utama 12MP-nya memiliki aperture besar F/1.8 dan ukuran piksel 1,25μm yang besar. Konfigurasi kamera tersebut dapat…

Pelajar diedukasi pembasmian hama tanaman

Jumat, 21 Februari 2020 - 18:45 WIB

Kementan Giat Pengendalian Ulat Grayak Frugiperda

Kementan terus lakukan upaya pengendalian Ulat Grayak Frugiperda (UGF) dengan pendampingan Gerakan Pengendalian (Gerdal) bersama seluruh instansi terkait.