"Impor Ekspor" Antar Desa

Oleh : Ramadhan Subakti | Jumat, 20 Desember 2019 - 10:21 WIB

Ramadhan Subakti
Ramadhan Subakti

INDUSTRY.co.id - Desa yang berada di Indonesia dikelilingi potensi-potensi seperti sumberdaya alam, kebudayaan dan kearifan local yang istimewa. Ini akan berdampak terhadap  percepatan aktivitas perekonomian yang ada di wilayah setempat. 

Namun sulitnya akses informasi tentu menjadi hambatan yang dirasakan masyarakat tingkat Desa dalam mewujudkan hal tersebut. Pemerintah Daerah dalam hal ini perlu memanfaatkan keunggulan tersebut.

Menurut mahasiswa Universitas Presiden, Ramadhan Subakti Desa merupakan garda terdepan dalam membangun perekonomian di suatu wilayah dan memberikan kesempatan Perangkat Desa menjadi Pelaku Utama.

Salah satu strategi yang perlu dilakukan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakatnya yaitu dengan membuat layanan informasi berbasis technologi untuk diharapkan mampu memecahkan masalah-masalah social ekonomi masyarakat.

“Cara kerja technologi memerankan Desa sebagai penyedia layanan informasi dan distributor, bukan penyedia barang atau logistik. sedangkan masyarakat atau kelompok wiarausaha sebagai penyedia atau produsen”. ujar Mahasiswa Presiden tersebut. “seperti, desa tersebut penghasil lobster, bisa di Impor ke Desa yang memang basisnya Perkotaan”
 
Pendekatan selanjutnya diharapkan antar desa saling mendukung kebutuhan mendasar masyarakatnya. Baik itu tentang kebutuhan Premier Sandang, Pangan dan Papan maupun kebutuhan tersier masyarakat  bisa sampai dan diterima langsung tanpa membutuhkan waktu dan jarak tempuh yang terlalu jauh. 

Pemerintah daerah berusaha meramu startegi pemasarannya agar masyarakat menggunakan layanan tersebut agar Impor antar Desa ini tidak terjadi di satu wilayah saja.


Penulis : Ramadhan Subakti
Mahasiswa Jurusan MM. Tech. Universitas President

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama PT Pupuk Kujang Bambang Eka Cahyana meninggal dunia, pada Jumat, 3 April 2020.

Jumat, 03 April 2020 - 14:14 WIB

CEO Pupuk Kujang Meninggal Dunia

Jakarta-Kabar datang dari BUMN pupuk tanah air, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Bambang Eka Cahyana meninggal dunia, pada Jumat, 3 April 2020.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (persero) Aas Asikin Idat (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 03 April 2020 - 14:00 WIB

Sejumlah Tantangan Bisnis Selama Delapan Tahun Ditewati Pupuk Indonesia

Tepat pada hari ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Pupuk genap berusia 8 tahun. HUT yang mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Demi Indonesia” ini diperingati dengan suasana…

Hotel (Ilustrasi)

Jumat, 03 April 2020 - 13:15 WIB

Per Kamis Kemarin Jumlah Hotel yang Tutup Capai 826, Ini Respon Menparekraf

Jumlah hotel yang menutup sementara operasionalnya di tengah pandemi virus corona (COVID-19) bertambah. Per hari ini, sudah 826 hotel terpaksa tutup karena tak lagi memiliki pengunjung.

Ilustrasi pernikahan (Foto Ist)

Jumat, 03 April 2020 - 13:06 WIB

KUA Enggan Layani Akad Nikah, Gara-gara Corona?

Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menerbitkan edaran baru terkait protokol penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) pada pelayanan kebimasislaman. Edaran yang ditujukan ke Kepala Kanwil…

Shopee Donasi dan Subsidi 1 Juta Masker untuk Indonesia

Jumat, 03 April 2020 - 13:00 WIB

Shopee Donasi dan Subsidi 1 Juta Masker untuk Indonesia

Shopee, platform e-commerce terpercaya di Asia Tenggara dan Taiwan, kembali memberikan donasi dan subsidi sebanyak 1 juta masker untuk dokter dan tenaga medis melalui Badan Nasional Penanggulangan…