INDUSTRY.co.id - Jakarta - Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish harami setelah menyentuh target Moving Average 200 hari yang berada di kisaran 6270.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebutkan, pergerakan ini memberikan signal terkoreksi lanjutkan secara jangka pendek dan akan berpeluang kembali menguji support Moving Average 5 hari hingga 50 hari yang berada dikisaran 6238 dan 6170. Indikator Stochastic berpeluang dead-cross pada area overbought dengan RSI bearish reversal momentum.
"Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertekan diakhir pekan dengan support resistance 6200-6268," kata dia di Jakarta, Jumat (20/12/2019).
Saham-saham yang masih cenderung menarik secara teknikal diantaranya; LSIP, BBTN, BJBR, PGAS, BSDE, CTRA, MAPI.
IHSG (-0.59%) ditutup turun 37.32 poin kelevel 6249.93 lebih dari setengah persen dengan saham-saham sektor pertanian (-1.85%) dan Infrastruktur (-1.41%) terhempas lebih dari sepersen. Terkoreksinya harga CPO dari level optimis menjadi katalis setelah berhasil melonjak sejak bulan lalu. Saham-saham telekomunikasi kompak melemah dimana EXCL (-3.30%) dan TLKM (-2.26%) turun cenderung psimistis. Hasil rapat gubernur bank Indonesia yang diselengarakan siang ini tidak mampu menahan aksi jual pada IHSG. Bank Indonesia menahan suku bunga setelah memangkas 100 poin ditahun ini dengan inflasi masih dalam kisaran target. Bank Indonesia juga melihat pergerakan rupiah masih stabil pada tahun depan dengan perkiraaan defisit transaksi berjalan dikisaran 2.7% dari PBD tahun ini dan 2.5% dan 3% di tahun depan.