INDUSTRY.co.id - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global, para pemimpin perusahaan bisa melihat peluang lebih detil mengenai potensi bisnis. Apabila para pemimpin perusahaan bisa melihat peluang tersebut, maka bisa dipastikan perusahan akan maju.

Advertisement

Menurut Sandiaga Salahuddin Uno, Pendiri Saratoga Investama Sedaya TBK, pusahaan juga harus melihat peluang usaha UMKM. Bukan malah memberangus atau menahan pertumbuhan UMKM. Sebab, sejarah pernah mencatat bila UMKM pernah menjadi penyelamat.

“Tahun 1998 tulang punggung ekonomi kita adalah UMKM. Tetapi kebijakannya banyak berpihak ke perusahaan besar. Kesempatan sekarang kita gunakan untuk menghargai Dan apresiasi UMKM. Bangsa kesulitan bangkit banyak bergantung pada UMKM,” katanya dalam acara Most Admired CEO 2019 yang digelar Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Advertisement

Menurut dia, para pemimpin perusahaan tidak perlu larut mengenai prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dibawah 5%.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan, seharusnya para pemimpin perusahaan bersatu dan bangkit memajukan ekonomi Indonesia.

Advertisement

“Indonesia tumbuh lima persen, tetapi kalau Indonesia terpecah belah, kita belum tentu bisa bersaing. Kita harus bergandengan tangan melihat bahwa peluang ini harus digunakan untuk konsolidasi,” katanya.

Ia yakin ekonomi Indonesia penuh dengan peluang. Karena apa, ini eranya milenial. Mereka mendominasi populasi kita dalam hal apapun.

Advertisement

"Saya yakin para senior di sini (CEO/pemimpin Perusahaan) bisa mengkalkulasi ulang peran milenial di organisasi mereka masing-masing. Tentunya kita harus kenali siapa milenial tersebut,” katanya.

59 CEO Unggulan Sementara, CEO & Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan mengatakan, gelaran Most Admired CEO 2019 merupakan yang ke-11. Acara ini merupakan apresiasi dalam wujud penghargaan terhadap CEO perusahaan yang mampu menunjukkan kualitas dan citra sebagai CEO Idaman terbaik pilihan karyawan dan pembaca Warta Ekonomi.

"Penghargaan diberikan kepada CEO perusahaan yang mampu menunjukkan kualitas dan citra sebagai CEO Idaman terbaik. Yakni CEO yang diakui masyarakat karena telah teruji, memiliki reputasi, visi dan inovasi, dan berhasil membawa perusahaan yang dipimpinnya tumbuh dan berkembang," paparnya.

Dalam proses penilaian, tim riset Warta Ekonomi menggunakan riset kuantitatif dengan metode kuesioner online terhadap 1.500 responden dalam kurun akhir Oktober-November 2019 untuk menjaring persepsi responden mengenai CEO-CEO yang diidam-idamkan responden.

"Jumlah responden tersebar di berbagai kota dan merupakan karyawan tetap dengan jabatan manager, general manager, maupun direktur yang telah bekerja minimal tiga tahun pada perusahaan swasta nasional, perusahaan BUMN, ataupun perusahaan asing," ungkapnya.

Dari hasil penilaian tim riset, lanjutnya, diperoleh 59 CEO perusahaan yang memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Sejumlah nama yang mengemuka adalah Ahmad Baiquni (BNI), Vishal Tulsian (Bank Amar), Wendy Yap (Nippon Indosari Corpindo), Hemant Bakshi (Unilever), Nicke Widyawati (Pertamina), Faik Fahmi (Angkasa Pura I), Tumiyana (Wijaya Karya), Santosa (Astra Agro), Anthoni Salim (Indofood), Warih Andang Tjahjono (Toyota).