INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menumbuhkan wirausaha baru di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) melalui program Santripreneur.

Program santripreneur merupakan salah satu wujud konkret dari upaya pemerintah dalam menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan para santri di Pondok Pesantren.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih baik adalah tugas dan tanggung jawab bersama antara Pemerintah dengan masyarakat.

"Oleh karena itu saya mendorong agar para santri selepas lulus dari pondok pesantren tidak hanya menjadi guru di Mushola atau Masjid tapi juga menjadi seorang Santripreneur," kata Gati seusai membuka Bimbingan Teknis Produksi dan Fasilitasi mesin/peralatan Konblok (Paving Blok) untuk Pondok Pesantren Darunnajah 14 di Jakarta, Senin (25/11).

Program Penumbuhan Wirausaha Baru IKM di pondok pesantren Darunnajah khususnya Pospes Darunnajah 14 di Serang, Banten ini diberikan dalam bentuk Bimbingan Teknis Produksi dan Fasilitasi mesin/peralatan Konblok (Paving Blok).

"Peserta bimbingan teknis yang merupakan santri dan alumni serta pengurus pondok pesantren diharapkan pada akhirnya akan menjadi wirausaha yang mandiri dan dapat menjadi pionir bagi santri lainnya untuk maju dan berkembang dalam berwirausaha," tutur Gati

Gati menambahkan, fasilitasi mesin/peralatan produksi produk Konblok diberikan kepada pondok pesantren Darunnajah 14 dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan bagi pondok pesantren sebagai unit bisnis yang baru.  

Dijelaskan Gati, pondok pesantren dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Pondok pesantren memiliki  peran sebagai “Agent of Development” yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Agama sampai Agustus 2019, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.194 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.290.626 santri. Dari total 28.194 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren (80%) diantaranya tersebar di 4 (empat) provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

"Pondok pesantren memiliki potensi dalam penyediaan sumber daya manusia, yaitu para santri yang berkualitas, ulet, sabar, jujur dan tekun," ungkap Gati.

Dengan jumlah pondok pesantren dan santri yang cukup besar, pondok pesantren memiliki potensi yang strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional, salah satunya melalui penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren.

Dari tahun 2013 hingga saat ini, program santripreneur telah menjangkau 45 Pondok Pesantren di seluruh Indonesia dan telah menelurkan lebih dari 8.000 santripreneur.

"Tahun ini sudah kami sudah menjalankan program santripreneur di 20 Ponpes, dan insya allah Desember nanti kita juga akan gelar Bimtek di Ponpes Malang," terangnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darunnajah 14, Serang, Banten Fajat Suryono menyambut baik program Bimtek Produksi dan Fasilitasi mesin/peralatan Konblok (Paving Blok) di lingkungan Ponpes-nya.

"Ini merupakan satu kehormatan bagi kami mendapat dukungan yang sangat besar dari Kemenperin berupa peralatan mesin yang sangat berguna," kata Fajar.

Dikatakan Fajar, pihaknya akan menjaga dan merawat seluruh fasilitas mesin da  peralatan yang dihibahkan kepada kami.

"Ini dalam rangka melatih diri para santri agar tidak me jadi beban bagi masyarakat setelah mereka lulus nanti. Ini juga merupakan salah satu pintu masa depan yang cerah bagi para santri," ungkapnya.