Bamsoet: Tarik Investor Asing, Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju Harus Pangkas Regulasi Perizinan dan Pajak

Oleh : Herry Barus | Kamis, 21 November 2019 - 04:00 WIB

Ketua MPR Bambang Soesatyo
Ketua MPR Bambang Soesatyo

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap Korea Selatan dan Korea Utara bisa membangun dialog yang produktif saat bertemu dalam ajang The 5th Meeting of Speakers of the Eurasian Countries Parliaments 2020/MSECP (Pertemuan Parlemen Negara-Negara Eurasia ke-5) yang akan diselenggarakan di Jakarta tahun 2020 mendatang. Hal ini juga sesuai permintaan Korea Selatan yang pada saat pemilihan tuan rumah MSECP tahun lalu meminta Indonesia menjadi fasilitator mengundang Korea Utara dalam pertemuan MSECP 2020.   

"Kita tentu sangat berharap hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara bisa berlangsung damai. Sebagaimana diamanahkan dalam pembukaan UUD NRI 1945, Indonesia siap jika memang dibutuhkan menjadi jembatan perdamaian antara Korea Selatan dengan Korea Utara," ujar Bamsoet saat menerima Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, H.E. Mr. Kim Chang-beom, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/19).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi 2.200 perusahaan asal Korea Selatan yang berinvestasi di Indonesia. Perusahaan tersebut bergerak di industri padat karya seperti tekstil dan elektronik, sehingga turut berkontribusi dalam penyerapan satu juta lebih tenaga kerja Indonesia.

"Karena itulah Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju harus fokus menjaga iklim investasi di Indonesia tetap kondusif. Tak perlu memikirkan tentang politik yang menjadi tugas lembaga legislatif, Tim Ekonomi harus fokus memangkas regulasi perizinan, pajak yang kompetitif, serta membangun kemudahan berusaha agar selain bisa menarik minat investor datang ke Indonesia, juga bisa menjaga para investor yang sudah berinvestasi di Indonesia tak melakukan relokasi ke negara lain," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju, beberapa waktu lalu Presiden Jokowi dengan tegas menyoroti kekalahan Indonesia dari berbagai negara ASEAN lainnya dalam menarik investor. Disaat 33 perusahaan asing merelokasi bisnisnya dari Tiongkok, tidak ada satupun yang datang ke Indonesia. 23 perusahaan pindah ke Vietnam, 10 lainnya ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand.

"Padahal perang dagang Amerika - Tiongkok, selain membuat ekonomi dunia berguncang, juga bisa mendatangkan peluang bagi Indonesia. Sebagaimana yang diterima oleh Malaysia, Kamboja, dan Thailand yang berhasil menarik investor yang merelokasi pabriknya dari Tiongkok. Jangan sampai peluang investasi dari Korea Selatan juga terbuang sia-sia lantaran iklim ekonomi dan rumitnya perizinan serta prosedur yang berbelit," pungkas Bamsoet.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

Kamis, 12 Desember 2019 - 06:51 WIB

IPCC Bagi Divident Interim dari Laba 70 Persen

Jakarta - Sebagai bentuk komitmen peningkatan value kepada para pemegang saham dan stakeholders, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) akan membagikan dividen interimnya.

Stefan Doboczky (CEO) bersama pimpinan Lenzing AG di Austria

Kamis, 12 Desember 2019 - 06:00 WIB

Lenzing Raih Status CSR-Gold dari EcoVadis

The Lenzing Group, yang merupakan perusahaan terdepan dalam pelestarian iklim, anggota dari CEO Climate Leaders Group dalam World Economic Forum, dan salah satu penandatangan United Nations…

Panglima TNI TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Kamis, 12 Desember 2019 - 05:00 WIB

Panglima TNI : Bangga Atas Prestasi Yang Telah Di Raih Tim Karate Indonesia Pada Sea Games 2019

Panglima TNI TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang telah di raih oleh Tim Karate Indonesia pada Sea Games 2019 dengan meraih 2 medali…

Pada Rabu (11/12/2019), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar acara akad massal KPR FLPP. Kegiatan tersebut merupakan realisasi dari kebijakan Pemerintah untuk memberikan kuota FLPP tambahan kepada Bank BTN.

Rabu, 11 Desember 2019 - 21:02 WIB

BanK BTN Gelar Akad KPR Massal untuk Eksekusi Kuota FLPP Tambahan

Jakarta-Di Hari Ulang Tahun KPR ke 43 . yang jatuh tanggal 10 Desember lalu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan mendapatkan tambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 11 Desember 2019 - 20:45 WIB

Kemenperin Bakal Tuntaskan 7 Tantangan Sektor Industri di Tanah Air

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus memacu pengembangan industri nasional agar lebih berdaya saing di kancah global. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni mengidentifikasi berbagai…