DPR dan Kementan Setujui Subsidi Pertanian

Oleh : Wiyanto | Selasa, 19 November 2019 - 07:04 WIB

Pupuk Bersubsidi Ilustrasi (ist)
Pupuk Bersubsidi Ilustrasi (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Komisi IV DPR RI menerima usulan perubahan komposisi pagu anggaran tahun 2020 pada lingkup Kementerian Pertanian (Kementan). Selain itu, DPR juga menerima penjelasan usulan alokasi anggaran subsidi pupuk sebesar 7,94 juta ton.

"Menerima usulan subsidi pupuk dengan rincian pupuk urea sebanyak 3, 27 juta ton atau setara dengan Rp11, 34 triliun. kemudian SP-36 sebanyak 500 ribu ton atau setara dengan Rp1, 65 triliun, ZA sebanyak 750 ribu ton atau setara dengan Rp1,34 triliun," ujar Ketua Komisi IV, Sudin dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian, kemarin Senin malam (18/11).

Sudin menjelaskan, subsidi itu juga meliputi pupuk buatan NPK sebanyak 2,70 juta ton atau setara dengan Rp 11,12 triliun, serta pupuk organik atau kompos dengan kualitas tertentu yang jumlahnya setara dengan Rp1,14 triliun.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku akan melakukan kajian yang mendalam terkait semua usulan dan masukan dari DPR. "Secara teknis Tentu saya coba mengkaji apa yang menjadi berbagai masukan dari forum rapat kerja in, termasuk masalah pupuk" katanya.

Menurut Syahrul, Kementan juga akan memperkuat produksi pangan melalui konsolidasi dengan berbagai lembaga dan kementerian lain, serta melakukan kajiannya secara komprehensif.

"Semuanya akan saya siapkan dengan baik dengan melibatkan berbagai pihak, tidak hanya kami di Kementan namun juga barangkali dari pakar perguruan tinggi secara bersama mementingkan kepentingan rakyat," katanya.

Untuk diketahu, Kementan sendiri sudah menetapkan target produksi Padi sebanyak 59,15 juta ton. Kemudian produksi jagung sebanyak 30,35 juta ton, kedelai 1,12 juta ton, bawang merah 1,52 juta ton dan cabai 2,57 juta ton.

Di samping itu, ada juga target meningkatkan bawang putih 0,08 juta ton, daging sapi atau kerbau 0,45 juta ton, tebu 2,46 juta ton, kelapa 2,91 juta ton, kakao 0,65 juta ton, kopi 0,76 juta ton dan target karet sebanyak 3,59 juta ton.

"Kami juga sudah menyiapkan benih, saprodi, alsintan dan peralatan lain untuk mengantisipasi El-Nino tahun 2020. Kemudian meningkatkan bio diesel dari B20 ke B30, selanjutnya melakukan sosialisasi dan bantuan benih, juga membentuk kelompok petani peduli api," tukasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi inflasi

Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:10 WIB

BPS: Kenaikan Harga Makanan, Minuman dan Tembakau Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Bulan Juni

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi Juni 2020 sebesar 0,18% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,06.

Fisioterapis Dilibatkan Dampingi Persebaya Saat Latihan

Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:00 WIB

Fisioterapis Dilibatkan Dampingi Persebaya Saat Latihan

Tidak bergulirnya roda kompetisi bukan berarti pemain Persebaya bebas dari tanggung jawab menjaga kondisi. Oleh karena itu, Anggara Dwi Samudra, berinisiatif mengajak para pemain yang berada…

Ilustrasi Hipnoterapi (ist)

Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:44 WIB

Banyak Warga Butuh Layanan Hipnoterapi, AHKI Susun Protokol Aman COVID-19 di Ruang Praktek

Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia (AHKI) menyusun protokol khusus menghadapi new normal. Ini mengakomodasi keinginan masyarakat yang sejak sebelum pandemi banyak yang membutuhkan layanan…

Prajurit TNI di Lebanon Donasikan Obat-Obatan dan APD

Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:15 WIB

Bentuk Perhatian Masyarakat Binaan, Prajurit TNI di Lebanon Kembali Donasikan Obat-Obatan dan APD

Selain memberikan obat-obatan, Prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-N/UNIFIL juga memberikan Alat pelindung diri (APD) berupa masker, vitamin, koyo, balsem koyo cabe, yang merupakan dukungan…

Menkeu Sri Mulyani dan Sekjen PBB Antonio Guiteres

Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:10 WIB

Jadi Pembicara di PBB, Menkeu Sri Mulyani Beberkan Cara Menghidupkan Kembali Ekonomi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi Covid-19 yang telah merubah hidup banyak orang hingga membuat ekonomi global telah mengalami resesi atau potensi depresi.