Anggota Satgas Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti Amankan 36 Butir Munisi, Mortir dan Roket

Oleh : Herry Barus | Minggu, 17 November 2019 - 04:00 WIB

Anggota Satgas Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti Amankan 36 Butir Munisi, Mortir dan Roket
Anggota Satgas Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti Amankan 36 Butir Munisi, Mortir dan Roket

INDUSTRY.co.id - Maluku-Anggota Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus  136/Tuah Sakti yang tergabung dalam Satgas Operasi Pengamanan Daerah Rawan Maluku dibawah pimpinan Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis sebagai Dansatgas, beberapa waktu lalu mengamankan 36 butir Munisi, Mortir dan  Roket di Negeri Kaitetu, Kec. Leihitu, Kab. Maluku Tengah.

Penemuan 36 butir Munisi, Mortir dan Roket di kebun milik warga Negeri Kaitetu Kec. Leihitu Kab. Maluku Tengah diperoleh berdasarkan informasi dari warga setempat yang diterima oleh Kopda Sofian anggota Pos Waitomu Satgas Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti sekitar pukul 14.30 WIT.

Adapun kronologis kejadian yaitu pada hari Jumat, tanggal 8 November 2019 sekitar pukul 10.00 WIT, Kopda Sofian menerima telepon dari salah satu warga Keitetu yang mengatakan menemukan benda mencurigakan seperti peluru besar yang ada di kebun salah seorang warga pada saat sedang membersihkan kebun Pala miliknya di hutan ujung Negeri Kaitetu berjarak lebih kurang 2 km dari ujung kampung Negeri Kaitetu.

 

Setelah menerima informasi tersebut, Kopda Sopian melaporkan kepada Komandan Pos (Danpos) Waitomu Letda Inf Sahrudi. Selanjutnya Letda Inf Sahrudi menghubungi  Babinsa Mamua a.n. Koptu Manulaw yang rumahnya berada di Negeri Kaitetu.

Pada pukul 13.30 WIT, Danpos dan Babinsa Mamua beserta empat anggota pos, berangkat menuju lokasi penemuan benda yang ditemukan warga. Jarak dari pos sekitar 5 km menuju ujung kampung Negeri Kaitetu dan 2 km dari ujung kampung menuju kebun Pala.

Setelah sampai di kebun Pala sekitar pukul 14.30 WIT, dilokasi pertama kebun Pala ditemukan 13 butir Munisi Mortir. Kemudian dilanjutkan pencarian kembali di sekitar kebun lebih kurang 5 meter dari tempat pertama di pinggir tebing ditemukan lagi 23 butir peluru, terdiri dari 15 peluru  Roket dan 8 butir peluru Mortir yang ditutupi oleh semak belukar. Kemudian Danpos beserta anggota melakukan evakuasi terhadap Munisi, Mortir dan Roket tersebut dengan menggunakan pakaian yang digunakan ke tempat yang aman.

Sekitar pukul 15.30 WIT, seluruh benda tersebut di bawa ke Pos Woitomu dengan menggunakan kendaraan roda dua. Pada pukul 16.00 WIT, seluruh peluru Mortir dan Roket  telah sampai di Pos Woitomu dalam keadan aman. Selanjutnya, Danpos melaksanakan kordinasi dengan Danki untuk pelaksanaaan pengamanan peluru Mortir tersebut.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri Tekstil

Jumat, 13 Desember 2019 - 13:30 WIB

Kemenperin Pastikan Pengembangan Kawasan Industri Tekstil Akan Fokus di Pulau Jawa

Pemerintah telah merencanakan setidaknya lima wilayah di Pulau Jawa yang di dalamnya terdapat industriĀ tekstilĀ dan produk tekstil (TPT).

Ilustrasi Industri Otomotif (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 13:01 WIB

Menperin AGK Pacu Produk Otomotif Berorientasi Ekspor

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu daya saing industri otomotif nasional, agar mampu memberikan kontribusi positif terhadap devisa negara. Salah satu hal yang dilakukan adalah…

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Jumat, 13 Desember 2019 - 12:00 WIB

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Bimbim Slank jatuh cinta dengan keperawanan dan keseksian Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) padahal sebelumnya Bim-Bim buta tentang NTT. Tapi lantaran keinginannya untuk membahagiakan keluarga…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:33 WIB

Perlakuan Benih Cegah Serangan Hama dan Penyakit

Karawang Pengendalian hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tidak harus selalu dilakukan pada saat pertanaman sudah tumbuh. Akan tetapi bisa dilakukan juga pada benih padi sebelum ditanam.

Pengurus Asosiasi Bela Hak Cipta yang dipimpin oleh Erwanda Lukas alias Papa T Bob ( berdiri, paling kiri) beraudiensi dengan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) James F Sundah, Rien Uthami Dewi, Yessi Kurniawan dan Rapin Mudiarjo Kawaradji (Duduk).

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:06 WIB

Di Hadapan Musisi Senior, LMKN Tegaskan Pembagian Royalti 2 X Setahun

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional atau LMKN yang merupakan Lembaga resmi yang berwenang memungut royalti dan menyalurkannya ke pemilik karya dan hak cipta, menegaskan bahwa mereka menyalurkan…