INDUSTRY.co.id - Jakarta PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk. (“BOSS”), produsen batu bara berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah mencatatkan hasil positif pada  realisasi produksi batubaranya. Volume produksi batu bara BOSS sebesar 342,515 ton hingga bulan September 2019 atau meningkat 101 % (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Advertisement

Direktur Keuangan BOSS Widodo Nurly Sumady mengungkapkan, pencapaian tersebut berasal dari sejumlah strategi yang diterapkan oleh BOSS, baik dengan meningkatkan produksi batubara, menurunkan biaya produksi batubara maupun meningkatkan infrastruktur pendukung terkait dengan meningkatnya penjualan batubara. Dalam hal meningkatkan produksi batubara dan menurunkan biaya produksi batubara, BOSS  menambah armada alat berat baik untuk produksi maupun pendukung produksi. Disamping ini, BOSS juga meningkatkan produktivitas alat berat dan tenaga kerja. Dengan meningkatknya penjualan batubara, BOSS juga membangun infrastruktur pendukung penjualan yang mana disebut  Transhipment Solution (barge to barge transfer floating conveyor) di sungai Mahakam. Saat ini tercatat stok batubara hasil produksi sekitar 240.000 ton sampai dengan triwulan  ketiga. Stock ini diperkirakan cukup untuk penjualan sampai bulan April 2020.

Widodo menambahkan, seperti yang sudah kita ketahui di tahun 2019 ini, Indonesia dilanda musim kemarau yang berkepanjangan sehingga menyebabkan kekeringan di beberapa sungai di Indonesia termasuk di Kalimantan. Dampak dari musim kemarau tersebut, BOSS mengalami hambatan dalam pengiriman batubaranya. Namun  berdasarkan informasi dari BMKG, kami cukup optimis curah hujan diperkirakan kembali normal pada bulan November 2019. Untuk mengantisipasi musim kemarau di tahun mendatang, BOSS telah menyiapkan Transhipment Solution (floating conveyor) di sungai Mahakam yang sudah mulai beroperasi sejak akhir Oktober 2019. Dengan adanya Transhipment Solution ini, maka BOSS dapat mengurangi dampak dari musim kemarau dikemudian hari, dan dapat melakukan shipment dengan jumlah yang lebih besar. Ditargetkan mulai Desember 2019, BOSS sudah bisa melakukan shipment dengan Supramax size vessel (sekitar 50,000 ton).

Advertisement

Update kinerja terakhir, sampai kuartal ketiga-2019, BOSS berhasil meraih penjualan bersih sebesar Rp 189 miliar, atau naik 3%  dibandingkan penjualan bersih di periode sama tahun sebelumnya senilai Rp183,2 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp118 miliar dibandingkan Rp102.37 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dikarenakan pengaruh peningkatan beban produksi dan pengembangan wilayah tambang oleh perusahaan.

Untuk mengantisipasi kondisi penurunan harga batu bara yang drastis sejak tahun lalu, BOSS telah melakukan efisiensi dan pada saat yang sama meningkatkan produktivitas di semua lini. Untuk perbandingan produktivitas kuartal 3 dibandingkan kuartal 1, telah naik sebesar 40%. Hal ini tercapai dengan efisiensi penggunaan fuel (fuel ratio) sebesar hampir 50%, labour productivity yang meningkat sebesar 10%, dan negosiasi ulang dengan para supplier.   

Advertisement

“Melihat permintaan yang antusias dari pembeli untuk batu bara BOSS yang berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Kami sangat optimis dengan proyeksi penjualan sampai tahun 2020. Sebagian besar batubara kami sudah dipesan sampai tahun 2020 oleh Glencore, Itochu, China Coal Solution, ITMG dan lainnya karena jenis batu bara yang diproduksi BOSS merupakan batu bara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Hal ini menjadi keunggulan kami untuk pasar Jepang atau negara maju lainnya yang memiliki pembangkit listrik dengan karakteristik batubara yang dihasilkan BOSS,” ungkap Widodo

Advertisement