INDUSTRY.co.id - Jakarta - IHSG secara teknikal bergerak break out level support MA5 dan bergerak menguji support MA50 yang berada dikisaran 6215. Indikator stochastic bearish dan momentum indikator RSI menjenuh pada area overbought.
Histogram MACD mendekati area negatif dengan MACD line yang mulai menjenuh mendekati signal line.
"Sehingga IHSG kami perkirakan masih akan bergerak tertekan menguji support moving average 50 hari pada support resistance 6171-6250," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; MAIN, ICBP, HOKI, PGAS, WSKT, MNCN, ERAA, MCAS.
IHSG (-1.07%) ditutup turun sepersen 67.43 poin kelevel 6228.32 dengan sektor pertambangan (-3.62%) dan Infrastruktur (-3.30%) terkoreksi signifikan menjadi kontributor pelemahan IHSG. Ditundanya penyesuaian harga Gas untuk sementara menghantam harga saham PGAS (-13.52%) hingga belasan persen. Investor asing menjadikan kabar tersebut sebagai alasan melakukan aksi profit taking setelah mengalami penguatan signifikan sejak awal bulan. Saham-saham sektor tambang pun tak kalah bearish setelah Laba beberapa perusahaan tambang rilis dibawah ekspektasi memberikan kekhawatiran terhadap laporan keuangan perusahaan sejenis lain terlepas dari harga komoditas tambang yang sedang terkoreksi. Investor asing tercatat melakukan aksi jual 599.62 miliar.