INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp6,212 triliun (Rp266,27 per saham). Total dividen yang dibagikan itu mencapai 45 persen dari total laba bersih 2016 Bank Mandiri sebesar Rp13,80 triliun.
 
“Pembagian dividen sebesar itu sudah disetujui oleh para pemegang saham Bank Mandiri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),” ujar Sulaiman A. Arianto, Wakil Direktur Utama BMRI dalam konferensi pers usai RUPST di Plaza Mandiri Jakarta, Selasa (14/03/2017) petang.
 
Disamping pembagian dividen, demikian Sulaiman, RUPS tersebut juga memutuskan untuk mengangkat Destry Damayanti dan Makmur Keliat sebagai Komisaris Independen, menggantikan Aviliani dan Abdul Aziz. “Perubahan susunan dewan komisaris tersebut dilakukan untuk mendukung upaya penguatan jajaran pengurus Bank Mandiri guna meningkatkan kinerja tahun ini,” tukasnya.
 
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris Bank Mandiri menjadi Wimboh Santoso (Komisaris Utama), Imam Apriyanto Putro (Wakil Komisaris Utama), Goe Siauw Hong (Komisaris Independen), Bangun Sarwito Kusmulyono (Komisaris Independen) Destry Damayanti (Komisaris Independen), Makmur Keliat (Komisaris Independen), Askolani (Komisaris) dan Ardan Adiperdana (Komisaris)
 
Saat ini, Destry Damayanti adalah Anggota Dewan Komisioner LPS, sedangkan Makmur Keliat merupakan Dosen di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) UI. “Kami yakin kehadiran Ibu Destry Damayanti dan Bapak Makmur Keliat dalam jajaran Komisaris Bank Mandiri akan dapat mendukung perseroan dalam mendorong ekspansi bisnis secara sehat dan berkesinambungan,”paparnya.
 
Sulaiman mengungkapkan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank Mandiri juga sudah turun drastis sehingga kinerja Bank Mandiri tahun dapat menjadi lebih baik karena beban pencadangan sudah jauh berkurang.
 
Disamping itu, menurut Sulaiman, Bank Mandiri juga berkomitmen untuk tetap memberikan kontribusi yang optimal kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui keterlibatan dalam program-program strategis nasional yang dimandatkan pemerintah, termasuk dalam program percepatan pengadaan infrastruktur dan program-program sosial.***

Advertisement

Disaat yang sama, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Hari Santosa Sungkari juga menyampaikan harapan akan naiknya kontribusi ekspor dari ekonomi kreatif, salah satunya melalui CeBIT 2017.

"Di 2019, kita menargetkan kontribusi ekonomi kreatif bisa meningkat dalam tiga hal, yakni PDB sebesar 12 persen, serapan tenaga kerja sebesar 13 persen dan ekspor 10 persen" paparnya.  

Advertisement

Keikutsertaan Indonesia dalam CeBIT tidak hanya untuk menyasar pasar Jerman saja, tetapi agar produk Indonesia bisa masuk ke jalur distribusi global dan berkolaborasi dengan perusahaan besar dunia.

"Dari pameran ini juga diharapkan ada Foreign Direct Investment (FDI) yang masuk dan membiayai produk-produk Indonesia" tutup Hari.

Advertisement