Manufaktur Sumbang 75 Persen pada Ekspor Nasional

Oleh : Ridwan | Rabu, 16 Oktober 2019 - 18:30 WIB

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri pengolahan masih memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Tercatat, pada Januari-September 2019, nilai pengapalan produk sektor manufaktur menembus hingga USD93,7 miliar atau menyumbang 75,51 persen terhadap total ekspor nasional yang mencapai USD124,1 miliar.

"Jadi, kontribusi sektor industri manufaktur lebih dari 75 persen tersebut, mematahkan bahwa ekspor nasional kita tidak sepenuhnya komoditas. Artinya, peran hilirisasi industri dalam meningkatkan nilai tambah juga berjalan dan produk kita kompetitif di kancah global," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (16/10).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, volume ekspor nasional secara kumulatif meningkat 7,57 persen dari Januari-September 2018 sebanyak 448,2 juta ton menjadi 482,1 juta ton pada periode yang sama di tahun ini. Lonjakan tersebut, ditopang oleh peningkatan volume ekspor nonmigas sebesar 9,9 persen atau 462 juta ton hingga kuartal III-2019.

Adapun 10 produk yang berperan besar terhadap capaian nilai ekspor nonmigas sampai triwulan III-2019, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; mesin/peralatan listrik; kendaraan dan bagiannya; besi dan baja; serta perhiasan/permata; 

Selanjutnya, karet dan barang dari karet; pakaian jadi bukan rajutan; bijih, kerak, dan abu logam; berbagai makanan olahan; serta kapal laut. Ke-10 golongan barang tersebut, memberikan kontribusi sebesar 40,51 persen terhadap total ekspor nonmigas.

Sementara itu, pada Januari-September 2019, neraca perdagangan yang surplus dari sektor industri manufaktur, di antaranya adalah industri makanan yang surplus senilai USD11,8 juta, industri pakaian jadi (USD5,6 juta), industri kertas dan barang dari kertas (USD3 juta),

Berikutnya, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (USD2,4 juta), industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (USD2,3 juta), industri karet, barang dari karet dan plastik (USD2,2 juta), industri furnitur (USD970 ribu), industri pengolahan tembakau (USD424 ribu), serta industri pengolahan lainnya (USD1,5 juta).

Mengenai tujuan utama ekspor, Tiongkok tetap sebagai negara yang terbesar nilainya, yaitu mencapai USD18,4 miliar (15,99 persen), diikuti Amerika Serikat dengan nilai USD13 miliar (11,33 persen), dan Jepang sebesar USD10,2 miliar (8,92 persen).

Masih di periode yang sama tahun ini, neraca perdagangan nonmigas Indonesia yang surplus antara lain adalah Amerika Serikat senilai USD6,8 miliar, diikuti India (USD5,4 miliar), dan Belanda (USD1,6 miliar). 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Pan Brothers Tbk (PBRX)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:30 WIB

Kinerja Ciamik, PT Pan Brothers Tbk Cetak Penjualan USD121,66 Juta hingga Maret 2020

Emiten PT Pan Brothers Tex dan entitas anak (PBRX) berhasil mencetak penjualan sebesar USD121,66 juta hingga periode 31 Maret 2020 naik dibandingkan penjualan USD112,88 juta di periode sama…

Ilustrasi Pasien Sembuh Covid-19 (ist)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:07 WIB

Alhamdulillah! Tren Pasien Sembuh COVID-19 Meningkat, Jakarta Tertinggi Disusul Jatim, Jabar, Sulsel dan Jateng

Juru Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pasien sembuh dari COVID-19 cenderung semakin mengalami peningkatan. "Ini yang harus kita syukuri, bahwa sekarang semakin cenderung…

Rp 22 Miliar Donasi dari Dettol dan Harpic Guna Melawan COVID-19

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:00 WIB

Rp 22 Miliar Donasi dari Dettol dan Harpic Guna Melawan COVID-19

Memenuhi komitmennya untuk melawan pandemik COVID-19, Dettol dan Harpic, hari ini menyelesaikan #MelindungiGardaDepan, sebuah inisiatif guna melindungi tenaga kesehatan, garda depan perlawanan…

Wika Beton

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:30 WIB

Naik Tipis, PT Wijaya Karya Beton Tbk Cetak Laba Rp72,66 M hingga Maret 2020

Emiten infrastruktur PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp72,66 miliar hingga periode 31 Maret 2020…

Melakukan Tindakan Mulia, Dua Prajurit TNI Peroleh Penghargaan dari Ketua MPR RI

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:00 WIB

Melakukan Tindakan Mulia, Dua Prajurit TNI Peroleh Penghargaan dari Ketua MPR RI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan penghargaan kepada dua prajurit TNI yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut Maumere Nusa Tenggara Timur. Kedua prajurit, Serka MES Mohammad Sangidun…