Resmi Beroperasi, KEK Sorong Ditargetkan Bakal Serap Investasi Hingga Rp 32 Triliun

Oleh : Ridwan | Jumat, 11 Oktober 2019 - 14:20 WIB

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong

INDUSTRY.co.id - Sorong - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua Barat, resmi beroperasi. KEK yang berorientasi pada Industri nikel, kelapa sawit, sagu dan gudang logistik tersebut berdiri di atas lahan seluas 523,7 hektare. KEK Sorong ditargetkan akan menyerap 15.024 tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, dengan potensi yang dimiliki, KEK Sorong berpeluang menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional, khususnya protein berbasis kelautan.

"Sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir Papua," ungkap Darmin dalam keterangan resmi, Jumat (11/10).

Hal utama untuk memaksimalkan pemanfaatan KEK Sorong tersebut, Darmin menilai diperlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karenanya, pengetahuan, keterampilan dan kelembagaan ekonomi harus mulai diasah guna menciptakan SDM yang unggul.

"Salah satu yang penting di sini adalah pemberdayaan sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir yang beroperasi di sekitar KEK Sorong melalui berbagai instrumen pendidikan vokasi (salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) dan pelatihan perkoperasian. Pemda juga perlu menjamin kemudahan perizinan bagi para calon investor," jelas Darmin.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan pembangunan KEK Sorong telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.

Dengan begitu, diharapkan KEK Sorong mampu meningkatkan perekonomian daerah. Ke depan, pembangunan di Papua Barat dapat meningkat sehingga mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Dominggus mengharapkan KEK Sorong akan mampu menarik investasi hingga Rp32,5 triliun.

KEK Sorong juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Kabupaten Sorong dengan proyeksi peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sekira Rp10,64 triliun pada 2030.

"Semoga ini menjadi perhatian dari pemerintah pusat, supaya pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi ke KEK Sorong dapat berjalan maksimal. Ada beberapa catatan dengan kehadiran kawasan KEK, salah satunya yaitu dibutuhkannya tenaga kerja yang besar, jadi diharapkan akan dibangun Balai Latihan Kerja (BLK) skala nasional di daerah ini, maka nanti akan bisa membantu pemenuhan SDM di semua sektor industri yang ada di Papua Barat," ujar Dominggus.

Kehadiran KEK Sorong diharapkan membuka peluang bagi masyarakat Papua untuk mendapatkan pekerjaan.

Lebih jauh ia mengharapkan KEK Sorong juga memiliki smelter ke depannya. Hal itu dimaksudkan agar hasil nikel tidak keluar dari KEK Sorong sehingga pemerataan akan lebih dirasakan oleh masyarakat Papua.

Di KEK Sorong tersebut tersedia daya mampu sebesar 46 Mega Watt dan cadangannya sebesar 9 Mega Watt. Daya mampu itu berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang terdiri dari PLMTG Waymon serta PLTMG Arar dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dari PLN.

Akses jalan utama serta saluran drainase juga telah dibangun sepanjang 3,5 km. Dibangun pula jalan lingkungan sebagai penunjang sepanjang 6,5 km oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan itu dilakukan sejak tiga tahun lalu.

Sementara air bersih untuk Pelabuhan Arar dan industri eksisting akan menggunakan bor dengan kapasitas 5 liter per detik dan penampunh air hujan untuk jangka pendek.

Untuk jangka panjang, pemerintah akan membangun Sistem Penyediaan Air Minum yang bersumber dari air Sungai Klasafet dengan kapasitas 500 liter per detik.

Hingga saat ini, sudah ada 13 KEK yang ditetapkan (terdiri dari 8 KEK manufaktur dan 5 KEK kepariwisataan), yang 11 KEK di antaranya sudah beroperasi, termasuk KEK Sorong.

Kemudian, sampai saat ini, aliran investasi kepada 13 KEK tersebut mencapai Rp85,3 triliun. Diharapkan pada 2030, investasi tersebut akan mencapai Rp726 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jemaah haji (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 05 Juni 2020 - 06:00 WIB

Dampak Pembatalan Haji bagi Jamaah dan Perusahaan Penyelenggara Haji, Pemerintah Harus Antisipasi

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo(Bamsoet) dapat memahami langkah pemerintah tidak memberangkatkan calon jamaah haji Indonesia, baik yang reguler maupun khusus, akibat pandemi Covid 19. Namun demikian,…

Puluhan keluarga almarhum Sofianus Sudirman (44) saat berada di Kantor Bupati Mabar, Kamis (4/6/2020) siang. Foto kupang.tribunnews.com

Jumat, 05 Juni 2020 - 05:37 WIB

Mengerikan! Negatif Covid-19, Puluhan Keluarga PDP yang Meninggal Tuntut Gali dan Pindahkan Jasad

Labuan Bajo-Almarhum Sofianus Sudirman (44) merupakan warga Kampung Rejing Desa Compang Kules Kecamatan Kuwus Barat ini meninggal dunia di RSUD Komodo Labuan Bajo pada Rabu (25/3/2020) dengan…

Resimen Artileri 2 Marinir Surabaya Siap Teribat Penanganan Covid-19

Jumat, 05 Juni 2020 - 05:00 WIB

Resimen Artileri 2 Marinir Surabaya Siap Teribat Penanganan Covid-19

Komandan Batalyon Arhanud 2 Marinir Letkol Marinir Agus Nyubianto, S.A.P., M.Tr.Opsla., memimpin apel gelar kesiapan personel Resimen Artileri 2 Marinir di Ksatrian Soetedi Senaputra Karangpilang,…

Foto Tempo

Jumat, 05 Juni 2020 - 04:50 WIB

Dalam Katolik, Benar Ada Santa Corona Pelindung Pandemik

Memang, sebenarnya ada St. Corona! Dan jenazahnya berada di Italia Utara (tempat lockdown Covid 19 pertama di Uni Eropa). Yang lebih menguatkan kita ditengah tersebarnya pandemik covid 2019…

Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr.(Han)

Jumat, 05 Juni 2020 - 04:30 WIB

Dankormar Rapat Vicon Bersama KASAL Yudo Margono

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr.(Han) mengikuti rapat Vicon dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono tentang Program Prioritas…