Kementan Gencarkan Agro Gemilang, Tren Ekspor Banten Meningkat

Oleh : Wiyanto | Kamis, 10 Oktober 2019 - 07:39 WIB

Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Kementan di Banten
Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Kementan di Banten

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian melalui data automasi IQFAST diwilayah kerja Karantina Pertanian Cilegon mencatat tren peningkatan ekspor komoditas pertanian asal Banten.

Pertama, indikator ragam komoditas hingga September 2019 tercatat 23 jenis dibanding periode yang sama di tahun 2018 hanya 15 jenis. Penambahan jenis komoditas masing-masing adalah akar pasak bumi, daun sirsak kering, kelor, gandung pellet, herbarium, gandum olahan, rumput laut dan tepung terigu.

Indikator lainnya adalah jumlah eksportir, yang bertambah 4 sehingga menjadi 16 eksportir dan negara tujuan ekspor menjadi 31 negara. Tambahan 6 negara tersebut adalah Jepang, Afrika Selatan, Tonga, Irak, East Timor dan Timor Leste.

"Program Agro Gemilang yang telah dicanangkan pak Mentan di awal tahun ini oleh mulai memetik hasil, salah satunya di Banten," kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat melakukan monitoring pemeriksaan karantina di gudang pemilik, PT Golden Green Mills , Cilegon, Rabu (9/10).

Menurut Jamil, program Ayo Gerakan Ekspor komoditas pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa yang digagas pihaknya adalah berupa bimbingan teknis bagi pelaku usaha dibidang agribisnis, khususnya kaum muda atau yang baru mulai memasuki pasar ekspor.

Seperti diketahui di era perdagangan global saat ini, pemenuhan persyaratan teknis Sanitary and Phytosanitary (SPS) pada produk pertanian yang akan diekspor menjadi syarat mutlak. Untuk itu, Barantan dengan tugas dan fungsi sebagai fasilitator perdagangan produk pertanian menjadi garda terdepan dalam mengawal produk ekspor pertanian."Selaku otoritas karantina, kami menjadi penjamin kesehatan dan keamanan produk agar dapat diterima di negara tujuan ekspor," tambah Jamil.

Program ini dilakukan secara serentak di Unit Kerja Karantina Pertanian seluruh Indonesia dan terus dipantau peningkatan kinerja eksportasinya. "Jika ada hambatan, kita mitigasi dan carikan solusinya bersama-sama dengan direktorat teknis, pemerintah daerah, asosiasi dan pelaku usaha. Juga jika ada hambatan dengan negara mitra dagang, kamipun lakukan upaya harmonisasi persyaratan teknis, tambahnya lagi.

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Raden Nurcahyo Nugroho saat mendampingi kunjungan kerja menyampaikan lalu lintas komoditas pertanian antar area Jawa dan Sumatera serta antar negara yang melalui wilayah kerjanya cukup tinggi. Untuk itu selain penerapan layanan dengan sistem 24/7, pihaknya juga telah memilki inovasi SOP Checker.

Inovasi yang berbasis-web ini dimaksudkan agar dapat mengontrol pelaksanaan layanan karantina yang sesuai dengan standar prosedure yang berlaku. Ini perangkat pengendali, baik administrasi maupun teknis, sehingga pengguna jasa dipastikan mendapat layanan prima, terlebih bagi proses bisnis ekspor, layanan "karpet merah" kami siapkan, kata Raden.

Pada saat yang sama, Kepala Barantan juga melepas komoditas ekspor asal Provinsi Banten dengan total volume 916 ribu metric ton. senilai Rp. 3,7 miliar. Produk berupa olahan dari sub sektor tanaman pangan masing-masing adalah Corn Starch, Wheat Brand, Whead Flour ke negara Philiphina dan Papua New Guinea.

Ketiga perusahaan pemilik komoditas diatas menyebutkan pihaknya mengapresiasi layanan karantina Cilegon. Di tahun 2019 (Januari s/d September) ketiga perusahaan yaitu PT. Tereos FKS Indonesia, PT. Bungasari Flour Mills dan PT. Golden Grain Mills telah merealisasikan nilai ekspor masing-masing sebagai berikut: PT. Tereos FKS Indonesia yaitu 37,9 juta MT dengan nilai Rp. 151, 5 miliar, PT. Bungasari Flour Mills yaitu 7,04 juta MT dengan nilai Rp. 29,4 miliar dan PT. Golden Grain Mills yaitu 2,6 juta MT dengan nilai Rp. 7,9 miliar.

Sementara PT. Tereos FKS Indonesia dalam realisasi ekspor (Januari s/d September) mencatat kenaikan 96,96% dari tahun 2018 yakni sebanyak 16,6 juta MT dengan nilai Rp. 76,9 miliar dibandingkan di tahun 2019 sebanyak 37,9 juga MT dengan nilai Rp. 151,5 miliar.

Ekspor produk pertanian dalam bentuk jadi atau minimal setengah jadi sangat kita apresiasi. Selain margin keuntungannya bisa lebih besar, juga dapat menyerap tenaga kerja.

"Bersama dengan seluruh staleholder kita optimalkan program Agro Gemilang agar bisa mendongkrak kinerja ekspor pertanian. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama menjaga status kesehatan hewan dan tumbuhan agar produk pertanian kita aman dikonsumsi, lestari dan laris di pasar global," tutup Jamil.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suasana Sunset di Pantai Senggigi (Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat) (Foto:anekatempatwisata.com)

Minggu, 20 Oktober 2019 - 09:00 WIB

Senggigi NTB Sunset Jazz 2019 Digelar November Mendatang

Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Zulkieflimansyah mengajak masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat untuk menghadiri…

Ketua MPR Bambang Soesatyo

Minggu, 20 Oktober 2019 - 08:00 WIB

Bamsoet Ajak Para Bikers Jadi Duta Nasionalisme

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak klub dan pecinta sepeda motor (bikers) menjadi duta nasionalisme. Para bikers harus mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menjunjung…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Managing Director NBA Asia, Scott Levy seusai penandatanganan kerjasama kolaborasi NBA-Pemrov DKI Jakarta

Minggu, 20 Oktober 2019 - 07:20 WIB

NBA-Pemprov DKI Jakarta Jalin Kolaborasi Perluas Pengembangan Generasi Muda di Indonesia

National Basketball Association (NBA) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan kolaborasi inovatif multi-tahun untuk memadukan kurikulum olahraga basket dan pengembangan kebugaran…

Presiden Jokowi dan Wapres M Amin, Foto Setkab)

Minggu, 20 Oktober 2019 - 07:00 WIB

Susunan Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar Sidang Paripurna MPR dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019) di…

Bio Farma Kini Kendalikan Kimia Farma dan Indonesia Farma

Minggu, 20 Oktober 2019 - 06:00 WIB

Bio Farma Kini Kendalikan Kimia Farma dan Indonesia Farma

Berita Dengan pertimbangan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha Perusahaan Perseroan(Persero) PT Bio Farma, pemerintah memandang perlu menambah penyertaan modal…