INDUSTRY.co.id - Jakarta-Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK) dan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) akan mengerahkan sebanyak 1500 orang untuk  Karya Bhakti #BebasPlastik, Indonesia Cantik di sekitar Car Free Day - Jakarta.

Advertisement

Acara ini juga didukung oleh Ditjen Bimas Buddha Kementrian Agama Republik Indonesia. Pelepasan peserta ditandai dengan pengenaan rompi kepada perwakilan peserta oleh Menteri Agama Republik Indonesia di Kantor Kementerian Agama Thamrin.

Acara ini merupakan pengamalan ajaran Buddha mengenai tidak terpisahkannya manusia dan lingkungan. Pembina GPSK yang juga Ketua Umum Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) Pandita Utama Aiko Senosoenoto mengatakan, “ Gerakan ini intinya merupakan bagian dari pelaksanaan ajaran Buddha untuk menjaga lingkungan kita, pada akhirnya adalah menjaga manusia. Semoga hal ini tidak sekedar seremonial tapi jadi bagian dari kebiasaan hidup kita sehari-hari, di mana saja kapan saja,” katanya.

Advertisement

Hal serupa juga didukung oleh pernyataan Ketua Umum PERMABUDHI, Arief Harsono, yang mengatakan kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab manusia. “Bukan saja tugas petugas, namun tanggung jawab kita semua untuk menjaga lingkungan ini demi generasi hari ini dan akan datang,” katanya.

Kegiatan serupa ini juga diadakan secara serentak oleh umat Buddha di berbagai daerah yang rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. kegiatan ini merupakan bagian dari program acara Wahana Negara Raharja 2019 yang merupakan paket acara memperingati hari jadi Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia yang ke 55 tahun 2019.

Advertisement

TENTANG Gerakan Peduli Sekitar Kita

GPSK (Gerakan Peduli Sekitar Kita) adalah sebuah gerakan nasional umat Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) yang dicanangkan sejak Mei 2002, di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Dengan semangat memotivasi masyarakat untuk percaya bahwa ’nasib ada di tangan sendiri’, semua program dirancang dengan tujuan melatih dan memunculkan kemandirian pada setiap individu. GPSK percaya bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk membuat kehidupannya maju dan lebih baik. Pada gilirannya mereka diharapkan untuk melakukan perubahan yang berarti bagi lingkungan sekitarnya.

Advertisement

GPSK memiliki 4 divisi yakni pendidikan, lingkungan hidup, pemberdayaan desa dan siaga bencana. Sudah banyak program dilakukan oleh GPSK, diantaranya adalah SMP Terbuka Amerta di Megamendung, pembuatan taman-taman bacaan di puluhan desa, Sekolah Perempuan Modern di desa Wonomulyo - Magetan (Jawa Timur) dan desa Hargorojo - Purworejo (Jawa Tengah), TK Mandarava di Bulu, Ponorogo (Jawa Timur), Radio Amerta – Radio untuk para wanita di desa Hargorojo – Purworejo (Jawa Tengah), gerakan Sejuta Pohon Seribu Sumur (2002- sekarang), posko bantuan kemanusiaan (segera setelah bencana alam terjadi), dan lain-lain.

Pendanaan GPSK berasal dari swadaya murni para donatur, partisipan / sponsor, relawan dan masyarakat yang tertarik untuk menjadi agen perubahan. Merekalah yang kemudian menjadi motor untuk menggerakkan keluarga, rekan-rekan dan organisasi lain untuk berpartisipasi lebih aktif dalam melakukan kegiatan yang berguna bagi lingkungannya.

Tentang Permabudhi

Permabudhi adalah Persatuan Umat Buddha Indonesia yang terdiri dari berbagai Mazhab dan aliran yang ada di Indonesia. Dengan Cinta Kasih serta bersama sama melaksanakan Jalan Mulia berunsur 8 (delapan) menuju kehidupan yang bebas dari Samsara. Sebagai Warga Negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Permabudhi yang Anggotanya berasal dari Majelis-majelis Agama Buddha dan Organisasi Budhis lainnya di Indonesia. Permabudhi yang merupakan mitra dari Pemerintah, akan selalu mendukung program – program Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada Umat Buddha, masyarakat, bangsa dan negara. Permabuddhi adalah Ormas (organisasi kemasyarakat) berbadan Hukum bedasarkan Akta Pendirian No. 04 tanggal 03 April 2018 dan SK Kemenkum & HAM RI No. AHU-0004646.AH.01.07. Tahun 2018 Tanggal 05 April 2018.

Permabudhi juga konsen terhadap permasalahan lingkungan yang jadi salah satu PR besar kita bersama. Melalui Lembaga Kesehatan, Sosial Kemasyarakatan dan Lingkungan Hidup di Permabudhi mengajak seluruh komponen masyarakat Indonesia agar turut andil dalam mencintai lingkungan sekitar, salah satunya dengan mengurangi pemakaian plastik dan tidak buang sampah sembar