Kemenko Perekonomian dan Bulog Dukung Kementan Dorong Promosi Konsumsi Kedelai Lokal

Oleh : Wiyanto | Rabu, 02 Oktober 2019 - 08:10 WIB

Lahan tanaman kedelai
Lahan tanaman kedelai

INDUSTRY.co.id - Bandung - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar mendorong promosi konsumsi kedelai lokal yang kandungan proteinnya tinggi di masyarakat. Upaya ini mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dan Perum Bulog agar ketergantungan kedelai impor selama ini berkurang.

Asisten Deputi Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Perekonomian, Darto Wahab mengemukakan kebutuhan untuk konsumsi masyarakat cukup tinggi sekitar 4,4 juta ton atau setara Rp 20 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus didatangkan dari luar atau impor yakni Amerika Serikat sekitar 3,3 juta ton.

"Karena itu, pemerintah terus mendorong petani tanam kedelai yang kadar proteinnya lebih tinggi dibanding kedelai impor. Selanjutnya kita koneksikan dan promosikan untuk kebutuhan sehari-hari di rumah sakit, sekolahan, TNI Polri, hotel, cafe dan komunitas khusus lainnya," demikian dikemukakan Darto Wahab, saat menjadi pembicara pada Rapat Konsolidasi Kerjasama Pengembangwn Kedelai Lokal Non GMO di Bandung, Senin kemarin (30/9).

Darto optimis trend konsumsi kedelai lokal bisa semakin meningkat ketimbang produk impor. Pasalnya, selama ini petani sudah tanam kedelai lokal dengan baik. Hanya saja, kedelai lokal yang ditanam petani kalah bersaing dengan kedelai impor. Sebab harga kedelai impor sangat murah Rp 4.800/kg. Sedangkan kedelai lokal Rp 6.800/kg.

"Namun melalui pasar khusus seperti rumah sakit, sekolahan, TNI, Polri dan lainnya itu, petani akan terbantu dan masih bisa menjual dengan harga Rp 6.800 perkilogram. Dengan pasar khusus perekonomian masyarakat khususnya petani akan bergerak, pengepul dan industri hilirnya pun berkembang. Masyarakat yang mengkonsumsi kedelai lokal juga sehat," ujarnya.

Dia juga mengatakan potensi budidaya kedelai lokal cukup tinggi, pasarnya luas dan punya rasa khas serta menyehatkan. Sebanyak 72% kedelai lokal diproses di Jawa dan di tanam di Jawa. "Pasar yang besar juga di Jawa," kata Darto.

Darto menyatakan kedelai tak sekadar sebagai pangan rakyat yang bergizi dengan harga murah. Kedelai juga menjadi sumber penghasilan masyarakat, sehingga 92 ribu Industri Kecil Menengah (IKM), 50% nya berupa industri tempe dan 40% nya industri tahu sangat tergantung bahan baku kedelai.

"Sisanya berupa industri kecap (10 persen, red), tauco dan olahan lainnya juga sangat tergantung pada bahan baku kedelai," jelasnya.

Menurut Darto, sebagai sumber protein yang murah dibanding daging ayam, telor dan ikan, keberdaan kedelai lokal bisa dikembangkan dengan baik dari hulu hingga hilir. IKM pun perlu jaminan bahan baku untuk keberlanjutan usahanya.

"Sebagai sumber protein yang murah, pemerintah perlu terus mendorong perluasan budidaya kedelai lokal," katanya.

Keberadaan kedelai lokal, juga bisa menghemat devisa negara, dan mengurangi risiko kelangkaan bahan baku. Dan yang tak kalah penting dengan kedelai lokal bisa menyehatkan masyarakat," tambah Darto.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Pengadaan Pangan Lain Perum Bulog, Yayat Hidayat Fatahilah mengatakan ke depan Bulog bisa jadi buffer stock kedelai. Sesuai regulasi pemerintah seperti yang termaktub dalam Inpres No.5/ 2015 Bulog bisa beli beras ke petani dengan harga Rp 7.300/kg.

"Di kedelai pun kalau nanti sudah ada harga pembelian pemerintah, Bulog bisa beli kedelai ke petani dengan harga Rp 8.500 perkilogram," bebernya.

Yayat menambahkan setelah ada ketentuan harga pembelian pemerintah yang nantinya diatur melalui Inpres, Bulog bisa beli langsung ke petani kedelai lokal. Selanjutnya, Bulog bisa menyalurkan kedelai lokal ke sejumlah pengrajin tahu tempe, koperasi dan IKM lainnya.

"Saat ini Bulog belum bisa leluasa karena dalam membeli kedelai hanya berdasarkan harga acuan pembelian dari Permendag," terangnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan menegaskan pihaknya terus mendorong kedelai lokal ini. Karena itu, ia mengaku menginisiasi Rakor menggandeng Bulog dan Kemenko Perekonomian tersebut untuk bersama-sama mecari strategi pengembangan kedelai lokal.

"Kedelai lokal bisa dibranding dan dijual khusus dengan harga mahal. Kedelai lokal yang ditanam petani bisa dijual ke rumah sakit, sekolah, panti jompo dan konsumen khusus," jelasnya.

"Dari konsumen bersegmen khusus ini harga jual petani akan tinggi dan memacu semangat petani menanam kedelai seluas-luasnya," tandas Suwandi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Melaksanakan Kegiatan Bertema Jumat Berkah

Minggu, 07 Juni 2020 - 10:30 WIB

Satgas 411 Kostrad Berbagi Kebahagiaan dengan Warga Bupul

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad melaksanakan kegiatan bertema “Jumat Berkah” dengan membagikan sembako untuk warga kurang mampu di Kampung…

Ilustrasi Walikota Surabaya Risma dan Gubernur Jatim Khofifah (ist)

Minggu, 07 Juni 2020 - 10:15 WIB

Halo Bu Khofifah Bu Risma, Jawa Timur Cetak Penambahan Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Loh!

Menurut data yang dihimpun oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah dengan penambahan kasus tertinggi, meski jumlah pasien sembuh juga dilaporkan…

YCAB Donasikan Bantuan Listrik Bulan April-Mei 2020 kepada 20.497 Rumah

Minggu, 07 Juni 2020 - 10:00 WIB

YCAB Donasikan Bantuan Listrik Bulan April-Mei 2020 kepada 20.497 Rumah

Light Up Indonesia, gerakan sosial untuk meringankan beban masyarakat melalui bantuan keringanan tagihan listrik bagi masyarakat prasejahtera selama pandemi COVID-19 diluncurkan sejak 21 April…

Ilustrasi Indonesia lawan Covid-19 (source FB Anto Yuniar)

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:41 WIB

Terus Meningkat, Hingga Minggu Pagi Pasien Positif Covid-19 Mencapai 30.514, ODP 46.571 dan PDP Sebanyak 13.347

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat peningkatan pasien terinfeksi virus Covid-19 mencapai total 30.514 kasus diseluruh Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI Kunjungi Posko Masak JS2

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:30 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Kunjungi Posko Masak Bersama Satgas Lawan Covid-19 DPR RI

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI mengunjungi Posko Masak JS2 di Jalan Raya Cilandak KKO