PTPP dan PGN Kerjasama Bangun 500 Ribu Jaringan Gas Rumah Tangga

Oleh : RM | Selasa, 01 Oktober 2019 - 13:17 WIB

Direktur Utama Perseroan Lukman Hidayat berfoto bersama dengan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso
Direktur Utama Perseroan Lukman Hidayat berfoto bersama dengan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso

INDUSTRY.co.id - PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia (“Perseroan”), menjalin kerjasama pembangunan jaringan gas dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Acara penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian (Heads of Agreement) tentang kerja sama pembangunan 500 ribu jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga tersebut dilakukan Lukman Hidayat, Direktur Utama Perseroan bersama Gigih Prakoso, Direktur Utama PGN di Jakarta, Senin (30/9).

Melalui program sinergi BUMN membangun negeri, PGN dan Perseroan akan membangun Jargas rumah tangga dalam dua fase. Fase pertama sebanyak 50.000 sambungan rumah tangga (SR) dan dilanjutkan fase kedua 450.000 SR.

“Penandatanganan kerjasama ini menjadi momentum bagi PGN dan PTPP, yang sudah memiliki rekam jejak panjang di industri infrastruktur, untuk terlibat lebih jauh memperkuat peran BUMN dalam mendorong percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional," kata Gigih. 

"PGN sebagai pionir pemanfaatan gas berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi melalui optimalisasi pemanfaatan gas bumi di dalam negeri,” tambahnya.

Direktur PT PP Lukman Hidayat berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang maksimal untuk masyarakat di Indonesia.

Lukman menilai, melalui pemanfaatan gas bumi, selain lebih efisien, kerja sama ini diharapkan akan tercipta sinergi usaha (business to business) sesama BUMN dengan prinsip yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kerja sama ini akan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance)," jelas Lukman.

Saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi kepada 177.710 pelanggan rumah tangga di seluruh Indonesia melalui jaringan gas (jargas) rumah tangga. Pelanggan gas bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Jawa Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT. South Pacific Viscose (PT. SPV) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:00 WIB

Penurunan Harga Gas Industri Disambut Positif Oleh PT SPV

PT. South Pacific Viscose (PT. SPV), perusahaan serat viscose berbahan dasar kayu untuk pasar dunia, menyampaikan rasa terima kasih dan menyambut baik kebijakan penurunan harga gas industri…

Bantuan Modal BUMN (ilustrasi Sindonews.com)

Minggu, 07 Juni 2020 - 08:56 WIB

Catat, Anak Buah Menkeu Tegaskan BUMN yang Masuk Program PEN Harus Penuhi Kriteria Perusahaan Sehat

Pemerintah menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan diikutsertakan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah BUMN yang sehat namun terdampak cukup keras karena…

Menperin Agus Gumiwang

Minggu, 07 Juni 2020 - 08:20 WIB

Menperin Agus Gandeng Pengusaha Wanita Gairahkan Kembali Ekonomi Nasional

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) yang turut berperan membangkitkan gairah para anggotanya untuk tetap menjalankan usahanya di tengah…

Tim Rescue KIK Lakukan Pertolongan Pertama Jatuhnya Heli MI 17 Milik TNI AD

Minggu, 07 Juni 2020 - 07:30 WIB

Pengelola Kawasan Industri Kendal Lakukan Pertolongan Pertama Jatuhnya Heli MI 17 Milik TNI AD

Didik Purbadi Direktur KIK menerangkan, tim rescue yang terdiri dari security, petugas TNI, Polri yang bertugas di kawasan langsung bergegas datang ke lokasi sesaat setelah kejadian.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Foto: Ist)

Minggu, 07 Juni 2020 - 07:30 WIB

Sri Mulyani Bikin Presiden Trump 'Enggak' Bisa Tidur, Ini Penyebabnya!

Netflix, Spotify, Facebook hingga Zoom harus membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari hasil jualannya.