India Menjadi Kunci Peningkatan Ekspor Sawit Indonesia

Oleh : Herry Barus | Kamis, 26 September 2019 - 15:30 WIB

India Menjadi Kunci Peningkatan Ekspor Sawit Indonesia
India Menjadi Kunci Peningkatan Ekspor Sawit Indonesia

INDUSTRY.co.id - Mumbai - India tetap menjadi pasar utama bagi ekspor sawit Indonesia. Untuk menjaga peluang ini, pemerintah bersama pengusaha aktif promosi dan mengedukasi masyarakat India berkaitan keunggulan produk sawit Indonesia.

Langkah ini dijalankan melalui Forum Bisnis Indonesia-India yang berlangsung di Rennaisance Hotel, Mumbai, Rabu (25 September 2019). Kegiatan ini dihadiri Duta Besar RI untuk India, Sidharto Suryodipuro, Joko Supriyono (Ketua Umum GAPKI), Atul Chaturvedi (President Solvent Extractors India), Rusman Heriawan (Ketua Dewan Pengawas BPD-KS), Hary Hanawi (Wakil Ketua Umum APROBI), dan Kanya Lakshmi (Sekjen GAPKI).

Sidharto Suryodipuro, Dubes Indonesia untuk India menjelaskan bahwa forum ini sangatlah penting dalam rangka memberikan informasi dan imej positif kelapa sawit kepada masyarakat India. Apalagi, produk kelapa sawit menghadapi kampanye negatif seperti label palm oil free di negara Eropa.

"Melalui forum ini, konsumen di India dapat diberikan informasi untuk memilih minyak sawit sebagai edible oil yang menyehatkan," jelasnya kepada awak media dalam pembukaan forum tersebut.

Ia menambahkan forum bisnis ini dapat membangun hubungan baik antara pelaku usaha Indonesia dan India dalam rangka melakukan kampanye positif sawit dari aspek kesehatan, keberlanjutan (sustainability) serta kemampuan sawit dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

India adalah pengimpor minyak sawit terbesar di dunia, sekitar 16% dari pangsa pasar perdagangan sawit dunia.Pada 2018, konsumsi minyak nabati India yang menggunakan minyak sawit sekitar 37 persen atau 8,8 juta ton. Sama seperti Indonesia, masyarakat India menggunakan minyak sawit untuk kehidupan sehari-hari mereka.

Joko Supriyono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), sangat optimis Indonesia dapat merebut kembali pasar minyak sawit di India. Pasalnya, kebijakan pemerintah India yang memberikan perlakuan sama kepada Indonesia dan India terkait revisi tarif bea masuk produk sawit dan turunannya.

"Dalam forum ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah India dan kolega saya BV Mehta dari SEA India. Kebijakan merevisi bea masuk dapat meningkatkan kinerja ekspor Indonesia pada tahun ini maupun 2020 mendatang," ujar Joko.

Tahun lalu, India tetap menjadi pasar utama minyak sawit Indonesia yang mencapai 6,7 juta ton. Walaupun, ada pemberlakuan tarif impor yang sangat tinggi. Akibat kebijakan ini, Indonesia melakukan diversifikasi ekspor ke negara lain seperti Afrika dan Timur Tengah.

Menurut Joko, revisi tarif impor sawit yang diberikan kepada Indonesia mulai efektif terasa dampaknya pada Oktober mendatang. Pada 2020, GAPKI menargetkan ekspor produk sawit ke India mencapai 7,6 juta ton.

"Target 7,6 juta ton ini menyamai performa tahun 2017 yang menjadi capaian tertinggi ekspor ke India. Kami optimis dapat mencapai target tersebut," ujarnya.

Joko mengatakan India menjadi kunci peningkatan ekspor sawit Indonesia karena konsumsinya sangat tinggi setiap tahun. Oleh karena itu, pasar ini perlu dijaga dalam jangka panjang melalui hubugan erat kedua negara.

"Saya mengusulkan pemerintah Indonesia membangun kerjasama dagang yang bersifat bilateral. Skema bilateral perlu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pasar sawit India," ungkap Joko.

Direktur Eksekutif SEA India, B.V. Mehta mengatakan kerjasama dagang antara negara ASEAN-India menghasilkan kesepakatan  menurunkan bea impor sawit dari negara anggota ASEAN mulai 1 Januari 2020.

Dalam kesepakatan perdagangan ini, India telah menurunkan bea masuk produk minyak sawit mentah (CPO) yang diimpor dari negara-negara ASEAN menjadi 40% dan produk turunan minyak sawit menjadi 50% sampai akhir tahun ini.

Selanjutnya per 1 Januari 2020, bea masuk akan diturunkan lagi menjadi 37,5% untuk CPO dan 45% produk olahan minyak sawit.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tim Rescue KIK Lakukan Pertolongan Pertama Jatuhnya Heli MI 17 Milik TNI AD

Sabtu, 06 Juni 2020 - 22:00 WIB

Tim Rescue KIK Lakukan Pertolongan Pertama Jatuhnya Heli MI 17 Milik TNI AD

Sebuah helikopter gagal mendarat tidak jauh dari Kawasan Industri Kendal (KIK), Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah pada Sabtu sore (6/6/2020).

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated

Sabtu, 06 Juni 2020 - 21:55 WIB

Operasi Pengendalian Transportasi Berakhir, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Kembali Dibuka Secara Bertahap Mulai Malam Ini

Direktur Utama PT JJC Djoko Dwijono menyatakan bahwa pengoperasian kembali Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) tersebut rencananya akan dilakukan secara bertahap.

Aice

Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:30 WIB

Respon Kunjungan UPTDK Kemnaker Terkait PHK Sejumlah Karyawan, Aice Group Rampungkan Empat Poin Perbaikan Nota Pengawasan Ketenagakerjaan

“Per hari ini kami menyatakan Aice Group telah merampungkan semua poin dalam nota pengawasan ketenagakerjaan. Berbagai perbaikan yang perusahaan jalankan membuktikan bahwa perusahaan selalu…

Hero Group Penuhi Kebutuhan Pakan Satwa Taman Safari Indonesia

Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:26 WIB

Dukung Konservasi Satwa, Hero Group Penuhi Kebutuhan Pakan Satwa Taman Safari Indonesia

HERO Group membantu meringankan beban operasional Taman Safari Indonesia akibat dampak COVID-19 sebagai perwujudan tanggung jawab sosial perusahaannya (CSR)

Pengusaha Basuki

Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:13 WIB

Gelontorkan Ratusan Juta, Bos Airmas Group Ingin Anak Muda Kuasai Industri Digital

Basuki Surodjo Pengusaha Airmas Group membagikan hadiah mencapai ratusan juta rupiah.