INDUSTRY.co.id - Jakarta - Secara teknikal IHSG terjatuh setelah break out support factal yang berada di kisaran 6190. Pelemahan IHSG disaat indikator Stochastic dan RSI telah berada pada area oversold pada parameter lebih cepat.
"Sehingga kami perkirakan pergerakan teknikal rebound cukup membuka peluang pada perdagangan selanjutnya pada rentang pergerakan 6100-6220," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (25/9/2019).
Saham-saham yang dapat dicermati diantaranya; LSIP, JPFA, BRPT, HMSP, UNVR, ASII, ADRO, ITMG, TINS, WSKT, WIKA, LPKR.
IHSG (-1.12%) ditutup melemah 68.59 poin kelevel 6137.61 dengan aksi jual investor asing sebesar 773.17 miliar rupiah. Saham-saham pertambangan (-1.99%) memimpin pelemahan setelah RUU pertambangan meningkatkan kekhawatiran investor akan perbaharuan kontrak yang sebentar lagi kadaluwarsa. Saham UNTR (-4.07%), ADRO (-5.47%) dan INCO (-4.71%) turun lebih dari sepersen.
Aksi demo mahasiswa yang merupakan terbesar sejak demo mahasiswa tahun 1998 silam menyita perhatikan dan meningkatkan kekhawatiran investor akan kondusifitas aktifitas bisnis di Indonesia. Investor melakukan aksi panic selling disaat mayoritas bursa saham Asia menghijau alhasil IHSG melemah cukup dalam hingga lebih dari sepersen. Nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi sebesar 0.21% kelevel Rp14114 per USD.