Ultra Super

Oleh : Dahlan Iskan | Minggu, 08 September 2019 - 09:13 WIB

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

INDUSTRY.co.id - Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW.

Bulan depan, Oktober.

Itulah era teknologi ultra super critical.

Itulah pembangkit terbesar yang bisa dibuat manusia. Satu unit bisa memproduksi 1.000 MW. Hanya bisa dikalahkan oleh pembangkit nuklir.

Proyek ultra super critical pertama sebenarnya yang ada di Batang, Jateng. Milik grup Adaro. Bekerja sama dengan Jepang. Menggunakan teknologi Jepang.
Saya masih ingat saat menandatangani dokumen-dokumennya. Dengan perasaan berkibar --Indonesia bisa memasuki era baru. Saya juga ingat saat ke Jepang. Membicarakan soal ini.

Tapi yang akan diresmikan bulan depan bukan yang di Batang itu. Melainkan yang di Banten.

Proyek Batang ternyata diselip oleh proyek Banten. Sama: 1.000 MW, sebanyak dua unit. Orang teknik menyebutnya 2 x 1.000 MW.

Begitu cepat proyek Banten itu. Bahkan lebih cepat dari jadwal semula: selesai tahun 2020.

Proyek Banten itu menggunakan teknologi Tiongkok. Boilernya Babcock & Wilcox Beijing, turbinnya Shanghai.

Kontraktornya, Zhejiang Thermal Power.

Pemilik proyeknya, SGPJB --patungan antara Shenhua (Tiongkok) dengan anak perusahaan PLN, PJB. Komposisinya 70 persen — 30 persen.

Masih ada satu lagi proyek ultra super critical: di Cilacap. Juga hampir selesai. Jangan-jangan di bulan depan juga. Boilernya Dongfang. Turbinnya Shanghai. Pemiliknya patungan Tiongkok, swasta Indonesia dan juga PJB.

Maka, tahun ini, Indonesia akan punya tiga lokasi. Yang menggunakan teknologi ultra super critical.

Itulah teknologi yang sangat efisien.

Kunci utamanya di boiler. Tempat masak air itu. Yang akan menghasilkan uap itu.

Boiler ultra super critical bisa dipanasi sampai 630 derajat celsius.

Itulah mengapa disebut ultra super critical.

Efisiennya bisa mencapai 42 persen. Bandingkan dengan unit yang 600 MW --apalagi yang 300 MW. Yang efisiensinya hanya sekitar 30 persen.

Pun bisa dibayangkan, betapa rendah efisiensi unit yang hanya 100 mw --apalagi hanya 25 MW. Hanya sekitar 25 persen.

Kian kecil unit pembangkit, kian tidak efisien. Dan sebaliknya.

Tiongkok begitu cepat mengejar teknologi 1.000 MW ini. Saya pernah ke Shanghai. Pada 2010. Untuk melihat PLTU ultra super critical pertama 'Made in China'. Sejak itu, Tiongkok berubah total. Pembangkit kecil dilarang dibangun. Yang sudah ada pun harus dibongkar.

Saya begitu ngiler --menititkkan air liur-- melihat begitu banyak PLTU yang dihancurkan. Hanya karena ukurannya kecil.

Dan yang dimaksud kecil itu adalah 300 MW ke bawah.

Bayangkan, unit 300 MW harus dibongkar. Banyak yang masih baru. Hanya karena dianggap tidak efisien. Juga kurang ramah lingkungan.

Padahal, untuk kita, unit 300 MW itu sudah tergolong besar. Seluruh Kalimantan pun belum punya. Sulawesi belum punya. Bali ke timur belum punya. Maluku-Papua apalagi.

Di Tiongkok dihancurkan. Begitu pengin saya memindahkannya ke Indonesia. Tapi terkendala peraturan.

Di Jawa sudah lumayan. Umumnya unit pembangkit di Jawa adalah 600 MW. Di Sumatera umumnya yang 300 MW.

Kebutuhan listrik di masing-masing wilayah lah kuncinya. Untuk menentukan kebijakan ukuran unit pembangkit yang harus dibangun.

Dengan teknologi ultra super critical bukan hanya lebih efisien. Secara lingkungan juga lebih bersih.

Kalau tiga lokasi ultra super critical itu sudah beroperasi, bukan main. Betapa murahnya sumber listrik di Jawa.

Saya bisa menghitung berapa triliun yang bisa dihemat PLN. Hanya dari tiga lokasi ultra super critical tadi.

Tapi tolong, please, ada pembaca yang bisa menyampaikan hitungan itu di kolom komentar DI's Way hari ini.

Inilah cara yang benar melakukan efisiensi. Bukan lewat cara memotong biaya pemeliharaan. Yang menghemat satu pohon sengon bisa memboroskan Rp 1 triliun.

Ada lagi yang harus membuat kita gembira. Tapi sssttttt...! ini hanya untuk orang di Jawa. Pembangkit ultra super critical Banten itu lokasinya di Jawa bagian barat. Ini berarti memperbaiki perimbangan Timur-Barat.

Artinya: kejadian mati lampu yang menghebohkan itu tidak akan terulang lagi. Dengan penyebab yang sama. Entahlah kalau ada penyebab lainnya.

Selamat datang teknologi ultra super critical! (Dahlan Iskan)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kebun Jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:44 WIB

Stock dan Pasokan Jagung Jatim Cukup Aman

Ketersediaan jagung di Provinsi Jawa Timur diinformasikan masih aman. Perkembangan informasi ketersediaan jagung di Jawa Timur untuk musim tanam tahun 2020 mencapai 18.683 ha. Angka ini berdasarkan…

Implementasikan ISO 37001:2016, Wujudkan Krakatau Steel Bersih

Sabtu, 25 Januari 2020 - 09:00 WIB

Implementasikan ISO 37001:2016, Wujudkan Krakatau Steel Bersih

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan pembenahan dalam aspek Good Corporate Governance dan mendorong implementasinya Krakatau Steel memulai langkahnya untuk menerapkan standar internasional…

Kalibre Siap Penuhi Berbagai Kebutuhan Tas Berkualitas di Kampanye Shopee 2.2 Men Sale

Sabtu, 25 Januari 2020 - 08:41 WIB

Kalibre Siap Penuhi Berbagai Kebutuhan Tas Berkualitas di Kampanye Shopee 2.2 Men Sale

Tas menjadi salah satu fashion item yang wajib dimiliki seseorang. Namun terkadang, saat ingin membeli tas, biasanya kita sering merasa bingung tas apa yang akan dibeli. Apalagi dengan seringnya…

Indonesia Motorprix Championship Seri 2020 Segera Digulirkan

Sabtu, 25 Januari 2020 - 08:32 WIB

Indonesia Motorprix Championship Seri 2020 Segera Digulirkan

Sukses pada seri perdananya tahun 2019 lalu, tvOne selaku official broadcaster bersama PT Oneprix Motorsport Manajemen dan Ikatan Motor Indonesia (IMI), kembali mempersembahkan Kejuaraan Nasional…

Aplikasi BTN Properti Mobile yang dapat diunduh melalui Google Playstore. (Foto: Abraham Sihombing)

Sabtu, 25 Januari 2020 - 05:17 WIB

Aplikasi BTN Properti Mobile Bantu Generasi Milenial Realisasikan Rumah Ideal

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Banjir yang terjadi di awal 2020 ini membuat hati dan pikiran pasangan pengantin baru Doni dan Anita, berkecamuk. Banjir telah memporak-porandakan rumah kontrakan…