Awan Gelap Menyelimuti Ekonomi Indonesia

Oleh : Herry Barus | Jumat, 06 September 2019 - 06:28 WIB

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)
Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri dan pejabat ekonomi, kemarin Rabu (4/9/2019). Agenda dalam rapat terbatas (ratas) adalah mengantisipasi perkembangan perekonomian dunia.

Saat membuka ratas di Kantor Presiden, Jakarta Pusat,  Jokowi mengatakan Indonesia harus sedia payung sebelum hujan, yaitu mengantisipasi kemungkinan terjadinya resesi.

Sebagaimana diketahui, ancaman resesi ekonomi global saat ini menghantui seluruh dunia. Benarkah akan terjadi resesi? Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia?

Analis ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra berpendapat, gejala resesi dunia semakin tampak saat mulai banyak negara, terutama di Eropa, yang memasang suku bunga negatif. Dengan demikian, yield surat utangnya banyak yang negatif juga.

Sederhananya, kata Gede, kalau kita beli surat utang mereka, termasuk Jepang (yang sudah lebih awal menerapkan negative interest rate), maka investasi kita malah rugi termakan bunga negatif.

Agresivitas Trump dalam meningkatkan eskalasi perang dagang dengan Tiongkok mengkhawatirkan banyak investor, karena kekuatan ekonomi perdagangan AS dan Tiongkok adalah yang terbesar pertama dan kedua di dunia.

Menurut Gede, dunia industri Tiongkok pun terpukul, growth diramalkan akan jatuh ke kisaran 5 persen. Permintaan bahan baku dan energi untuk industri Tiongkok pun ikut berkurang- akibatkan harga komoditi semakin anjlok.

“Akibatnya, negara yang masih gantungkan devisanya pada ekspor komoditi mentah, seperti Indonesia, akan terpukul pada sisi ekspor. Percepatan deindustrialisasi juga terus terjadi. Pendapatan pajak pun semakin berkurang,” kata Gede Sandra, Kamis (5/9/2019).

Growth Indonesia, sambung Gede, kemungkinan akan jatuh ke kisaran 4,5-4,8 di akhir tahun 2019. Tentu dengan catatan: Bila tidak ada langkah terobosan untuk memacu perekonomian.

Defisit transaksi berjalan Indonesia saat ini yang ukurannya melebihi tahun 1997, adalah yang terburuk di kawasan Asia Tenggara. Jadi mata uang Rupiah rentan terhadap spekulasi dari pemain pasar uang, relatif dari mata-mata uang sekawasan.

Separuh utang swasta nasional dalam valas, jadi kondisinya sangat rentan terhadap pelemahan Rupiah. Sehingga berkontribusi mengurangi growth juga.

“Hanya awan gelap yang terlihat di atas perekonomian Indonesia. Akibatnya para investor bukannya datang ke Indonesia, tapi memilih datang ke negara-negara yang growth nya lebih tinggi, seperti Vietnam,” papar Gede.

Akibatnya para investor bukannya datang ke Indonesia, tapi memilih datang ke negara-negara yang growth nya lebih tinggi, seperti Vietnam.

Masalah ekonomi yang ada saat ini, kata Gede, terlalu pelik dan berlarut-larut. Ini bukan tahun 2007-2008 yaitu saat harga komoditi masih sangat tinggi. Tidak berlaku di tahun 2019 ini.

Sementara itu, demi menjaga ketertiban pengembalian bunga dan pokok utang kepada kreditor, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Darmin Nasution mengorbankan subsidi untuk konsumen listrik 900kva dan subsidi BPJS.  “Akan banyak warga hampir miskin menjadi warga miskin,” Gede yang juga  Tenaga Ahli Kemenkomar 2015-2016

“Sudah kita kira sejak jauh hari, pasti jalan austerity policy yang diambil SMI dan Darmin. Bukannya memompa ekonomi, dengan mengalirkan sumber daya ke masyarakat, rumus kebijakan SMI dan Darmin malah membuat masyarakat kelas bawah tercekik akibat naiknya harga listrik dan iuran BPJS.”

Anehnya, lanjut Gede, di tengah resesi, pemerintah malah memilih mengorbankan rakyat. “Kita belum lagi melihat kemarahan rakyat korban austerity policy,” tandas Gede Sandra

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Legenda Sepak Bola Luis Figo

Minggu, 26 Januari 2020 - 18:30 WIB

Legenda Sepak Bola Luis Figo Ikut Promosikan UEFA EURO 2020 akan Tayang di RCTI

Untuk Ke 7 kalinya MNC group menjadi Official Broadcaster UEFA EURO 2020. MNC Group melalui RCTI dan PT MNC Vision Networks Tbk (MVN) dipercaya untuk menjadi Official Broadcaster UEFA EURO 2020…

Maskapai Garuda Indonesia

Minggu, 26 Januari 2020 - 18:00 WIB

Garuda Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Virus Pneumonia Wuhan

Maskapai nasional Garuda Indonesia meningkatan upaya antisipatif dan kewaspadaan atas merebaknya penyebaran virus pneumonia Wuhan atau novel coronavirus (nCoV) .

Diskusi Pencak Silat Betawi di TIM

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:17 WIB

Ini Arah Pencak Silat Betawi Sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan pencak silat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia dari Indonesia dalam…

Tol Hutama Karya

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:00 WIB

Hutama Karya-BPJT dan ATI Gelar Aksi Keselamatan di Jalan Tol

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali melanjutkan kampanye peningkatan kesadaran keselamatan dalam berkendara di jalan tol yang dikelolanya. Kampanye bertajuk SETUJU yang merupakan…

Traktor untuk pertanian

Minggu, 26 Januari 2020 - 15:57 WIB

Kementan Dorong Pemanfaatan Lahan Di Wilayah Perhutanan Sosial

Kementan sejak tahun 2017 sudah mulai memanfaatkan lahan di perhutanan untuk pertanaman komoditas tanaman pangan.