Selamatkan Industri TPT, Kemenperin Minta Pengusaha Duduk Bersama

Oleh : Ridwan | Selasa, 03 September 2019 - 07:05 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri hulu Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) terus menerus ditekan produk impor dari China. Dampak serbuan produk impor tersebut berimbas pada penjualan hingga menumpuknya stok yang mempengaruhi pada arus kas perusahaan seperti yang terjadi di Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono menilai langkah penyelamatan terhadap industri hulu dapat dilakukan dengan harmonisasi di kalangan pengusaha.

Menurut Sigit, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan industri hulu TPT diantaranya dengan menerapkan kebijakan anti-dumping dan safeguard atau tarif bea impor tambahan.

Namun, tambah Sigit, upaya penyelamatan tersebut perlu dipertimbangkan secara cermat. Jangan sampai kebijakan penyelamatan justru mengganggu sektor hilir TPT.

"Mereka (pengusaha) harus duduk bersama. Kalau di hulu minta anti-dumping, hilir pasti teriak karena mereka beli barang lebih mahal dari luar, disatu sisi impor dibatasi. Ya, harus harmonisasi hulu sampai hilir," kata Sigit di Jakarta (2/9).

Dijelaskan Sigit, pembicaraan antar sektor untuk harmonisasi sudah dilakukan. Namun, pembicaraan tersebut belum sampai pada keluarnya sebuab kebijakan atau aturan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, investasi untuk membantu industri TPT datang dari peluang perang dagang antara China dengan Amerika Serikat (AS). Menurut Sigit, China berniat untuk berinvestasi karena mengalami kerugian akibat perang dagang tersebut.

"Banyak (yang ingin masuk), dengan perang dagang ini China mengalami kerugian besar. Mereka ada keinginan untuk beralih, salah satunya Indonesia. Di Bandung juga sudah ada yang masuk untuk sektor dyeing (pencelupan warna)," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kurban Idul Adha (Dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 12 Juli 2020 - 12:10 WIB

Empat Aturan Pemotongan Hewan Kurban dari Gugus Tugas Percepatan Penataan Covid-19

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyiapkan aturan terkait mekanisme pemotongan hewan kurban maupun shalat Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli 2020.

Pembangunan Puncak Waringin Sebagai Pusat Cinderamata KSPN Labuan Bajo Dilanjutkan

Minggu, 12 Juli 2020 - 12:00 WIB

Pembangunan Puncak Waringin Sebagai Pusat Cinderamata KSPN Labuan Bajo Dilanjutkan

Labuan Bajo, terus berbenah. Sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia, Labuan Bajo akan berubah wajahnya di masa mendatang karena saat ini tengah dilakukan pembangunan berbagai…

I Ketut Diarmita, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan

Minggu, 12 Juli 2020 - 10:27 WIB

Kementan: Masyarakat Harus Lebih Sadar Akan Bahaya Zoonosis

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) menilai masyarakat harus lebih sadar akan bahaya zoonosis. Pasalnya, zoonosis adalah penyakit…

Penataan Puncak Waringin

Minggu, 12 Juli 2020 - 10:10 WIB

Penataan Puncak Waringin Dikebut, Tahap I Habiskan Rp 9,3 Miliar dan Rp 18,2 Miliar Disiapkan Untuk Tahap II

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa, penataan Kawasan pusat cindramata Puncak Waringin membutuhkan ketelitian tinggi dengan mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni.

Ilustrasi baja CRS. (Seokyong Lee/Bloomberg via Getty Images)

Minggu, 12 Juli 2020 - 09:49 WIB

Pelaku Industri Baja Gunung Raja Paksi Tambah Investasi Rp12 triliun, KADIN: Mereka Punya Strategi Matang

Di tengah melemahnya permintaan pasar sebagai dampak pandemi COVID-19, pelaku industri baja nasional PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) menambah investasi sebesar 850 juta dolar AS atau sekitar…