INDUSTRY.co.id - Jakarta – Maraknya pembangunan properti di Indonesia berjalan seiringan dengan janji dan promosi oleh pihak pengembang. Sebagai pihak yang memegang posisi penting dalam pembangunan dan transaksi, tak jarang terjadi kasus di mana pihak pengembang tidak menepati janjinya kepada konsumen, dimulai dari serah terima kunci, ketepatan pembangunan, dan juga rampungnya proyek.
Dalam skala nasional, data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tahun 2018, YLKI menyebutkan bahwa masalah ketidakjelasan proses pembangunan perumahan paling sering diadukan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga diamini oleh data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), di mana dari 20 jumlah total aduan, 10 di antaranya aduan mengenai properti vertikal yakni apartemen.
Melihat kondisi ini, Direktur PT Jaya Real Property Tbk. (JRP), Djuniardi Christanto mengatakan, sudah menjadi komitmen bagi kami sebagai salah satu pengembang pelopor dan terbesar di Indonesia untuk menepati janji kami dalam proses pembangunan setiap proyek.
"Kami sudah memikirkan dan memproyeksikan dengan matang setiap milestone dari mulai launching, ground-breaking hingga serah terima unit. Selama ini, kami selalu tepat waktu baik dalam proyek low-cost apartment Emerald, maupun proyek lainnya," katanya ketika ditemui pada acara serah terima unit Tower A dari Apartemen Emerald Bintaro (Emerald) di Marketing Gallery Emerald, Bintaro, Jakarta, akhir pekan kemarin.
Sejatinya, tambah Djuniardi, harga properti akan terus meningkat dari tahun ke tahun karena jumlah permintaan yang juga semakin meningkat. Hal senada juga diakui oleh Kepala Pusat Bagian Transformasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko yang mengatakan bahwa terjadi peningkatan harga property sebesar 0,76% pada kuartal III 2019.
Emerald kemudian hadir sebagai solusi dari perumahan vertikal yang terjangkau, di mana proyek ini merupakan proyek low cost apartment pertama persembahan JRP untuk masyarakat Indonesia terutama generasi millennial di tengah kondisi kerap tak terjangkaunya harga properti.
Meskipun Emerald masuk dalam kategori low cost apartment, JRP memiliki standar spesifikasi konstruksi yang tetap memadai dan berkualitas. Ditemui pada acara yang sama, Haryono Suwarjo Direktur PT Promaco Cipta Bersama mengatakan bahwa “Kami sudah menjadi pengawas dan konsultan manajemen konstruksi di Indonesia selama 12 tahun, untuk sekitar 57 pengembangan proyek.
"Dalam keterlibatan kami di pembangunan Emerald ini, kami melihat JRP memiliki standar konstruksi yang memang tinggi. Kami sebagai pengawas dan konsultan manajemen konstruksi menilai bahwa dengan nilai jual yang tergolong murah, JRP tetap menuntut kualitas pekerjaan/workmanship yang tinggi dari semua rekanan pembangunannya, di mana ini sangat menghargai kepentingan konsumen," terangnya.
Mungkin spesifikasi dan kualitas pekerjaan seperti ini dengan harga yang ditawarkan tidak bisa ditemukan pada proyek sejenis. Material bangunan yang digunakan di Emerald memiliki kualitas yang baik dari merek produk ternama, seperti dinding bata ringan Jaya Celcon, plester dan acian Mortar Utama, lantai keramik Mulia, dinding partisi Jaya Board, finishing cat Mowilex, jendela alumunium Alkasa, sanitary American Standard, aksesoris pintu seperti engsel dan handle Onasis, dimana seluruh spresifikasi produk ini sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Dalam acara serah terima Tower A ini terbukti menepati janjinya bahwa pada bulan Agustus 2019, pembeli sudah bisa menerima kunci unit yang dimiliki untuk segera dihuni. Memang sesuai dengan motto-nya yakni komitmen dan kualitas, JRP selalu menepati janjinya dan mempersembahkan kualitas properti terbaik untuk para konsumen.
Adapun tower A ini terdiri dari 598 unit hunian yang seluruhnya telah siap diserahterimakan dan dihuni. JRP juga telah menunjuk Sumber Jaya Kelola Indonesia sebagai perusahaan pengelola properti untuk mengelola apartemen ini secara profesional.
"Hari ini adalah serah terima kunci Tower A, dan kami sedang dalam proses pembangunan Tower B, yang selanjutnya akan disusul oleh 5 tower lainnya. Proyek Emerald masih merupakan perjalanan panjang, sehingga kesempatan untuk para pembeli yang membidik properti dengan harga rendah dan kualitas baik masih terbuka," ujar Edward Sugijanto, Manajer SBU Apartemen Emerald Bintaro.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk program pembelian unit, kami menyediakan cicilan langsung ke pengembang dan juga kerjasama bank yakni KPA. "Kami selalu ingin memberikan yang terbaik untuk konsumen dan calon pembeli, di tengah harga properti yang kian meningkat, kami berusaha untuk menjadi solusi perumahan terutama bagi generasi millennial yakni mereka yang lahir kisaran tahun 1982 - 2000; yang merasa tidak punya daya untuk membeli properti," katanya.
Edward menambahkan, selain merupakan bagian dari kota Mandiri terbesar di selatan Jakarta, Bintaro Jaya, Apartemen Emerald Bintaro juga terletak di jalan utama provinsi, sehingga memiliki nilai kawasan yang sangat tinggi, dan hal ini tentunya berpengaruh terhadap potensi kenaikan harganya.
"Apartemen Emerald Bintaro juga merupakan salah satu pilihan investasi strategis bagi pembeli yang mencari properti untuk investasi," kata Edward.
Dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan target market, Apartemen Emerald Bintaro kemudian bekerja sama dengan berbagai bank swasta dan negeri untuk pembiayaan pembelian apartemen dengan program KPA. Untuk Down Payment (DP) sendiri, bisa dicicil maksimal sebanyak 24x dengan berbagai pilihan besaran DP, mulai dari 5%.
Selain memberikan fasilitas pembelian dan pembiayaan yang meyesuaikan target market, Apartemen Emerald Bintaro juga dekat dengan berbagai pilihan akses menuju pusat kota Jakarta, seperti jalan tol, stasiun kereta commuter line, dan juga menyediakan fasilitas shuttle bagi penghuni yang sehari-hari bekerja di pusat kota Jakarta.
Tower A Apartemen Emerald Bintaro terdiri dari 598 unit dan sudah terjual habis, tower B untuk saat ini yang hanya tersisa 170 unit dari 598 unit yang dipasarkan, adapun unit yang dipasarkan terdiri dari tipe studio dengan luas semi gross 21,7m2, tipe 2 bedroom dengan luas 36,4m2 dan tipe 2 bedroom corner dengan luas 38,7m2.