Semester I 2019, Pendapatan TBIG Rp2,2 Triliun

Oleh : Wiyanto | Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:32 WIB

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) (ist)
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta -- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp2.277 miliar dan Rp1.941 miliar untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Apabila pencapaian triwulan kedua ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan masing-masing mencapai Rp4.585 miliar dan Rp3.903 miliar.

Per 30 Juni 2019, TBIG memiliki 26.713 penyewaan dan 15.344 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 15.272 menara telekomunikasi dan 72 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 26.641, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,74, naik dari 1,71 di kuartal pertama 2019.

“Dalam enam bulan pertama tahun 2019, kami secara organik menambahkan 288 sites telekomunikasi dan 948 kolokasi ke portofolio kami. Karena pelanggan telekomunikasi kami semakin memadati dan memperluas jaringan 4G mereka di seluruh negeri, kami berharap untuk terus menambah sites baru dan kolokasi dan kami yakin rasio kolokasi kami akan terus meningkat, Berdasarkan buku pesanan kami, kami mempertahankan panduan kami untuk penambahan 3.000 penyewaan untuk tahun 2019.” tutur Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Per 30 Juni 2019, total pinjaman (debt) Perseroan, jika pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp20.742 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp12.806 miliar.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp296 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp20.446 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp12.510 miliar. Menggunakan EBITDA triwulan kedua 2019 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,2x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5,2x.

“Di bulan lalu, kami melunasi lebih awal pinjaman Fasilitas A sebesar USD 400 juta dengan Fasilitas Pinjaman Revolving sebesar USD 375 juta yang memiliki tenor 5 tahun 6 enam bulan. Fasilitas Pinjaman Revolving baru USD 375 juta ini adalah fasilitas dengan biaya terendah dan jangka waktu jatuh tempo yang paling lama yang kami dapatkan sampai saat ini. Kami dengan bangga mengumumkan transaksi terakhir ini memperpanjang jangka waktu rata-rata utang kami. Kami terus mempertahankan strategi lindung nilai yang hati-hati dengan menggunakan instrumen lindung nilai derivatif sesuai dengan jangka waktu pinjaman tersebut,” komentar Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Diskusi Pencak Silat Betawi di TIM

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:17 WIB

Ini Arah Pencak Silat Betawi Sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan pencak silat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia dari Indonesia dalam…

Tol Hutama Karya

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:00 WIB

Hutama Karya-BPJT dan ATI Gelar Aksi Keselamatan di Jalan Tol

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali melanjutkan kampanye peningkatan kesadaran keselamatan dalam berkendara di jalan tol yang dikelolanya. Kampanye bertajuk SETUJU yang merupakan…

Traktor untuk pertanian

Minggu, 26 Januari 2020 - 15:57 WIB

Kementan Dorong Pemanfaatan Lahan Di Wilayah Perhutanan Sosial

Kementan sejak tahun 2017 sudah mulai memanfaatkan lahan di perhutanan untuk pertanaman komoditas tanaman pangan.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Minggu, 26 Januari 2020 - 14:00 WIB

Ketua MPR RI Salurkan Bantuan Korban Banjir Cililitan Jakarta Timur

- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali menyalurkan bantuan sosial kepada saudara-saudara yang terkena musibah banjir di Kelurahan Cililitan Kecil, Kramat Jati, Jakarta Timur. Bantuan…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Minggu, 26 Januari 2020 - 13:45 WIB

Ekspor Kian Melaju, Investasi Industri Mamin Terus Dipacu

Kementerian Perindustrian fokus memacu pengembangan industri makanan dan minuman (mamin) agar terus memiliki kinerja yang gemilang.