Mati Lampu? Balai Kemenperin Ciptakan Penyimpan Daya Listrik Portabel

Oleh : Ridwan | Minggu, 18 Agustus 2019 - 17:32 WIB

B4TPowerHouse
B4TPowerHouse

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketersediaan dan akses layanan energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia akan menembus di angka 99% hingga akhir tahun 2019, naik dari rasio elektrifikasi pada tahun lalu yang telah mencapai 98,30%.

Namun demikian, kadangkala ada beberapa masalah yang menyebabkan pelanggan harus mengalami pemadaman listrik. Misalnya yang beberapa waktu lalu dialami di kawasan Jawa bagian Barat. Kejadian ini memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat luas baik itu dari sisi ekonomi maupun sosial.

Melihat kondisi tersebut, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), sebagai salah satu unit litbang di bawah Balai Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, menghadirkan solusi inovasi produk penyimpan energi listrik (powerhouse) yang diberi nama B4TPowerHouse.

"Produk ini mempunyai fungsi untuk menyimpan daya seperti powerbank, namun dengan kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar. Inovasi ini memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan energi listrik yang praktis dan siap digunakan kapan saja dan di mana saja, terutama pada kondisi darurat," kata Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Minggu (18/8).

B4TPowerHouse mempunyai kapasitas 20.000 mAh dan dapat ditingkatkan sesuai dengan pesanan. Masukan untuk pengisian adalah 12 -17 VDC dan dapat dilakukan dari adaptor PLN maupun dari sumber energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sedangkan, keluarannya dapat berupa arus searah bertegangan 5 VDC dan arus bolak-balik bertegangan 220 VAC. 

B4TPowerHouse dapat dimanfaatkan untuk perangkat elektronik seperti lampu, laptop, charging gadget dan lain sebagainya. Pengisian tergantung kapasitas dan kondisi baterainya, yang biasanya 2-3 jam, dan dapat menyalakan lampu LED sampai lebih dari lima hari.

"B4TPowerHouse dapat dibawa ke mana-mana karena desainnya seperti tas koper kecil yang praktis dan ringan sekitar 2 kilogram, serta tahan hujan," ungkap Kepala B4T Budi Susanto.

Inovasi ini merupakan salah satu dari upaya B4T dalam pengembangan teknologi yang berbasiskan baterai ion lithium.

Menurutnya, baterai ion litium pada saat ini merupakan baterai yang sangat canggih karena mampu menyimpan energi listrik yang besar pada ukuran dan berat baterai yang lebih ringan dari jenis baterai lainnya.

"Penelitian dan pengembangan ini akan memanfaatkan sumber daya mineral lokal Indonesia yang kaya, dan dibangun oleh para peneliti Indonesia yang tangguh," ujarnya.

Selain itu, inovasi ini merupakan prioritas riset nasional dan sejalan dengan kebijakan pemerintah, yaitu Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) serta Making Indonesia 4.0 untuk sektor prioritas seperti industri otomotif dan elektronika.

"Diharapkan dengan kemajuan pengembangan teknologi ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan ketersediaan listrik yang andal dan ekonomis," imbuhnya.

Budi menceritakan, awal pengembangan produk B4TPowerHouse untuk menjawab permasalahan kebutuhan energi di daerah-daerah yang belum terjangkau aliran listrik. Ke depannya, produk ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk dijadikan sebagai sumber energi bagi kebutuhan yang lebih luas.

B4T juga mengembangkan beberapa varian produk baterai lainnya dengan kapasitas serta fungsi penggunaan yang berbeda-beda. Produk-produk baterai ini meliputi baterai telepon genggam yang memiliki kapasitas 2.000 mAh, powerbank dengan kapasitas sebesar 7.000 mAh, serta baterai untuk motor listrik.

Adapun penelitian tentang pengembangan produk-produk baterai ini sudah dilakukan sejak tahun 2013. Penelitian ini pada mulanya difokuskan pada pengembangan sel baterai, lalu dilanjutkan dengan pengembangan dari masing-masing produk.

"Penelitian dan pengembangan produk B4TPowerHouse mulai dilakukan sejak tahun 2017," jelas Budi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Norman Eka Saputra, Direktur Skandinavia Apartment

Jumat, 20 September 2019 - 19:04 WIB

Sektor Properti Kembali Bergairah, PT Pancakarya Griyatama Luncurkan Unit Skandinavia Lagom

Produk ini merupakan produk penghabisan dimana hanya tersisa sebanyak 200 an unit dengan luasan semigross 44,81m2 yang terbagi menjadi dua tipe yakni 1 bedroom suite dan 2 bedroom junior yang…

Kedai Kopi 98

Jumat, 20 September 2019 - 18:16 WIB

Tanpa Royalty Fee, KOPI 98 Tawarkan Konsep Kemitraan

Bisnis minuman berbahan dasar kopi terus tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Saat ini kita dapat dengan mudah menemui kedai kopi atau bahasa gaulnya 'coffee shop' atau hanya gerobakan (booth)…

Apartemen SQ Rés Raih Penghargaan Best High-End Condo Development

Jumat, 20 September 2019 - 18:01 WIB

Apartemen SQ Rés Raih Penghargaan Best High-End Condo Development

Salah satu pengembangan baru PT Intiland Development Tbk (Intiland) yakni apartemen SQ Rés meraih penghargaan Best High-End Condo Development dari penghargaan PropertyGuru Indonesia Property…

SUCOFINDO Rebut Dua Penghargaan di Ajang Tahun Revolusi Mental Award 2019

Jumat, 20 September 2019 - 18:00 WIB

SUCOFINDO Rebut Dua Penghargaan di Ajang Tahun Revolusi Mental Award 2019

PT SUCOFINDO (Persero), Meraih 2 penghargaan dalam ajang Revolusi Mental Award 2019 Tahun Ke-2, yaitu SUCOFINDO menjadi Perusahaan BUMN Kategori Indonesia Tertib Terbaik (silver) yang diberikan…

Intiland Raih Empat Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2019

Jumat, 20 September 2019 - 17:53 WIB

Intiland Raih Empat Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2019

Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) meraih penghargaan sebagai Pengembang Properti Terbaik atau Best Developer pada ajang penganugerahan penghargaan PropertyGuru Indonesia…