50 Pengusaha Lulus dari Program Alibaba Netpreneur Training Indonesia

Oleh : Herry Barus | Jumat, 16 Agustus 2019 - 04:30 WIB

50 Pengusaha Lulus dari Program Alibaba Netpreneur Training Indonesia
50 Pengusaha Lulus dari Program Alibaba Netpreneur Training Indonesia

INDUSTRY.co.id -  Hangzho – Alibaba Business School – lini pendidikan dari Alibaba Group - dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengumumkan rampungnya program ‘Alibaba Netpreneur Training Indonesia’ angkatan pertama yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juli hingga 7 Agustus 2019 di Hangzhou, Tiongkok.

Program ini bertujuan untuk membekali para pengusaha dan eksekutif Indonesia – baik dari bisnis konvensional dan digital - untuk mentransformasi bisnis mereka agar dapat bersaing dan mendorong ekonomi negara di era digital. Di program ini juga terbentuk tiga kemitraan strategis antara para Netpreneurs (peserta dan lulusan program) guna mempercepat transformasi digital serta pertumbuhan inklusif domestik.

 Program 10 hari yang menggunakan kurikulum spesifik untuk menjawab kebutuhan dan tantangan industri lokal ini diikuti oleh 50 Netpreneur dari berbagai sektor dan latar belakang usaha: mulai dari manufaktur, F&B, layanan keuangan, transportasi dan logistik, hingga BUMN. Para pimpinan dari KADIN, Asosisiasi Logistik Indonesia (ALI), Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi), dan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) juga mengikuti rangkaian kegiatan program ini.

 Alibaba Netpreneur Training Indonesia terintegrasi dengan pendekatan holistik dan berbagai inisiatif Alibaba untuk mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia. Vice President Alibaba Group Brian A. Wong yang memimpin Global Initiatives Program menjelaskan, “Kami bertujuan untuk menginspirasi dan menumbuhkan pola pikir baru, kepercayaan diri serta visi dalam diri para pengusaha dan pemimpin usaha ini dalam menggunakan teknologi untuk memecahkan tantangan-tantangan yang mereka hadapi serta bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk masa depan ekonomi digital Indonesia.”

 Rosan P. Roeslani, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), mengatakan: “Kami mendukung kolaborasi KADIN – Alibaba Group sebagai game-changer untuk mendorong transformasi digital di Indonesia. Teknologi dan transformasi digital kini memiliki perananan yang semakin penting dan kami ingin terus menciptakan agen-agen perubahan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia yang lebih baik.”

 Sementara itu Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Shanghai, RRT Deny Wachyudi Kurnia yang hadir pada acara upacara penutupan program mengatakan dalam sambutannya, “Keputusan Alibaba untuk bermitra dengan Indonesia dalam program ini sangat tepat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Kami berharap program ini terus berlanjut supaya lebih banyak pelaku usaha Indonesia merasakan manfaatnya, dengan pengetahuan, pengalaman, serta tekad untuk memajukan Indonesia.

 Terbentuknya 3 Kemitraan Strategis

 Semangat berkolaborasi untuk memajukan transformasi digital dan pertumbuhan inklusif di antara para Netpreneur direalisasikan saat program berlangsung dengan ditandatanganinya tiga nota kesepahaman kemitraan strategis: Pertama, kerjasama antara Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan KADIN Jawa Tengah untuk mendukung UKM Jawa Tengah dengan branding, lahan ritel offline dan ruang pemasaran online, juga pengembangan wisata desa. Kedua, kerjasama Metranet (anak usaha Telkom) dan etanee (supply chain logistik dan marketpace produk pangan) untuk integrasi QRen sebagai pembayaran digital berbasis QR. Ketiga, kerjasama antara Prahu-Hub (perusahaan logistik online) dan FasPay (penyedia layanan payment gateway) untuk memudahkan metode pembayaran bagi klien Prahu-Hub.

 “Menyaksikan para Netpreneur berkembang dalam 10 hari ini dan bersatu dalam sebuah tujuan untuk menyambut era digital sangatlah menginspirasi. Dengan menggunakan potensi dan kekuatan secara kolektif, tidak ada satupun tantangan yang tidak dapat mereka lewati. Saya berharap mereka dapat menjadi panutan bagi orang lain yang memiliki aspirasi digital serupa dengan kesuksesan mereka di masa depan,” papar Brian Wong.

 Ketua Komite Tetap Bidang Pengembangan Investasi Dalam Negeri, KADIN, dan Koordinator Program Pengembangan Talenta Digital untuk kerjasama KADIN-Alibaba Business School, Reza Maspaitella memaparkan, “Kami sangat antusias akan berbagai inisiatif dan masa depan yang akan dijalani Alibaba Business School dan KADIN bersama para Netpreneur Indonesia untuk membawa ekonomi digital Indonesia ke tingkatan lebih maju.”

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jaya Suprana (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 Februari 2020 - 13:32 WIB

Mendambakan Keadilan Sosial

Berdasar dukungan dari para sahabat seperti Prof. Frans Magnis Suseno, Prof. Mahfud MD, Prof. Salim Said, Dr. Yasonna Laoly, aktivis senior Haryono Kartohadiprojo S.H, pejuang kemanusiaan Ignatius…

Kota baru Maja

Rabu, 26 Februari 2020 - 13:30 WIB

Bakal Disulap jadi Kota Baru, Presiden Jokowi Rela Kucurkan Rp100 Triliun untuk Maja

Dari 41 proyek besar yang direncanakan 2020-2024, Kabupaten Maja, Lebak, Banten masuk ke dalam RPJMN untuk dua proyek besar. Dalam daftar proyek prioritas strategis, Maja masuk ke proyek Be…

Mangga Arummanis

Rabu, 26 Februari 2020 - 13:22 WIB

Lewat Market Place Digital Petani Muda Bali Omset Ekspor 100 Miliar

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menggenjot nilai ekspor pertanian. Salah satunya dengan mengembangkan market place berbasis aplikasi yang dikelola oleh para petani milenial.

Debit air di Kota Jababeka

Rabu, 26 Februari 2020 - 12:59 WIB

Cegah Banjir, Jababeka Siapkan Team Water Management Siap Tanggap 24 Jam Non-Stop

Adapun tindakan yang dilakukan oleh Jababeka sendiri yakni mengaktifkan sistem pompa air berkapasitas besar (dengan daya sampai dengan 1000 liter / detik ) selama 24 jam non-stop, memberikan…

Ilustrasi Pabrik Kaca Lembaran

Rabu, 26 Februari 2020 - 12:35 WIB

Dua Tahun Stagnan, Industri Kaca Lembaran dan Pengaman Tunggu Keajaiban

Industri kaca lembaran dan pengaman dalam negeri terus mengalami penurunan. Terlebih dalam dua tahun belakangan, pertumbuhan industri ini jalan ditempat (stagnan).