Ini Catatan Penting Bagi Sektor Kelautan dan Perikanan

Oleh : Wiyanto | Rabu, 07 Agustus 2019 - 13:17 WIB

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang ke Maritiman Rokhmin Dahuri
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang ke Maritiman Rokhmin Dahuri

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pakar Ekonomi Maritim yang juga guru besar fakultas perikanan dan kelautan IPB, Prof Rokhmin Dahuri mengapresiasi capaian kinerja kabinet Jokowi periode pertama terkait sektor kelautan dan perikanan.

Adapun kinerja tersebut, menurut Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman itu diantaranya pertama efek jera IUU fishing oleh nelayan asing; kedua dwelling time yang menurun dari 8,5 hari menjadi 4 hari; ketiga logistic performance index yang membaik sehingga prosentase biaya logistik terhadap PDB menurun.

"Dan yang terakhir program tol laut yang pada umumnya telah meningkatkan efisiensi angkutan penumpang dan barang antar pulau, sehingga mengurangi disparitas harga barang antara jawa versus luar Jawa termasuk meningkatnya jumlah wisman dan devisa pariwisata," ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara seminar "Prospek Poros Maritim Dunia di Periode Kedua Jokowi" yang diselenggarakan oleh Yayasan The Habibie Center di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Meski dinilai memiliki kinerja yang moncer, dalam paparannya yang berjudul "Strategi Pembangunan Ekonomi Kelautan untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," itu mantan menteri kelautan dan perikanan tersebut memberi catatan khususnya terkait kontrubusi sektor kelautan dan perikanan yang belum berkontribusi optimal terhadap pendapatan domestik bruto (PDB).

"Kinerja ekonomi kelautan masih jauh dari optimal bagi nelayan dan masyarakat kelautan lain, pertumbuhan ekonomi, kontribusi terhadap PDB, nilai ekspor, pemerataan pembangunan, dan penyediaan lapangan kerja)," tegas Ketua Umum Masyarakat Akuakultur itu.

"Bahkan, kehidupan nelayan dan pembudidaya (terutama marikultur dan perairan payau) semakin susah, 14 pabrik surimi di Pantura mati suri, sentra industri pengolahan perikanan (Belawan, Muara Baru, Cilacap, Benoa, Bitung, Ambon, Kaimana, dan Sorong) mati suri akibat kekurangan bahan baku," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelukis Seruni Bodjawati (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 12:00 WIB

Perempuan-Perempuan Menggugat Karya Pelukis Seruni Bodjawati

Ternyata seni lukis juga menjadi catatan sejarah perjalanan perjuangan kaum perempuan. Hak itu dibuktikan oleh pelukis Seruni Bodjawati dalam pameran tunggalnya yang berlangsung mulai 21- 31…

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:59 WIB

Kualitas dan Harga Jagung Lokal Lebih Bagus

Jakarta - Pengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi, Muhamad Karim menilai harga jagung lokal lebih bagus dibandingkan harga jagung impor adalah wajar. Pasalnya, saat ini jagung…

Menteri Rini: BUMN Ikut Cetak Atlet Muda Kelas Dunia

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:30 WIB

Menteri Rini: BUMN Ikut Cetak Atlet Muda Kelas Dunia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mendorong BUMN terus berkontribusi untuk memajukan olahraga di Tanah Air melalui pembinaan atlet-atlet dan berbagai program pemberdayaan.

Galaxy Note 10+ (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:11 WIB

Samsung Resmi Meluncurkan Galaxy Note 10 dan 10+ Untuk Pasar Indonesia

Kekuatan performance, keindahan desain, kemampuan untuk berkreasi, dan fitur produktivitas dukung pengguna dalam berbagai pekerjaan dan passion yang mereka lakukan bersamaan.

EnGenius Cloud, Solusi Jaringan Berbasis Cloud Kemudahan Bagi SME

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:00 WIB

EnGenius Cloud, Solusi Jaringan Berbasis Cloud Kemudahan Bagi SME

EnGenius Networks Singapore Pte Ltd, perusahaan jaringan nirkabel multinasional terkemuka, yang telah berpengalaman dalam solusi hardware dan software untuk perusahaan kecil dan menengah selama…