Beras Ketan Hitam Konsisten Diekspor ke Singapura

Oleh : Wiyanto | Minggu, 04 Agustus 2019 - 07:31 WIB

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)
Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Ekspor beras Indonesia selama ini tidak hanya didominasi beras organik saja. Ternyata seperti beras ketan hitam pun secara konsisten ekspor ke luar negeri terutama ke Singapura dan Hongkong.

"Bahkan perdagangan ketan hitam sudah ada semenjak jaman dulu karena rasanya yang enak, aroma wangi dan mengenyangkan. Ketan hitam biasanya dikonsumsi untuk upacara adat dan makan tradisional maupun konsumsi pada hari raya," demikian dikatakan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi di Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Tercatat, selama beberapa tahun terakhir beras ketan hitam di ekspor oleh PT Sejati Makmur Semesta, CV Dewa Tunggal, PT Buana Agrobisnis dan CV Mustika Sejati. Ketan hitam Indonesia banyak digunakan untuk diolah sebagai bahan baku sake.

"Menurut eksportir, bahan baku ketan hitam kita kualitasnya tinggi untuk dibuat sake. Negara kita konsisten setiap tahun melakukan ekspor beras ketan hitam," terang Suwandi.

Lebih lanjut Suwandi menegaskan sejak tahun 2015 ekspor beras ketan hitam ke negara Singapura mencapai 1.398 ton. Di tahun 2019 ini dipastikan volume ekspor meningkat, di mana sampai dengan bulan Agustus Kementan sudah merekomendasikan 200 ton ketan hitam meluncur ke Singapura dengan perkiraan nilai ekspor Rp 4 Milyar.

"Secara umum mekanisme ekspor ketan hitam dari pedagang pengumpul Himpunan Pedagang Beras Ciparay dikirim bersama beras umum ke pedagang beras Pasar Induk Cipinang kemudian disortir, dikemas dan diekspor langsung ke berbagai negara oleh eksportir ke Singapura, China atau Taicung Taiwan melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta," jelasnya.

Suwandi menyebutkan Kabupaten Garut adalah sentra utama produksi beras ketan hitam. Selain Kabupaten Garut, penghasil beras ketan hitam terbaik ada di Kabupaten Bandung.

"Contohnya kalau mau melihat silahkan ke kecamatan Ciparay, disana ada hamparan seluas 50 hektar dan di kecamatan Pacet juga ada seluas 375 hektar," sebut dia.

Produktivitas padi ketan hitam di daerah ini rata-rata 5,5 ton per ha. Penanamannya dilakukan selama dua kali setahun dan petani mampu memproduksi sebesar 4.675 ton Gabah Kering Panen (GKP) per tahun dengan harga per kg saat ini mencapai sekitar Rp 19.000 per kg.

"Budidaya beras ketan hitam sebenarnya sama dengan budidaya tanaman padi pada umumnya hanya saja usia panen beras hitam membutuhkan waktu hingga 6 bulan," kata Suwandi.

"Aroma beras ketan hitam juga lebih wangi sehingga disukai oleh burung. Ketan hitam ini lebih efisien jika dibudidayakan di tempat sejuk seperti dilerang gunung," pintanya.

Meski volumenya tidak besar, tegas Suwandi, permintaan negara luar terhadap ketan hitam konsisten sepanjang tahun. Tentunya pemerintah akan mendorong dan memfasilitasi para pelaku usaha dan petani yang ingin mengekspor komoditas pangan.

"Permintaan ekspor akan dapat menggairahkan semangat petani untuk menanam," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Indonesia

Jumat, 17 Januari 2020 - 23:51 WIB

QRIS Standar Pembayaran Digital Ala Milenial

Bank Indonesia (BI) mengapresiasi ribuan milenial yang berpartisipasi secara aktif dalam mensosialisasikan QR Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat lewat video dan blog.

AYDA Jadi Cara Asyik Generasi Muda Bangun Bangsa Lewat Karya Desain

Jumat, 17 Januari 2020 - 20:35 WIB

Kompetisi AYDA Jadi Cara Asyik Generasi Muda Bangun Bangsa Lewat Karya Desain

Para Gold Winner mendapatkan hadiah berupa uang tunai, kesempatan magang di perusahaan Arsitek dan Desain Interior ternama, menjadi duta Indonesia untuk bersaing dengan 14 negara lainnya demi…

BMW Group Indonesia Donasikan USD 25.000 untuk Korban Banjir Jakarta

Jumat, 17 Januari 2020 - 20:10 WIB

BMW Group Indonesia Donasikan USD 25.000 untuk Korban Banjir Jakarta

BMW Group Indonesia bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Save the Children di Indonesia untuk membantu proses pemulihan pasca bencana dengan menyumbangkan bantuan senilai USD 25.000 atau…

 Chaerul (tengah) saat diwawancarai Kompas TV

Jumat, 17 Januari 2020 - 14:31 WIB

Heboh Pria Tidak Tamat SD di Sulsel, Sukses Terbangkan Pesawat Rakitannya

Pinrang- Chaerul (40), Montir Motor di Pallameang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), hanya sampai kelas lima SD dan tidak pernah naik pesawat. Namun kini ia jadi perbincangan banyak…

President Director PT Waskita Fim Perkasa Realti, Ignatius Joko Herwanto bersama Kepala Cabang Jakarta PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. Ari Kurniaman seusai penandatanganan MoU

Jumat, 17 Januari 2020 - 14:15 WIB

Berikan Kemudahan Kepemilikan Apartemen Vasaka Solterra, Waskita FIM Perkasa Realti Teken MoU dengan Bank BTN

PT Waskita Karya Realty mendukung kerja sama antara anak perusahaannya, PT Waskita Fim Perkasa Realti, yang melakukan kerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN), untuk menyediakan layanan…