INDUSTRY.co.id - Jakarta - Secara teknikal pergerakan IHSG terkonsolidasi dengan ketidak mampuan bergerak menembus resistance Moving Average 20 hari sebagai konfirmasi melanjutkan perguatan kelevel 6400.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebutkan pergerakan kedepan akan terlihat berat berpotensi pulled back MA20 dengan momentum indikator RSI yang menjenuh meskipun indikator RSI masih bergerak terbuka dalam pergerakan positif.
"Sehingga kami proyeksikan IHSG kembali bergerak terkonsolidasi menguat dengan mencoba kembali menguji resistance MA20 pada support resistance 6354-6400," katanya di Jakarta, Jum'at (2/8/2019).
Saham-saham yang masih dapat dicermati yakni; LSIP, INKP, SMBR, BBNI, BBTN, BBCA, PGAS, INDY, WEGE, ADHI, UNTR, AKRA.
IHSG (-0.14%) ditutup melemah sebesar 8.96 poin kelevel 6381.54 dengan indeks sektor Property (-1.28%) dan Trading (-0.92%) menjadi pemimpin pelemahan. IHSG bergerak kian terlihat berat tertahan sejak awal sesi perdagangan. Rilisnya data indeks kinerja manufaktur PMI yang dibawah ekspektasi serta dibawah level ekspansi memberikan katalis negatif pada pergerakan. Indikasi perlambatan ekspansi industri menjadi sasaran utama alasan investor melihat musim liris laporan keuangan rata-rata dibawah yang diharapkan.
Terdepresiasinya nilai tukar rupiah sebesar 0.67% kelevel Rp14.116 per USD menjadi salah satu faktor. Data inflasi rilis naik 3.32% lebih tinggi dari survey 3.27% secara YoY akibat kenaikan harga barang-barang konsumsi. Meskipun rupiah melemah investor asing tercatat net buy 43.47 miliar rupiah dengan saham BBCA, UNVR dan TLKM yang menjadi top net buy value.