INDUSTRY.co.id - Jakarta - Edukasi seksual ke para remaja perlu dilakukan untuk pencegahan hubungan seksual tanpa adanya perkawinan. Edukasi terkait fungsi alat baik wanita dan laki-laki dan fungsi reproduksi masing-masing.

Zumrotin K Susilo dari Yayasan Kesehatan Perempuan mengungkapkan edukasi tersebut bukan mengajari hubungan seksual, tetapi mengajarkan fungsi alat kelamin dan apa saja yang perlu diketahui agar dapat difahami remaja.

"Sehingga mereka tahu, dan dapat menjaga dirinya dengan adanya edukasi tersebut," katanya pada "Master Class Health and Nutrion Jurnalis Academy" di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Menurut dia, para remaja diinformasikan jika terjadi hubungan seksual bisa berakibat kehamilan. Padahal belum cukup umur bahkan tidak ada ikatan pernikahan. Jika terjadi hubungan seksual di usia muda, dan hamil, berpotensi kematian kepada calon ibu.

Bisa saja untuk menggugurkan kehamilan dengan lewat cara aborsi yang tidak aman yang berdampak kematian. Atau jika dipertahankan sampai melahirkan pada usia muda punya potensi kematian karena tidak siap.

"Oborsi bisa dilakukan jika ada peranan medis di rumah sakit," katanya.