Langkah Antisipasi Kasus Anthraks Menjelang Idul Adha

Oleh : Wiyanto | Jumat, 12 Juli 2019 - 07:36 WIB

Sapi (foto dok Industri.co.id)
Sapi (foto dok Industri.co.id)

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menghimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan timbulnya kasus Anthraks pada hewan yang akan dijadikan sebagai hewan kurban.

I Ketut Diarmita, Dirjen PKH, Kementan menyampaikan pesan tersebut melalui rilisnya, Kamis (11/7/ 2019).

Menurutnya, Anthraks, penyakit hewan yang disebabkan bakteri ini bisa menyerang hewan seperti sapi, kerbau, dan kambing/domba, namun bisa juga ditularkan ke manusia (zoonosis) melalui kontak dengan hewan tertular atau benda/lingkungan yang sudah dicemari agen penyakit.

"Walaupun berbahaya, penyakit anthrax di daerah tertular bisa dicegah dengan vaksinasi yang disediakan pemerintah" jelasnya. Lanjut Ketut, untuk daerah bebas Anthraks bisa dicegah dengan pengawasan lalu lintas hewan yang ketat.

"Saat ini, beberapa provinsi di Indonesia memang tercatat pernah melaporkan kasus Anthrax, namun dengan program pengendalian yang ada, kasus tersebut sifatnya sporadis dan dapat segera terkendali, sehingga kerugian peternak dapat diminimalisir dan ancaman kesehatan masyarakat bisa kita tekan" tambah Ketut.

Terkait lalulintas dan perdagangan hewan rentan Anthraks yang berasal dari daerah tertular seperti halnya Gunung Kidul dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia, Ketut menegaskan bahwa sesuai dengan standar Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) dalam penanganan wabah Anthrax, jika di wilayah tersebut dalam waktu 20 hari tidak ada kasus (kematian) maka Anthraks di wilayah tersebut dapat dinyatakan terkendali, sehingga lalulintas dan perdagangan hewan rentan dapat dilakukan sepanjang hewan tidak berasal dari wilayah yang sedang wabah. "Hewan juga harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan hasil uji laboratorium" tambahnya.

Ketut juga meminta agar masyarakat melaporkan hewan yang menunjukan gejala sakit atau ternak yang mati mendadak kepada petugas kesehatan hewan serta melarang pemotongan hewan yang sakit atau yang menunjukan gejala klinis Anthraks.

Sebagai langkah kewaspadaan terhadap Anthrax menjelang Idul Adha ini, Ketut telah meminta Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi dan kabupaten/kota untuk segera melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat penampungan/pemasaran, pengaturan dan pengawasan tempat penampungan/pemasaran hewan, pengawasan pelaksanaan dan jadwal vaksinasi anthraks, sosialisasi dan bimbingan teknis kepada petugas dan panitia pelaksana kurban, serta pemeriksaan teknis pada hewan sebelum dan setelah pemotongan saat pelaksanaan kurban.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perizinan SIKM

Minggu, 31 Mei 2020 - 20:15 WIB

Cek Fakta SIKM Pemprov DKI Jakarta

Perizinan SIKM telah dibuka sejak Jumat, 15 Mei 2020. Pemohon disarankan untuk mengajukan perizinan SIKM secara bijak sebelum melakukan perjalanan dengan hindari dilakukan pada waktu yang mendesak…

Pemakaman Pasien Covid-19

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:15 WIB

Gawat! Kasus Kematian Covid-19 di Jatim Makin Mendekati DKI Jakarta

Kasus kematian akibat pandemi virus corona (COVID-19) di Jawa Timur kembali melonjak pada hari ini.

Olah Raga Memanah Tingkatkan Kemampuan Prajurit Marinir

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:00 WIB

Olah Raga Memanah Tingkatkan Kemampuan Prajurit Marinir

Komandan beserta Perwira Staf Mako Brigif 2 Marinir melaksanakan latihan memanah dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan memanah bagi Perwira Brigif 2 Marinir di Bhumi Marinir Gedangan,…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Minggu, 31 Mei 2020 - 17:30 WIB

Anies Ingatkan ASN: Didepan Seragam Kita Ada Simbol Negara, Tugas Kita Menomorsatukan Rakyat Daripada Diri sendiri

"Saya ingatkan kepada kita semua, di sisi depan baju seragam kita ada simbol abdi negara. Itu bukan sekedar ornamen seragam, itu adalah wujud sikap kita. Kita adalah penyelenggara negara,"

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Doc: Kementan)

Minggu, 31 Mei 2020 - 16:31 WIB

Nambah Pendapatan Sumber Pangan Bikin Geleng-geleng Kepala

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan kekhawatiran sumber pangan. Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan sebagai komitmen…