Lima Tahun Hadir di Indonesia, Tunaiku Bawa Senyum ke Tengah Masyarakat

Oleh : Hariyanto | Kamis, 11 Juli 2019 - 22:28 WIB

Founder Tunaiku Vishal Tulsian (tengah) - (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Founder Tunaiku Vishal Tulsian (tengah) - (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta  - Tunaiku, pionir produk financial technology (fintech) di bawah Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2 Amar Bank merayakan lima tahun melayani masyarakat Indonesia untuk digital lending services. 

Pionir produk fintech, Tunaiku mulai dibangun pada tahun 2014. Sekarang ini, aplikasi Tunaiku  telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali dan memberikan layanan ke hampir 300 ribu nasabah dan hadir di 16 kota besar Indonesia. 

Ulang tahun ke-5 Tunaiku yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta pada 11 Juli 2019 dihadiri oleh Direksi Tunaiku, Managing Director Amar Bank sekaligus founder Tunaiku Vishal Tulsian, karyawan (Amarites), tamu undangan, dan media. Vishal Tulsian, founder Tunaiku memilih lending berbasis digital untuk memulainya. 

"Bermula dari visi untuk membagikan senyum ke lebih dari 200 juta, Tunaiku memilih digital lending untuk membawa senyuman ke masyarakat Indonesia." kata Vishal acara ulang tahun Tunaiku di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Saat ditanya mengenai membawa senyuman, Vishal menjelaskan visi Tunaiku, bahwa Tunaiku ingin meringankan beban finansial dari masing-masing individu melalui layanan-layanan keuangannya. 

"Perwujudan keuangan yang inklusif masih akan memerlukan waktu yang panjang dan tidak serta-merta menghapuskan kemiskinan, namun ketika kami dapat membantu seseorang mewujudkan kebutuhan-kebutuhan produktifnya dan membantu mereka mengelola keuangannya, sesederhana memberikan senyuman di wajah mereka. Senyuman pun diharapkan mengacu pada kepuasan nasabah, kami harap mereka yang terlayani oleh Tunaiku merasa puas. Karena bagi kami dampak sosial yang positif berawal dari senyuman." katanya.

Vishal percaya bahwa akses ke keuangan adalah bagian dari aspek hak asasi manusia ketika masyarakat semakin berkembang menuju hak atas standar kehidupan yang memadai, kesehatan, dan kesejahteraan. Amar Bank melalui Tunaiku mendorong individu untuk mengejar pendidikan dan kualitas hidup yang lebih baik.

"Tunaiku ingin terus membawa perubahan yang baik bagi masyarakat Indonesia, membantu meningkatkan inklusi keuangan (financial inclusion) dan memberikan tools yang dapat membuat masyarakat meningkatkan kesejahteraannya melalui layanan berbasis fintech. Selain layanan yang sudah ada yaitu personal loan, prioritas kami saat ini adalah memperluas layanan bagi para pelaku UMKM," papar Vishal.

Pada kesempatan yang sama Head of Retail Credit Tunaiku Abraham Lumban Batu memaparkan perjalanan Tunaiku, "Pada saat Tunaiku dimulai tahun 2014, Indonesia baru memasuki tahap awal penerapan fintech. Tantangan utamanya adalah mengedukasi masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan mereka kepada kami. Sebagian besar masyarakat belum tahu mengenai layanan kami. Setelah lima tahun, masyarakat Indonesia sudah mengetahui berbagai manfaat dari layanan fintech." ungkapnya.

Perayaan ulang tahun ke-5 Tunaiku digelar dalam nuansa teknologi cukup kental. Hal ini ditandai dengan adanya penggunaan Artificial Intelegency (AI), karena pembukaan acara dilakukan oleh robot AI.  Artificial intelligence mempunyai karakter yang sama dengan value Tunaiku yaitu customer focus. Selain itu juga, di acara yang bertemakan #Berbagi5enyum ini nuansa dekorasi terlihat apik dengan adanya wishing tree  yang diperuntukan khusus untuk para tamu yang hadir. 

Tunaiku yang  diluncurkan pada 2014, merupakan pionir financial technology (fintech) di Indonesia dan juga merupakan produk fintech pertama di bawah lembaga bank. Tunaiku pada 2014, memulai operasional hanya dengan 1.000 nasabah. Sekarang ini, Tunaiku telah memberikan layanan bagi hampir 300 ribu orang,  dan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Pertumbuhan yang begitu cepat dari Tunaiku, menunjukan produk yang dimiliki oleh Tunaiku sudah sesuai dengan target pasar utama, pas di hati masyarakat. 

Mengidentifikasi segmen pelanggan yang 'membutuhkan' - segmen ini terutama berada dalam kelas ekonomi sosial yang kurang terlayani dan tidak memiliki rekening bank. Kemudian identifikasi 'kebutuhan' mereka - kebanyakan memiliki kebutuhan yang terkait dengan keadaan darurat,  kesempatan untuk membuka usaha kecil, pendidikan, dan lainnya. 

"Setelah segmen dan kebutuhan diidentifikasi, kami menggunakan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang kami miliki untuk melayani kebutuhan mereka dan memberikan layanan keuangan pada saat dibutuhkan," ungkap Vishal.

Pertumbuhan Tunaiku juga ditunjukkan dengan jumlah unduhan aplikasi Tunaiku Mobile yang mencapai lebih dari 2,5 juta pengunduh. Dari sisi jumlah pinjaman yang disalurkan ke nasabah telah lebih dari Rp2 triliun. Rata-rata nasabah Tunaiku meminjam untuk kebutuhan produktif dengan tiga kategori tertinggi sebagai berikut sekitar 93 ribu senyuman untuk renovasi rumah, lebih dari 43 ribu senyuman untuk modal usaha, lebih dari 27 ribu senyuman untuk biaya pendidikan. Hal ini juga terlihat dengan peningkatan jumlah pegawai.

"Diawali dengan 17 orang pegawai pada 2014, saat ini pegawai Tunaiku telah mencapai lebih dari 700 orang. Penambahan pegawai ini merupakan suatu upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik seiring dengan peningkatan jumlah nasabah," ungkap Vishal. 

Dalam hal literasi keuangan, Tunaiku selalu mendorong nasabah untuk menjadi individu yang bertanggung jawab. “Mereka yang benar-benar ‘membutuhkan’ cenderung memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pengelolaan keuangannya, dan kami pun mendorong mereka untuk mewujudkan kebutuhan-kebutuhan yang produktif,”  kata Vishal.

Selain itu, pencapaian besar Amar Bank menjadi bank BUKU 2 di 2019 tentunya membuat Tunaiku dapat melayani masyarakat Indonesia sebagai platform digital dengan lebih baik lagi. "Tunaiku adalah produk masa depan kami, yang selalu siap melayani masyarakat. Dengan perubahan Amar Bank menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2, kami yakin terus tumbuh dan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia," ungkap Tuk Yulianto, Direktur Utama Amar Bank.

Dengan status BUKU 2 bagi Amar Bank akan membuat Tunaiku dapat melayani masyarakat Indonesia melalui platform digital dengan lebih leluasa. Tuk mengatakan, perubahan Amar Bank menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2 merupakan langkah besar yang akan membuat Tunaiku lebih leluasa lagi melayani masyarakat Indonesia. 

"Terutama, dengan perubahan ini memungkinkan kami untuk lebih mudah memberikan layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia. Penggunaan financial technology merupakan keharusan dan platform ini akan terus tumbuh dan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia saat ini dan di masa depan. Tunaiku akan menjadi platform yang akan memberikan senyum kepada masyarakat Indonesia lebih banyak lagi," pungkas Tuk. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CIMB Niaga - foto IST

Senin, 18 November 2019 - 19:02 WIB

2019, CIMB Niaga Bidik Penerbitan Obligasi Rp1 Triliun

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan Paparan Publik Tahunan 2019 dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2019 serta…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan Korsel

Senin, 18 November 2019 - 19:01 WIB

Terbang ke Jepang dan Korsel, Menperin Bakal Bawa Pulang Investasi Senilai USD 5 Miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan investasi di sektor industri manufaktur, terutama yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0. Adapun dua negara yang…

Bank Mandiri Syariah (Foto Ist)

Senin, 18 November 2019 - 18:52 WIB

Nasabah Green Sukuk Ritel Mandiri Syariah Terima Penghargaan

Jakarta,--PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berpartisipasi dalam Green Sukuk Investor Day-Green Sukuk Ritel for Sustainable Indonesia  yang diselenggarakan oleh Kementrian Keuangan…

Industri Hasil Tembakau (IHT)

Senin, 18 November 2019 - 18:15 WIB

Bakal Timbulkan Banyak Pengangguran, Kemenko Perekonomian Tak Sepakat Revisi PP 109/2012

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tidak sepakat dengan wacana revisi Peraturan Pemerintah 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau…

PT Astra International Tbk (ASII)

Senin, 18 November 2019 - 17:48 WIB

Berburu Kredit Murah di Astra Auto Fest 2019

Pecinta otomotif dan para pemburu diskon hingga bunga rendah dapat menjelajah di Astra Auto Fest 2019 di BSD City 22-24 November 2019.