INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara optimistis terhadap prospek kinerja badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaannya. Bahkan, Danantara memproyeksikan laba bersih yang dihasilkan pada 2026 dapat melampaui kinerja perusahaan investasi asal Singapura, Temasek Holdings.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengungkapkan, laba bersih yang dihasilkan perusahaan-perusahaan di bawah Danantara saat ini telah berada di kisaran Rp330 triliun.
Menurut Dony, angka tersebut menunjukkan skala kinerja BUMN yang dikelola Danantara cukup besar jika dibandingkan dengan Temasek.
“Kita mungkin orang belum tahu dengan performance kita hari ini. Kalau kita lihat dari laporan keuangannya Temasek, net income mereka itu kurang lebih SGD12 billion. Kalau kita rupiahkan kurang lebih sekitar Rp136 triliun,” ujar Dony, sebagaimana dikutip dari pernyataannya yang beredar di media sosial.
Di sisi lain, Dony menyebut laba perusahaan-perusahaan yang berada dalam ekosistem Danantara telah mencapai sekitar Rp330 triliun. Angka tersebut ditargetkan kembali meningkat hingga menembus Rp360 triliun pada tahun ini.
“Tahun ini saya berharap laba kita tembus Rp360 triliun. Jadi kalau secara size daripada net income, tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek,” katanya.
Dengan target tersebut, Dony menilai laba bersih Danantara secara nominal berpotensi mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan angka yang disebutnya sebagai laba bersih Temasek, yakni sekitar Rp136 triliun.
Dony menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar persoalan membandingkan kinerja dengan perusahaan investasi global asal Singapura. Menurut dia, kinerja BUMN juga menjadi gambaran mengenai kapasitas Indonesia dalam membangun perusahaan nasional yang memiliki daya saing dan kinerja kuat.
“Ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat bahwa kita itu negara yang mampu untuk memiliki perusahaan-perusahaan yang handal ke depannya. Karena ini komitmen kita bersama,” ujar Dony.
Ia menambahkan, Danantara memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya. Target laba tersebut disebut menjadi bagian dari peta jalan Danantara ke depan.
“Teman-teman di Danantara punya komitmen yang mungkin saya rasa tidak banyak orang yang tahu, bahwa net income kita, laba perusahaan kita di Danantara lebih dari Temasek,” tutur Dony.
Optimisme tersebut menjadi salah satu gambaran ambisi Danantara dalam mengonsolidasikan dan meningkatkan kinerja aset-aset BUMN. Jika target Rp360 triliun terealisasi, Danantara akan menempatkan skala laba bersih yang sangat besar dalam konteks perusahaan investasi milik negara.