Wiranto Sampaikan Tujuh Poin Penting dalam APSC Thailand

Oleh : Herry Barus | Rabu, 26 Juni 2019 - 05:00 WIB

Wiranto, Menkopolhukam (Foto Dok Industry.co.id)
Wiranto, Menkopolhukam (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Polhukam– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal ASEAN untuk pembaharuan komprehensifnya dalam Pilar ASEAN Political-Security Community (APSC). Dikatakan, hingga saat ini, Cetak Biru Komunitas APSC 2025 hampir mencapai setengahnya pada tahun 2021.

“Harapan tulus kami agar Sekjen APSC terus menjalin hubungan yang lebih erat dengan Kepala Negara kami untuk memastikan bahwa agenda kami diimplementasikan. Kami yakin bahwa kemajuan ini akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kami sebagai wujud komitmen kami untuk mencapai visi Komunitas ASEAN 2025,” ujar Menko Polhukam Wiranto dalam APSC Meeting di Thailand, akhir pekan lalu.

“Kita perlu terus memantau kemajuan dan hasil cetak biru itu. Oleh karena itu, kita harus mengembangkan mekanisme pemantauan komprehensif yang ditingkatkan, karena kita memasuki tinjauan jangka menengah pada tahun 2021,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, ada beberapa isu yang menjadi bahasan utama. Diantaranya yaitu mengenai terorisme. Menko Polhukam mengatakan, masyarakat Indonesia telah melihat bagaimana para teroris ini terus mengembangkan strategi dan taktik mereka baik secara kelompok maupun individu. Menurutnya, ini termasuk fenomena baru dengan keterlibatan perempuan dan anak-anak dalam serangan mereka.

“Kami senang mengetahui bahwa lembaga penegak hukum kami masing-masing telah berhasil melakukan beberapa operasi di wilayah kami. Mari kita tugaskan mereka untuk melanjutkan dan memperkuat kolaborasi mereka termasuk, upaya bersama mereka untuk berbagi informasi yang efektif di jaringan teroris lintas batas,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Selain itu, para aparat penegak hukum juga perlu bekerja untuk menghentikan aliran keuangan teroris, serta untuk menghentikan akses mereka ke berbagai platform di internet. “Sementara itu, mari kita lanjutkan kolaborasi kita dalam melawan radikalisasi dan deradikalisasi,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Terkait masalah terorisme ini, telah dirumuskan Rencana Kerja Rencana Aksi ASEAN untuk Mencegah dan Menangkal Bangkitnya Radikalisasi dan Ekstremisme Kekerasan 2018-2025, yang juga fokus pada pencegahan dan deradikalisasi. Untuk itu, Menko Polhukam mengajak seluruh pihak untuk letakkan lebih banyak pekerjaan praktis pada program ini, termasuk berbagi pengalaman yang melibatkan semua pihak, terutama perempuan dan remaja.

“Sebagai contoh, sejak 2016, Indonesia telah memprakarsai sebuah program yang disebut Duta Besar untuk Perdamaian di Ruang Maya di mana kami memberdayakan kaum muda kami termasuk kaum muda dari Negara-negara ASEAN. Pada April tahun ini di Jakarta, mereka berkumpul di sebuah lokakarya regional tentang komunikasi strategis untuk melawan radikalisme melalui internet,” kata Menko Polhukam.

Isu kedua mengenai perkembangan positif pada masalah Negara Bagian Rakhine. Menko Polhukam mengakui bahwa AHA Centre, bersama dengan Sekretariat ASEAN dan Pemerintah Myanmar telah menyelesaikan penilaian kebutuhan awal dengan beberapa rekomendasi tentang proses repatriasi untuk orang-orang Rakhine yang sukarela, aman dan bermartabat. Namun menurutnya, perlu juga diantisipasi konsekuensi munculnya unsur-unsur radikalisme dan ekstremisme yang dapat mengarah pada terorisme dan adanya sindikat perdagangan manusia yang mencoba mengeksploitasi orang-orang yang rentan.

 “Kedua ancaman tersebut dapat membawa tantangan keamanan di wilayah kami,” kata Menko Polhukam Wiranto

Isu ketiga tentang kerja sama hukum. Menko Polhukam menyambut baik persetujuan untuk meresmikan “Perjanjian ASEAN tentang Bantuan Hukum Saling Timbal”, sebagai komponen penting untuk memerangi jaringan kejahatan global. “Kita perlu terus mempromosikan standar internasional untuk memerangi kejahatan lintas negara, termasuk pekerjaan tentang Perjanjian Ekstradisi ASEAN,” katanya.

Isu keempat tentang masalah Laut Cina Selatan. Menurutnya, ASEAN telah membuat kemajuan yang signifikan dalam negosiasi Teks Negosiasi Draft Tunggal Kode Etik. “Kita perlu mempertahankan momentum positif ini dengan menunjukkan persatuan dan solidaritas kita ASEAN pada proses untuk mencapai kesimpulan awal dari CoC yang efektif dan substantif,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Isu kelima mengenai infrastruktur kritis yang saling berhubungan di Asia Tenggara, rencana ekonomi dan ekonomi digital tidak kebal terhadap ancaman dunia maya. Menurut Menko Polhukam, saat ini Negara-Negara ASEAN menghadapi tantangan lain termasuk perbedaan tingkat kematangan dunia maya, prioritas kebijakan, tingkat pengembangan, dan sumber daya.

“ASEAN perlu mengeksplorasi cara mengimplementasikan Pernyataan Para Pemimpin ASEAN tentang Kerjasama Keamanan Siber dengan merujuk pada 11 norma sukarela global dari Kelompok Ahli Pemerintah PBB 2015 dan mengembangkan pemahaman bersama yang bahkan lebih dalam di dalam konteks ASEAN, termasuk untuk mempromosikan norma-norma di ruang siber,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Isu keenam membahas tentang hubungan eksternal ASEAN. Menko Polhukam berpandangan bahwa mempertahankan peran sentral ASEAN sebagai kekuatan pendorong utama kerja sama sangatlah penting. “Dalam hal ini, kami senang bahwa ASEAN sedang dalam proses mengadopsi Outlook Indo-Pasifik ASEAN dan kami berharap untuk mengadopsi dokumen awalnya,” katanya.

Poin terakhir yaitu untuk memperkuat peran ASEAN dalam membangun kapasitas dalam penyelesaian konflik dan rekonsiliasi, serta lebih lanjut memperkuat nilai-nilai yang berorientasi perdamaian menuju harmoni, perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan kita dan sekitarnya.

“Kami percaya ASEAN – Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi (ASEAN-IPR) memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam mempromosikan berbagi pengetahuan dan rekomendasi kebijakan. Kami yakin bahwa ASEAN-IPR, dengan dukungan penuh dari Negara-negara Anggota ASEAN, akan dapat menjalankan peran ini,” kata Menko Polhukam Wiranto, seperti diinformasikan Biro Hukum, Persidangan dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Kedua Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam Dato Erywan Pehin Yusof, Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kamboja Prak Sokhonn, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith, Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, Menteri Luar Negeri Filipina Teodore L. Locsin, Menteri Luar Negeri Singapura Dr. Vivian Balakrihnan, Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai, Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Binh Minh, dan Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GAPKI

Sabtu, 21 September 2019 - 03:00 WIB

GAPKI Dukung Litigasi dan Mitigasi Karhutla

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penegakan hukum (litigasi) kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk penyelidikan terhadap…

Kerahkan Armada E-Bluebird, Bluebird Dukung Gelaran Formula E di Jakarta

Jumat, 20 September 2019 - 19:20 WIB

Kerahkan Armada E-Bluebird, Bluebird Dukung Gelaran Formula E di Jakarta

Pada hari ini, Bluebird turut menyemarakkan ajang konferensi pers dari gelaran Formula E sebagai rangkaian awal dari pelaksanan event internasional yang rencananya akan digelar di Jakarta pada…

Norman Eka Saputra, Direktur Skandinavia Apartment

Jumat, 20 September 2019 - 19:04 WIB

Sektor Properti Kembali Bergairah, PT Pancakarya Griyatama Luncurkan Unit Skandinavia Lagom

Produk ini merupakan produk penghabisan dimana hanya tersisa sebanyak 200 an unit dengan luasan semigross 44,81m2 yang terbagi menjadi dua tipe yakni 1 bedroom suite dan 2 bedroom junior yang…

Kedai Kopi 98

Jumat, 20 September 2019 - 18:16 WIB

Tanpa Royalty Fee, KOPI 98 Tawarkan Konsep Kemitraan

Bisnis minuman berbahan dasar kopi terus tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Saat ini kita dapat dengan mudah menemui kedai kopi atau bahasa gaulnya 'coffee shop' atau hanya gerobakan (booth)…

Apartemen SQ Rés Raih Penghargaan Best High-End Condo Development

Jumat, 20 September 2019 - 18:01 WIB

Apartemen SQ Rés Raih Penghargaan Best High-End Condo Development

Salah satu pengembangan baru PT Intiland Development Tbk (Intiland) yakni apartemen SQ Rés meraih penghargaan Best High-End Condo Development dari penghargaan PropertyGuru Indonesia Property…