INDUSTRY.co.id - Jakarta- Rapat Umum Pemegang Saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 61,35 miliar atas laba bersih perusahaan pada 2018 atau sebesar Rp 3 per lembar saham.
Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk. Iwan Setiawan menyatakan selama 2018, perusahaan mampu menunjukan kinerja yang semakin kuat dan meningkat dengan membukukan penjualan sebesar US$1,033 miliar selama 2018 atau naik sekitar 36.16% dari penjualan 2017 yakni US$759,35 juta.
“Nilai total penjualan ekspor perusahaan pada tahun lalu sebesar US$ 623,6 juta dan memberikan kontribusi sebesar 60.3% dari total penjualan dengan kenaikan nilai sebesar 35% dibanding ekspor tahun 2017 senilai US$ 404,8 juta.
Iwan juga menjelaskan, peningkatan total penjualan perusahaan selama 2018 merupakan wujud keberhasilan dari strategi-strategi yang dijalankan yang mencakup peningkatan kapasitas produksi melalui akuisisi 2 perusahaan yang bergerak di bidang pemintalan (Spinning), efisiensi proses produksi dan operasional serta fokus pada penjualan produk-produk bernilai tambah tinggi.
Total dividen PT Sri Rejeki Isman Tbk tersebut akan dibagikan untuk 20.452.176.844 lembar saham dan akan dibayarkan pada tanggal 19 Juli 2019 kepada para pemegang saham yang Namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 26 juni 2019 pukul 16:00 WIB.
Iwan Setiawan menyatakan jika dibandingkan dengan beberapa pesaing domestik, PT Sri Rejeki Isman Tbk masih merupakan pemimpin pasar pada tahun 2018 dengan membukukan total penjualan yang lebih besar dibandingkan para pesaing.
“Kami melihat industri tekstil nasional secara keseluruhan masih akan mengalami peningkatan, terlebih dengan mempertimbangkan adanya perang dagang antara AS-Tiongkok.” Jelasnya, dimana terjadi perpindahan pesanan dari Tiongkok ke Indonesia.
Negara-negara di kawasan Asia Tenggara, kata Iwan Setiawan, memberikan kontribusi sebesar 9% pada pangsa pasar tekstil global. Sementara di tingkat Asia Tenggara, kontribusi Indonesia mencapai 30% untuk pangsa pasar tekstil, sehingga memberikan peluang yang besar untuk bertumbuh.
Kinerja ekspor tekstil Indonesia, selama beberapa tahun terakhir menunjukan peningkatan ratarata sebesar 7,9% per tahun. Dalam paparan publik yang dilaksanakan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di tahun 2019, Perseroan menargetkan penjualan meningkat sekitar
10-15% sehingga total penjualan kami di tahun 2019 tetap tumbuh di atas pertumbuhan ekspor tekstil nasional.
Seiring dengan pertumbuhan dan kinerja yang kuat maka Perseroan juga menambah Komisaris Independen yaitu Bapak Alpino Kian Jaya serta Direktur Umum dan Administrasi Ibu Mira Christina Setiady yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham.
Kontribusi Ekspor Terus Meningkat Terkait dengan perluasan pasar ekspor, Iwan menyatakan bahwa program tersebut cukup berhasil mengingat adanya peningkatan kontribusi penjualan ekspor menjadi 60.3% dari total penjualan. “Dengan bertambahnya kapasitas produksi maka di tahun 2019, kami menargetkan penjualan ekspor bisa berkontribusi dalam kisaran 62-65% dari total penjualan. Selain itu kami juga mengembangkan pasar ekspor baru dengan menambah portfolio pelanggan global,” tegas Iwan.
Program Efisiensi Mendongkrak Kinerja Direktur Keuangan PT. Sri Rejeki Isman Tbk. Allan Moran Severino menambahkan kinerja finansial SRIL juga terbukti sangat solid dan positif. “Kami akan terus melakukan program efisiensi baik dalam proses produksi maupun operasional untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang. Capex untuk tahun 2019 masih akan sebesar US$ 30 juta – USD 40 juta yang akan dimanfaatkan untuk pemeliharaan mesin.
Untuk laba bersih secara nilai terlihat menurun karena di kuartal pertama 2018 ada “one off adjustment” atas Goodwill yang mana jika Goodwill ini tidak diperhitungkan maka peningkatan laba bersih kuartal pertama 2019 meningkat sebesar 64% dibandingkan kuartal pertama 2018, hal ini menunjukkan bahwa Perseroan mampu melaksanakan program efisiensi untuk mendongkrak kinerja.
Tentang PT Sri Rejeki Isman Tbk
PT. Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) merupakan perusahaan tekstil dan garmen nasional yang terintegrasi dalam satu atap, dengan 4 proses produksi utama: spinning, weaving, finishing, dan garment. PT Sri Rejeki Isman Tbk, yang didirikan Almarhum HM Lukminto pada 1966, memiliki fasilitas yang terletak di Semarang dan Sukoharjo, Jawa Tengah. SRIL mempunyai pelanggan yang tersebar di seluruh dunia yaitu di Asia, Eropa, Amerika, Australia, Timur Tengah, dan Afrika.
SRIL tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2013 dan merupakan satu-satunya perusahaan tekstil yang terdaftar pada LQ45. Perseroan juga termasuk dalam IDX 30 yang diumumkan pada Januari 2017 serta mendapatkan penghargaan sebagai salah satu The IDX Top Ten Blue 2016 atas pengakuan terhadap kinerja saham SRIL berdasarkan likuiditas, pertumbuhan, dan shareholders depth.