Cara Ini Koperasi Mitra Tani Parahyangan Sukses Kembangkan Jagung

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 18 Juni 2019 - 19:25 WIB

Koperasi Mitra Tani Parahyangan, Cianjur akan mengembangan produksi jagung melalui sistem perubahan pola tanam dan pola panen.
Koperasi Mitra Tani Parahyangan, Cianjur akan mengembangan produksi jagung melalui sistem perubahan pola tanam dan pola panen.

INDUSTRY.co.id, Jakarta-  Koperasi Mitra Tani Parahyangan, Cianjur akan mengembangan produksi jagung melalui sistem perubahan pola tanam dan pola panen. Pengembangan ini seiring dengan permintaan yang terus meningkat, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak.

“Pasar jagung sudah tidak diragukan lagi, karena sudah ditampung oleh perusahaan pakan ternak yakni PT Karim di Cianjur dan perusahaan pakan ternak lain di Garut dan Sukabumi,” kata Ketua Koperasi Mitra Tani Parahyangan, Yayat Duriat, di Cianjur, Jawa Barat, akhir pekan lalu

Ia mengatakan, jika selama ini masa panen menunggu 4 bulan, dengan sistem tersebut nantinya setiap bulan bisa panen. Dengan demikian, kuantitas, kualitas dan kontinyuitas (3K) terjaga. “Saat ini ada lahan sekitar 30 hektare yang akan dikembangkan untuk produksi jagung tersebut,” kata Yayat.

Ia mengatakan, dalam 1 hektare lahan dapat menghasilkan sekitar 5 ton jagung kering (pipil) per panen. Dengan demikian dengan luas lahan 30 hektare bisa menghasilkan sebanyak 150 ton per musim panen (4 bulan). Saat ini harga per kilonya Rp4 ribu, sehingga dalam satu kali musim panen dapat menhasilkan Rp600 juta.

Untuk mengembangkan produksi jagung tersebut, pihak Koperasi juga akan bekerjasama dengan para petani dengan pola sewa lahan atau bagi hasil.

Saat ini, lanjut Yayat, pihak koperasi telah memiliki mesin pipil modern. Dengan mesin ini, selain cepat dibanding pipil manual, biaya produksi juga dapat ditekan.

Selain Jagung, lanjut Yayat, pihaknya juga akan mengembang buah pepaya california. Pepaya jenis ini permintaannya juga sangat besar. Selam ini, pangsa pasar terbesar di kota Bandung.

Saat ini, kata Yayat, hampir kebutuhan pangan dari hasil pertanian sudah tersedia di Koperasi Mitra Tani Parahyangan, mulai dari sayur-sayuran, buah, kedelai, gula, dan beras.

Koperasi yang berdiri sejak 18 Desember 2000 ini, saat ini telah memiliki omzet sekitar Rp360 juta, dengan jumlah anggota sebanyak 550 petani.

Bantuan Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Yayat mengakui sekaligus berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM yang telah mendukung sekaligus memberikan bantuan kepada koperasinya

Selain mendapatkan bantuan berupa mobil box berpendingin dari Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2014, Koperasi Mitra Tani Parahyangan juga pernah mendapatkan bantuan sebesar Rp600 juta dari kementerian yang sama. Bantuan ini, sebanyak Rp400 juta digunakan untuk membangun gudang, sisanya Rp200 juta untuk mebeler dan peralatan administrasi lainnya

“Ke depan, kami berharap mendapatkan bantuan berupa pelatihan manajemen, pengepakan produk, dan akuntasi atau pembukuan,” kata Yayat.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peserta HNJA saat mengunjungi salah satu Desa binaan Aqua

Selasa, 22 Oktober 2019 - 00:33 WIB

Biogas Mampu Tekan Biaya Pembelian Gas Elpiji Masyarakat

- Bali - Danone melalui Pabrik Aqua memberikan pendampingan ke masyarakat Bali, diantaranya Pariwisata, membantu kepemilikan biogas, pertanian dan ke pemulung. Kesemuanya bentuk keperdulian…

CIMB Niaga - foto IST

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:17 WIB

CIM Niaga Miliki Aplikasi Mobile Banking

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memperkenalkan aplikasi mobile banking terbaru bagi nasabah korporasi yaitu BizChannel@CIMB Mobile. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat…

Ilustrasi

Senin, 21 Oktober 2019 - 18:30 WIB

Kemenkumham Dorong Perbaikan Balai Harta Peninggalan

Jakarta - Pemerintah terus meningkatkan kinerja Balai Harta Peninggalan (BHP) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Salah satunya melalui Rapat Kerja Teknis Balai (Rakernis) dengan tema menyikapi…

Kota Surabaya

Senin, 21 Oktober 2019 - 17:55 WIB

Catat, Ini 5 Kuliner yang Bikin Kangen dengan Surabaya

Bila Anda pernah berkunjung ke Surabaya, atau belum pernah sama sekali, berikut ini beberapa kuliner khas yang akan membuat Anda ingin langsung kembali ke Surabaya.

Ekspor kerajjinan perhiasan (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 21 Oktober 2019 - 16:30 WIB

Kemenperin Fasilitasi IKM Perhiasan Perluas Akses Pasar

Kementerian Perindustrian proaktif memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) perhiasan untuk terus memperluas akses pasarnya baik kancah domestik maupun global. Langkah strategis…